Rabu, 15 Juni 2016

Pemimpin Itu Dilahirkan atau Diadakan ?

Oleh : L.M.F

Jurnal_45 : Tidak bisa dipungkiri bila banyak orang kagum pada Bung Karno, juga terinspirasi Mahatma Gandhi (maha = besar, atma = jiwa, jadi mahatma berarti jiwa yang besar). Orang terpesona oleh John F. Kennedy, kagum pada Hitler, dan salut pada Nelson Mandela.

Tak sedikit pula yang kagum pada kegigihan Martin Luther King, kepintaran Abdurrachman Wahid, kejujuran Nurcholish Madjid, kecerdasan Jalaluddin Rakhmat, semangat Mahathir Mohamad. Mereka semua menyimpan fakultas (kualitas) kepemimpinan.

Dalam kehidupan kita, kita menjumpai pemimpin-pemimpin yang mempunyai kharisma sejak lahir dan mampu memimpin teman-temannya, menanjak dalam karir dan menduduki posisi kepemimpinan yang sangat penting. Dalam hal ini pemimpin tersebut memang benar-benar memiliki kemampuan kepemimpinan sejak lahir.

Ada pula yang menjadi pemimpin setelah usia tertentu. Dalam sejarah, kita juga menemukan pemimpin-pemimpin yang tidak pernah mendapatkan pelatihan kepemimpinan tetapi dapat memimpin suatu bangsa. ada pemimpin yang dilahirkan dan ada juga yang dididik atau dilatih.

Soekarno, Mahatma Gandhi, Jhon F Kennedy, Mandela, King, dan Mahathir adalah pemimpin hebat. Mereka sepertinya lahir untuk menjadi pemimpin. Sepertinya bakat pemimpin telah melekat dalam diri mereka. Sepertinya Tuhan telah memberikan bakat itu sejak mereka dalam belaian orang tuanya. Mereka terlahir sebagai pemimpin.

Masalahnya kini, apakah seorang pemimpin memang semata-mata dilahirkan? Ini pertanyaan besar. Walau pada faktanya, sifat-sifat kepemimpinan tidak bisa dimiliki semua orang. Sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menikmati anugerah kepemimpinan. Karenanya, bagaimana sesungguhnya asal mula pemimpin?

Dalam konteks individu manusia, Pemimpin itu DILAHIRKAN. Hadist Rasulullah bahwa “setiap diri manusia adalah PEMIMPIN, dan akan dimintakan pertanggungjawaban dari yang dipimpinnya”. Chris Lowney dalam bukunya Heroic Leadership mengatakan setiap orang adalah pemimpin dan setiap orang memimpin sepanjang waktu dengan caranya masing-masing.

Pada sosok pemimpin yang DILAHIRKAN, karakter kepemimpinan melekat dengan pribadi pemimpin. Karakter itu merupakan talenta unik yang belum tentu dimiliki oleh orang lain. Ia menjadi unik dengan para pemimpin pada jamannya. Sang pemimpin, mungkin, tidak mampu merumuskan secara teoritis-ilmiah tentang gaya kepemimpinannya. Ia hanya mampu mengaplikasikan talenta yang dimilikinya. Lalu para akademisi/ilmuwan merumuskannya dan kemudian menelurkan berbagai teori kepemimpinan yang dipotret dari pemimpin itu sendiri. Teori-teori yang dilahirkan pun dipelajari dan menjadi role model kepemimpinan masa kini.

Dalam Konteks Organisasi, Pemimpin itu DIJADIKAN. Menurut Vince Lombardi Pemimpin tidak dilahirkan tetapi dijadikan. Dan mereka tercipta melalui kerja keras. Itulah harga yang harus kita bayar untuk meraih tujuan berharga. US Navy mendefinisikan pemimpin adalah sosok yang memiliki seni membangkitkan semangat, memandu, dan mengarahkan orang lain sehingga orang tersebut melakukan apa yang dikatakan oleh sang pemimpin.

Pemimpin yang DIJADIKAN karakternya memperkuat prinsip dan ideologis yang kokoh terutama perjuangannya untuk kepentingan yang dipimpinnya. Bukan kepentingan diri, kelompok, dan suporter politisnya. Ia harus mampu menegakan hukum dan menjalankan roda kepemimpinan melalui rel hukum.

John Maxwell menyatakan bahwa “Pemimpin adalah pengaruh.” Pemimpin adalah seseorang yang dapat menjalankan fungsinya sebagai penyemangat, pemandu, pengarah, pencipta kultur berbasis visi dan tata nilai sehingga dapat memberikan pengaruh kepada yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Dalam literatur-literatur kepemimpinan yang lain, ada tiga buah konsep dasar mengenai asal-usul pemimpin. Ketiga teori tersebut adalah teori genetis, sosial, dan sintesis.

Yang pertama, teori genetis. Teori genetis mengatakan bahwa pemimpin itu dilahirkan. Kepemimpinan mengikuti garis keturunan. Kepemimpinan adalah bakat yang telah ada sejak seseorang dilahirkan.

Kedua: teori sosial. Teori ini mengatakan bahwa pemimpin lebih merupakan bentukan sosial. Pemimpin datang dari lingkungan sosial yang membentuknya. Intinya, menurut teori sosial, pemimpin bukan bakat, melainkan suatu proses penciptaan oleh lingkungan sosialnya.

Namun, kedua teori tadi sangat bersifat deterministik: pemimpin semata-mata hanya ditentukan oleh gen (garis keturunan) atau oleh lingkungan sosial. Pemimpin itu adalah seorang yang dilahirkan (memiliki bakat pemimpin) dan juga telah dipupuk oleh lingkungannya. Pemimpin bukan hanya bakat, tetapi juga harus memperoleh dukungan dari kelompok sosialnya, agar bakat itu bisa tumbuh berkembang. Inilah teori ketiga. Teori ini menggabungkan teori genetis dan teori sosial. Karena itu teori yang ketiga ini dikenal dengan sebutan teori sintesis.

Jujur saja, saya tidak sepenuhnya sepakat dengan ketiga teori di atas. Walau pada kenyataanya bahwa ada pemimpin itu ada yang dilahirkan. Namun, ada juga pemimpin itu hanya diciptakan oleh lingkungan sosialnya. Saya lebih tidak sependapat dengan teori sintesis yang cuma menggabungkan teori genetis dan sosial.

Bagi saya, jiwa pemimpin adalah kualitas pribadi. Pemimpin itu dapat diolah dan dipoles secara sadar oleh si individu itu sendiri. Jiwa pemimpin, selain terkait dengan bakat, kepemimpinan juga ada hubungan dengan kondisi sosial. Kepemimpinan adalah proses sadar dari sang calon pemimpin untuk suatu saat siap menjadi pemimpin. Artinya, dia mempersiapkan dirinya sendiri untuk siaga menjadi pemimpin di masa depan. Atas dasar itu, siapapun bisa menjadi pemimpin. Minimal pemimpin bagi diri sendiri, keluarga dan organisasi yang digelutinya.

Jadi, pemimpin itu bukanlah hal yang tidak terbatas. Namun, banyak faktor yang dapat menjadi pembatas hingga munculnya sang pemimpin menjadi sangat terbatas. Hakikatnya pemimpin yang DILAHIRKAN dengan pemimpin yang DIJADIKAN tidak sama dan menampilkan dua sisi karakteristik kepemimpinan yang berbeda.

"Disusun dengan beberapa sumber_Jurnal-45"

Oleh : La Ode Muh Fardan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar