Rabu, 15 Juni 2016

Pemimpin Itu Dilahirkan atau Diadakan ?

Oleh : L.M.F

Jurnal_45 : Tidak bisa dipungkiri bila banyak orang kagum pada Bung Karno, juga terinspirasi Mahatma Gandhi (maha = besar, atma = jiwa, jadi mahatma berarti jiwa yang besar). Orang terpesona oleh John F. Kennedy, kagum pada Hitler, dan salut pada Nelson Mandela.

Tak sedikit pula yang kagum pada kegigihan Martin Luther King, kepintaran Abdurrachman Wahid, kejujuran Nurcholish Madjid, kecerdasan Jalaluddin Rakhmat, semangat Mahathir Mohamad. Mereka semua menyimpan fakultas (kualitas) kepemimpinan.

Dalam kehidupan kita, kita menjumpai pemimpin-pemimpin yang mempunyai kharisma sejak lahir dan mampu memimpin teman-temannya, menanjak dalam karir dan menduduki posisi kepemimpinan yang sangat penting. Dalam hal ini pemimpin tersebut memang benar-benar memiliki kemampuan kepemimpinan sejak lahir.

Ada pula yang menjadi pemimpin setelah usia tertentu. Dalam sejarah, kita juga menemukan pemimpin-pemimpin yang tidak pernah mendapatkan pelatihan kepemimpinan tetapi dapat memimpin suatu bangsa. ada pemimpin yang dilahirkan dan ada juga yang dididik atau dilatih.

Soekarno, Mahatma Gandhi, Jhon F Kennedy, Mandela, King, dan Mahathir adalah pemimpin hebat. Mereka sepertinya lahir untuk menjadi pemimpin. Sepertinya bakat pemimpin telah melekat dalam diri mereka. Sepertinya Tuhan telah memberikan bakat itu sejak mereka dalam belaian orang tuanya. Mereka terlahir sebagai pemimpin.

Masalahnya kini, apakah seorang pemimpin memang semata-mata dilahirkan? Ini pertanyaan besar. Walau pada faktanya, sifat-sifat kepemimpinan tidak bisa dimiliki semua orang. Sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang bisa menikmati anugerah kepemimpinan. Karenanya, bagaimana sesungguhnya asal mula pemimpin?

Dalam konteks individu manusia, Pemimpin itu DILAHIRKAN. Hadist Rasulullah bahwa “setiap diri manusia adalah PEMIMPIN, dan akan dimintakan pertanggungjawaban dari yang dipimpinnya”. Chris Lowney dalam bukunya Heroic Leadership mengatakan setiap orang adalah pemimpin dan setiap orang memimpin sepanjang waktu dengan caranya masing-masing.

Pada sosok pemimpin yang DILAHIRKAN, karakter kepemimpinan melekat dengan pribadi pemimpin. Karakter itu merupakan talenta unik yang belum tentu dimiliki oleh orang lain. Ia menjadi unik dengan para pemimpin pada jamannya. Sang pemimpin, mungkin, tidak mampu merumuskan secara teoritis-ilmiah tentang gaya kepemimpinannya. Ia hanya mampu mengaplikasikan talenta yang dimilikinya. Lalu para akademisi/ilmuwan merumuskannya dan kemudian menelurkan berbagai teori kepemimpinan yang dipotret dari pemimpin itu sendiri. Teori-teori yang dilahirkan pun dipelajari dan menjadi role model kepemimpinan masa kini.

Dalam Konteks Organisasi, Pemimpin itu DIJADIKAN. Menurut Vince Lombardi Pemimpin tidak dilahirkan tetapi dijadikan. Dan mereka tercipta melalui kerja keras. Itulah harga yang harus kita bayar untuk meraih tujuan berharga. US Navy mendefinisikan pemimpin adalah sosok yang memiliki seni membangkitkan semangat, memandu, dan mengarahkan orang lain sehingga orang tersebut melakukan apa yang dikatakan oleh sang pemimpin.

Pemimpin yang DIJADIKAN karakternya memperkuat prinsip dan ideologis yang kokoh terutama perjuangannya untuk kepentingan yang dipimpinnya. Bukan kepentingan diri, kelompok, dan suporter politisnya. Ia harus mampu menegakan hukum dan menjalankan roda kepemimpinan melalui rel hukum.

John Maxwell menyatakan bahwa “Pemimpin adalah pengaruh.” Pemimpin adalah seseorang yang dapat menjalankan fungsinya sebagai penyemangat, pemandu, pengarah, pencipta kultur berbasis visi dan tata nilai sehingga dapat memberikan pengaruh kepada yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

Dalam literatur-literatur kepemimpinan yang lain, ada tiga buah konsep dasar mengenai asal-usul pemimpin. Ketiga teori tersebut adalah teori genetis, sosial, dan sintesis.

Yang pertama, teori genetis. Teori genetis mengatakan bahwa pemimpin itu dilahirkan. Kepemimpinan mengikuti garis keturunan. Kepemimpinan adalah bakat yang telah ada sejak seseorang dilahirkan.

Kedua: teori sosial. Teori ini mengatakan bahwa pemimpin lebih merupakan bentukan sosial. Pemimpin datang dari lingkungan sosial yang membentuknya. Intinya, menurut teori sosial, pemimpin bukan bakat, melainkan suatu proses penciptaan oleh lingkungan sosialnya.

Namun, kedua teori tadi sangat bersifat deterministik: pemimpin semata-mata hanya ditentukan oleh gen (garis keturunan) atau oleh lingkungan sosial. Pemimpin itu adalah seorang yang dilahirkan (memiliki bakat pemimpin) dan juga telah dipupuk oleh lingkungannya. Pemimpin bukan hanya bakat, tetapi juga harus memperoleh dukungan dari kelompok sosialnya, agar bakat itu bisa tumbuh berkembang. Inilah teori ketiga. Teori ini menggabungkan teori genetis dan teori sosial. Karena itu teori yang ketiga ini dikenal dengan sebutan teori sintesis.

Jujur saja, saya tidak sepenuhnya sepakat dengan ketiga teori di atas. Walau pada kenyataanya bahwa ada pemimpin itu ada yang dilahirkan. Namun, ada juga pemimpin itu hanya diciptakan oleh lingkungan sosialnya. Saya lebih tidak sependapat dengan teori sintesis yang cuma menggabungkan teori genetis dan sosial.

Bagi saya, jiwa pemimpin adalah kualitas pribadi. Pemimpin itu dapat diolah dan dipoles secara sadar oleh si individu itu sendiri. Jiwa pemimpin, selain terkait dengan bakat, kepemimpinan juga ada hubungan dengan kondisi sosial. Kepemimpinan adalah proses sadar dari sang calon pemimpin untuk suatu saat siap menjadi pemimpin. Artinya, dia mempersiapkan dirinya sendiri untuk siaga menjadi pemimpin di masa depan. Atas dasar itu, siapapun bisa menjadi pemimpin. Minimal pemimpin bagi diri sendiri, keluarga dan organisasi yang digelutinya.

Jadi, pemimpin itu bukanlah hal yang tidak terbatas. Namun, banyak faktor yang dapat menjadi pembatas hingga munculnya sang pemimpin menjadi sangat terbatas. Hakikatnya pemimpin yang DILAHIRKAN dengan pemimpin yang DIJADIKAN tidak sama dan menampilkan dua sisi karakteristik kepemimpinan yang berbeda.

"Disusun dengan beberapa sumber_Jurnal-45"

Oleh : La Ode Muh Fardan

Selasa, 14 Juni 2016

CoretanKu


Mudah-mudahan bisa berguna bagi pembaca dan para mahasiswa baru yang masih idealis. Mari bergerak membangun bangsa!

(Di sisi lain, saya cukup bangga bisa mengutip Buku She Hok Gie dalam tulisan serius, tanpa terkesan lucu).

——– Tulisan dimulai di sini —————-

“Setiap generasi muda akan selalu melampaui pendahulu Kita” – Bungkarno "Nama ini mengingatkan penulis pada keadaan Indonesia sekarang". Setelah hampir 76 tahun merdeka, apakah Indonesia telah melampaui para pendahulunya, yaitu para pejuang dan pahlawan kita yang telah mewariskan kepada kita negara yang kaya akan sumber daya alam dan keanekaragaman budaya ini? Apakah kita, generasi muda, masyarakat pada umumnya dan mahasiswa khususnya, telah menjalankan peranannya masing-masing dengan baik?

Tulisan ini dibuat terkait dengan mahasiswa yang menjadi “*agent of change*” dari bangsa ini, yang menentukan apa jadinya bangsa ini beberapa dekade kedepan. Pencitraan kekerasan yang dibuat oleh mahasiswa sendiri maupun pemerintah telah mengubah paradigma masyarakat kepada mahasiswa. Mahasiswa yang seharusnya dekat dengan rakyat, yang seharusnya menyuarakan apa yang diinginkan rakyat, telah menjadi jauh dari masyarakat. Mahasiswa yang seharusnya mempertanyakan setiap kebohongan yang ada telah menjadi pelaku kebohongan. Mahasiswa yang merupakan sosok intelek berubah menjadi sosok yang anarkis dan penuh kekerasan.

Kenapa bisa berubah?

Sama seperti kita tidak dapat mencegah siang berganti ke malam, tentunya perubahan, baik yang positif maupun yang negatif, tidak dapat kita hentikan. Perubahan memang diperlukan, namun ada baiknya perubahan itu selalu diawasi dan diarahkan ke arah yang positif.

Indonesia dilahirkan oleh perjuangan mahasiswa yang belajar di negri Belanda. Pada masa itu (sekitar tahun 1940-an) mahasiswa memiliki peranan yang sangat besar dalam perjuangan melawan penjajah. Dari pidato-pidato Bung Karno yang membangkitkan motivasi sampai pendebat-pendebat penjajah di negri asing seperti Perhimpunan Indonesia milik Bung Hatta semuanya melibatkan mahasiswa. Mahasiswa pada saat itu memiliki pernan penting dalam sejarah bangsa kita. Mungkin hal ini yang menyebabkan perkembangan negara Indonesia dari dulu sampai sekarang diidentikkan dengan perkembangan gerakan mahasiswanya. Tetapi zaman telah berubah.

Tak lagi seperti pada zaman penjajahan dimana perkembangan bangsa ini masih berfokus pada perkembangan politis yang membutuhkan banyak pidato-pidato yang baik dan memotivasi rakyat maupun debat-debat dengan negara asing untuk memajukan bangsa, sekarang perkembangan bangsa Indonesia cenderung lebih signifikan dan luas dalam bidang ekonomi / finansial masyarakat luas demi kesejahteraan bangsa. Kalau dulu kita membutuhkan semangat nasionalis dengan bentuk motivasi / gerakan merdeka sekarang sudah berubah jauh. Kita sekarang lebih membutuhkan semangat nasionalisme dalam bentuk kesejahteraan hidup materi dan finansial daripada semangat motivasi seperti mahasiswa pada zaman dulu yang suka berpidato dan berdebat.

Zaman sekarang lebih dibutuhkan mahasiswa yang dapat melakukan sesuatu yang riil dalam menciptakan kesejahteraan, yang tentunya tidak dapat dicapai hanya dengan kata-kata motivasi. Dengan zaman dan keadaan yang berubah, kebanyakan mahasiswa di negara kita tidak mengikuti perkembangan itu, sehingga pastinya pandangan masyarakat kepada mahasiswa menjadi berubah.

Apa yang dapat dilakukan mahasiswa untuk negara?

Menilai dari apa yang telah dilakukan mahasiswa sekarang, tentunya kita tahu, demonstrasi seperti yang dilakukan mahasiswa sekarang tidak menghasilkan apa-apa. Perdebatan-perdebatan maupun diskusi terbuka yang dilakukan oleh kaum intelektual bangsa ini juga hanya membawa dampak yang sangat kecil pada kemajuan bangsa dan negara kita. Yang menjadi pertanyaan, kalau apa yang telah dilakukan sekarang tidak dapat menyelesaikan permasalahan bangsa ini, apa yang dapat mahasiswa lakukan agar bangsa ini dapat terus berkembang?

Kenyataannya, disaat masyarakat mengalami penderitaan karena berbagai marginalisasi yg dilakukan penguasa, kita justru melihat mahasiswa sibuk tawuran antar sesamanya, menjadi pemakai narkoba, menjadi agen hedonisme dan materialisme bahkan menjadi makelar politik penguasa yg korup. Jika demikian pantaskah gelar “maha” itu diletakkan dalam pundak mahasiswa?

Mahasiswa seharusnya mengerti akan tanggung jawab yang dipikulnya sangat berat. Seperti kata pepatah kuno, “*with great power comes great responsibilities*”, mengemban nama “maha” tentunya membuat kita memiliki tanggung jawab yang “maha” juga. Tanggung jawab sebesar apa yang dipikul mahasiswa? Yaitu tanggung jawab untuk menentukan masa depan bangsa ini, tanggung jawab untuk menentukan nasib ratusan juta orang rakyat Indonesia.

Menurut pandangan penulis, setidaknya ada 3 jenis mahasiswa yang ada di Indonesia sekarang, yaitu :

Mahasiswa yang menjadikan demonstrasi hanya sebagai ajang untuk unjuk gigi, agar dirinya dapat dikenal sebagai mahasiswa yang oke, mahasiswa yang ikut-ikutan demonstrasi untuk bolos masuk kuliah. Mahasiswa seperti ini tidak benar-benar memperdulikan rakyat maupun negaranya. Dan mahasiswa seperti inilah yang biasanya melakukan aksi-aksi anarkis maupun terlibat dalam bentrok dengan aparat keamanan pada saat demonstrasi.Mahasiswa yang tidak mempedulikan keadaan politik sekitarnya. Mereka hanya berusaha untuk belajar dengan baik, yang penting datang ke kuliah, mengikuti ujian, dan lulus dengan IP yang bagus. Mereka tidak memperdulikan apakah BBM akan dinaikkan harganya, maupun siapa-siapa saja yang akan berpartisipasi dalam pemilu 2009.Mahasiswa yang benar-benar memperhatikan dan memperdulikan nasib bangsa. Mahasiswa yang memikirkan apa yang dapat dilakukan olehnya untuk bangsa ini. Mereka biasanya menyuarakan keadilan, berdemonstrasi dengan tenang dan mengikuti aturan, mengikuti perdebatan-perdebatan maupun diskusi untuk memajukan bangsa ini.

Celakanya (menurut pengamatan penulis), yang menjadi minoritas adalah mahasiswa golongan ketiga. Penulis sendiri malu menjadi mahasiswa yang termasuk dalam golongan kedua, yang kalaupun perduli, tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk bangsa ini.

Melihat mahasiswa saat ini, mahasiswa sudah terdegradasi kemahaannya. Kampus sudah menjadi ajang fashion show dan perkumpulan pemabuk maupun penjudi. Apakah mahasiswa yang seperti ini layak untuk menjadi penerus bangsa kita? Apakah mereka layak menjadi penentu nasib ratusan juta jiwa rakyat Indonesia?

Mahasiswa yang benar-benar memikirkan nasib bangsanya tahu, jawaban dari inflasi dan segala kesulitan ekonomi bukanlah merengek-rengek dan berteriak minta tolong. Jawaban dari tekanan ekonomi ialah peningkatan produktivitas. Produktivitas dimana-mana, baik di kelas, di tempat kerja, maupun di masyarakat. Jadi, jawaban dari segala kesulitan rakyat yang ada bukan dengan hanya sibuk berdemonstrasi.

Bergeraklah. Bekerjalah. Jalankan roda ekonomi negara kita. Buka lapangan kerja, berikan pendidikan yang meningkatkan produktivitas (yang secara langsung maupun tidak akan meningkatkan pendapatan). Belajar keras, karena saingan kita adalah Malaysia, Singapura, RRT, Korea, Filiphina, bahkan negara-negara maju di barat seperti Inggris dan Amerika. Membuka lapangan kerja tidak hanya terbatas pada memiliki modal besar. Lapangan kerja terkadang berasal dari energi, pemikiran, dan usaha. Daripada berdemonstrasi yang seringkali berakhir dengan bentrok atau aksi anarkis kenapa tidak melakukan transfer pengetahuan dari yang sanggup mengenyam pendidikan di perguruan tinggi ke mereka yang tidak sanggup?

Maksimalkan kemampuan yang dimiliki. Sesuaikan apa yang dikerjakan dengan apa yang dipelajari. Mahasiswa Teknik dapat melakukan riset ataupun menciptakan barang-barang yang berguna bagi masyarakat dalam berbagai lapisan. Mahasiswa Ekonomi dapat membuka unit-unit usaha secara struktural maupun mengkaji kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil oleh pemerintah. Mahasiswa Hukum dengan keahliannya dapat membuat masyarakat menjadi sadar dan taat akan hukum. Indonesia memiliki terlalu banyak potensi yang tidak digali. Beberapa penemuan maupun inovasi yang dilakukan oleh kita telah membuat negara-negara maju berdecak kagum.

Kembalikan pandangan masyarakat ke mahasiswa yang menjadi agent of change,* iron stock, dan *guardian of valueAgent of change tidak memerlukan dukungan dari masyarakat, karena masyarakat kita cukup pintar untuk menilai. Apabila kelihatannya membawa perubahan yang baik, rakyat tentunya akan mendukung dengan sendirinya. Rakyat selalu dekat dengan mereka yang senasib dan sepenanggungan, yang mengerti dan perduli dengan apa yang mereka rasakan. Rakyat tidak perduli apakah yang senasib dan sepenanggungan dengan mereka itu adalah mahasiswa, presiden, atau bahkan tukang beca. Tidak selalu menjadi patokan bahwa mahasiswa itu dekat dengan rakyat. Kalau yang dilakukan hanya berpestapora, menyebabkan kerusuhan, tidak perduli dengan keadaan, senang di atas penderitaan orang lain, baik mahasiswa maupun pejabat tentunya akan menjadi jauh dengan rakyat.

Demonstrasi adalah cara paling mudah dan paling sederhana untuk menunjukkan suatu aksi. Tidak perlu membaca buku yang tebal-tebal, tanpa perlu pusing mengerjakan tugas-tugas kuliah, tidak perlu belajar keras berbulan-bulan hanya untuk mengerti satu mata kuliah, tidak perlu memikirkan berapa IP yang didapat, tanpa perlu memperdulikan apa yang harus dilakukan 10 sampai 20 tahun kedepan, tanpa perlu memikirkan apakah BBM di Indonesia masih cukup untuk rakyatnya 20 sampai 30 tahun ke depan. Yang penting demo, urusan seperti itu dapat dikesampingkan.

Tapi, apakah kita mau dan ingin menjadi mahasiswa yang seperti itu? Apakah kita masih layak menyandang gelar “maha” bila kita berpikri seperti itu? Pantaskah nasib 200 juta orang dipertaruhkan di tangan kita apabila kita masih memiliki pemikiran yang demikian ? Mari kita isi kemerdekaan kita ini dengan hal-hal positif yang dapat memajukan bangsa ini. Kita bangun bangsa Indonesia menjadi bangsa yang besar dan disegani di seluruh dunia. Lakukan perubahan terhadap bangsa ini agar kita dapat benar-benar layak menyandang gelar “Maha”.

Oleh : La Ode Muh Fardan

Senin, 13 Juni 2016

Positif dan Optimis dalam Hidup


“Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh, jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang yang tidak pernah mencoba melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua”. ( Buya Hamka )

Kata-kata ulama besar Alm. Prof. Dr. Hamka diatas demikian menyentuh, mengobarkan semangat kita agar jangan pernah mengeluh apalagi menyerah. Selama hayat masih dikandung badan dan selama nafas belum sampai tenggorokan, selalu tanamkan sikap optimis, berbaik sangka dan berfikir positif !. Belajar bagaimana jadi optimis dapat jadi sesuatu yang sangat sulit, khususnya bagi seseorang yang cenderung memandang segala sesuatu dengan skeptis. Seseorang yang optimis tidak ‘buta kebahagiaan’ atau mengabaikan permasalahan. Tapi sebaliknya melakukan pilihan secara terus menerus untuk merespon dalam tindakan yang membangun baik dalam keadaan positif ataupun negatif. Tapi sebenarnya setiap orang bisa mengembangkan diri untuk selalu berpikir positif. Tentunya dengan niat yang kuat dan bersungguh hati menerapkannya.

1. Perbedaan dari orang yang berpikiran positif dan orang berpikiran negatif adalah bagaimana mereka menghadapi sebuah situasi. Seorang yang pesimis melihat sebuah kejadian buruk sebagai sesuatu yang mempengaruhi seluruh kehidupannya, terlihat dari pernyataan seperti ‘Tak pernah ada hal bagus yang terjadi padaku.’ Atau ‘tentu saja ini akan berakibat buruk…bagaimana jadinya hidupku nanti?’ Saat mengalami kejadian buruk membuat si pesimis semakin yakin kalau mereka korban ketidakberuntungan. Beda dengan seorang yang optimis, biasanya memiliki kemampuan untuk mengisolasi hal-hal negatif dan menjaga sikap serta pemikiran bahwa apa yang dialaminya hanya sebuah kejadian, bagian dari keseluruhan hidupnya.

2. Seorang yang berpikiran optimis melihat kegagalan sebagai kemunduran sesaat, bukan sebuah kondisi yang permanen. Perbedaan dari cara pandang seorang yang berpikiran pesimis. Seorang yang memiliki pemikiran optimis memahami bahwa saat mereka gagal bukan berarti mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk meraihnya, melainkan hanya sebuah pelajaran yang akan membawa mereka mencapai tujuan dengan cara lebih sempurna. Dengan belajar dari kesalahan, ke depannya mereka akan dapat mengurangi kesalahan dalam melakukan sesuatu dan pada akhirnya melakukan cara yang benar.

3. Orang-orang optimis memilih bersikap tenang dalam segala siatuasi buruk yang dihadapinya. Orang-orang optimis memahami bagaimana memisahkan emosi dari situasi yang dihadapinya ini dengan situasi yang sebenarnya, dan mereka memiliki kemampuan untuk tetap bertindak rasional, mengatasi situasi dengan kepala dingin di tengah tekanan.

4. Orang-orang optimis tidak menghadapi permasalahan secara pribadi tapi tetap bersikap obyektif dalam keadaan apa pun.

Jika kita telah memahami bagaimana menjadi seorang yang optimis di atas, dan mempraktekannya dalam keseharian, lalu mengubah kita menjadi seseorang yang berpikir positif. Jangan mengharapkan orang-orang di sekeliling kita langsung menghargai sikap optimis ini, persiapkan diri untuk mengatasi segala hal negatif tersebut. Berfikir positif- positifve thinking juga perlu kewaspadaan. Dalam keseharian kita perlu berfikir positif. Tentu saja tanpa harus kehilangan kewaspadaan !.

Peran Ayah Dalam Kehidupan

Senyummu memancarkan kerinduan..
Sinar matamu memancarkan harapan..
Wajahmu memancarkan kesedihan-kesedihan yang begitu mendalam dan batinmu memikul segala beban yang begitu berat, Namun hatimu tetap tegar menghadapi semua ini.
Sehingga membuatmu kokoh dalam hidup walaupun begitu banyak penderitaan yang selalu datang silih berganti.

Hembusan nafasmu menandakan akan keletihan hidup ini. Namun semangatmu tak pernah pudar untuk menjalani hidup ini.
Segala suka dan duka telah engkau lalui tapi sekilas hanya beban dan penderitaan yang engkau rasakan.
Harapan-harapanmu kini mulai sirna dimakan oleh waktu hingga membuatmu semakin tak berdaya. Namun sekali lagi semangatmu selalu tegar serta kokoh dan membuatmu tetap bertahan dalam menjalaninya.

AYAH... Harapan-harapanmu begitu besar.

AYAH... Beban-beban yang engkau pikul begitu berat.

AYAH... Engkau tau anak-anakmu sekarang banyak menanggung beban, namun hatimu tetap tegar menyikapinya.

AYAH.. Seakan engkau selalu diselimuti awan kelabu yang tiada henti, tapi semangatmu yang begitu besar hingga membuatmu selalu tabah menjalaninya.
Ku hanya bisa menangis dalam hati...
Ku percaya Tuhan akan melindungimu..
Ku percaya suatu saat Tuhan akan mengirimkan angin kesejukan padamu...
amiiin...

Jurnal Seorang Sahabat

Kadang-kadang aku terfikir kenapa diri ini ditakdirkan ada masalah yang besar…
yang kadang-kadang tak dapat ku fikirkan cara penyelesaian…
Namun setelah hari demi hari berlalu, masalah itu pergi mengikut masa…
Maka baru ku sedar masalah itu dapat ku atasi…

Keesokan harinya, masalah lain pula yang menimpa…
Tangisan demi tangisan dicurahkan kepada sahabatku…
Kadang-kadang ku bertanya mengapa ujian ini tidak berakhir…
Namun baru ku sedar, makin banyak masalah, makin dekat aku dengan Illahi Yang Maha Esa…

Hari ini lembaran baru buat diriku,
Seperti bunga yang sedang mekar mengembang di taman,
Burung berkicau-kicauan berzikir di pagi hari,
Hembusan bayu bertemankan bulan di malam hari,
Itulah diari seorang pejuang….

#Oleh La Ode Muh Fardan ||D 4 N Maret||

Kamis, 19 Mei 2016

Suara Rakyat Kecil

Aku rakyat kecil di bumi pertiwi

Berlatih bicara dan mengkaji

Menyuarakan suara nurani nan suci

Bimbinglah aku , Bapak negeri

Arahkan aku, ibu negeri

Agar aku mengerti

Kemana arah berlayarnya bahtera negeri

Aku rakyat kecil di negeri ini

Ingin berlatih membangun negeri

Bimbinglah aku belajar mandiri

Agar tak jadi korban ambisi

Aku rakyat kecil di bumi ini

Jangan ajari aku untuk  obral berjanji

Ajari aku untuk tunjukkan bukti

Agar tumbuh percaya diri

Mampu mengendalikan diri sendiri

Aku rakyat kecil di negeri ini

Mendambakan hidup aman,damai dan lestari

Keadilan dan kejujuran dijunjung tinggi

Aku rakyat kecil di negeri ini

Hanaya mampu berdoa untuk keutuhan negara

Berdoa untuk persatuan dan kesatuan bangsa

Berdoa  untuk kebahagiaan bersama

Berdoa untuk kemajuan dan kejayaan bangsa

Aku rakyat kecil di bumi pertiwi

Mampukah untuk membenahi negeri ?

Mampukah mewujudkan tujuan pendiri negeri ?

CatatanKu : Rakyat Miskin bagi Koruptor

By fardan ode

Wahai penguasa, pejabat dan wakil rakyat yang terhormat

Tidakkah hatimu pilu bila melihat fondasi bangunan rumahmu yaitu negaramu hancur...

Tidakkah hatimu pilu bila melihat kekayaan negara dikorupsi beramai-ramai untuk keuntungan pribadi...

Tidakkah hatimu pilu bila aparat semakin hari lebih memilih hanya memperhatikan ketebalan dompet sendiri daripada jiwa melayani bagi masyarakat dan bangsa...

Tidakkah hatimu pilu bila tidak ada aparat yang berani berkorban untuk mengatasi permasalahan di masyarakat tetapi malah membuat permasalahan sebagai komoditas yang mampu diperdagangkan di bawah meja...

Tidakkah hatimu pilu bila dana yang dipakai untuk pendidikan bangsa dan negara khususnya bagi rakyat miskin dikorupsi secara berjamaah..

Tidakkah hatimu pilu bila dana yang ddipakai untuk kesehatan masyarakat di nusantara khususnya bagi rakyat miskin disunat secara massal dari atas ke bawah...

Tidakkah hatimu pilu bila dana pembangunan bangsa dan negara khususnya bagi rakyat miskin dimakan oleh koruptor baik yang kelas kakap maupun kelas teri..

Mengapa yang kau cemaskan hanya kursimu yang empuk, kasurmu yang tebal, egoisme hatimu yang senantiasa seperti serigala mencari mangsa, dan pikiran yang serasa ingin selalu menguasai dunia...

Wahai penguasa, pejabat dan wakil rakyat yang terhormat

Masih banyak jutaan, puluhan juta dan mungkin ratusan juta rakyat miskin di negeri ini..

Mungkin mereka semua bisa kau tipu dengan suara yang bisa dikarang indah..

Tetapi hati nurani para pahlawan bangsa yang sudah berjuang dengan darah dan keringat sejak bangsa ini selalu dijajah..

Tidak akan bisa kau tipu..

Mereka sedang menangis darah melihat masa depan bangsa pelan-pelan hilang oleh nafsu dan hasrat kekuasaan di atas segala-galanya

Oh, bangsa Indonesia..

Sungguh malang nasibmu mempunyai pemimpin-pemimpin yang tidak layak menjadi pemimpin...

By Fardan Ode

Ingatlah Kami



DENGARKAN SUARA KAMI

Kami hanyalah segerombol kaum bawah
Kaum yang kau anggap sampah
Tak peduli mulut tajammu berkata apa
Kami datang untuk menuntut

Tuntutan yang sebenarnya sepele
Tapi karna terlalu lama tak kau dengar
Semua ini menjadi menggunung
Dan takkan mampu kau selesaikan

Hanya tuan yang bersihlah yang mampu
Mampu membawa suara rakyatmu ini
Suara-suara yang tak kau dengar
Bagai angin berlalu

Ingatlah kau berdiri atas kepercayaan kami
Tak peduli kau ini siapa
Tuan agung kah
Atau tuan tuli

Oleh : Muh Fardan

Air Mata Para Buru

Begitu deras arus

Sungai kehidupan,

Menerjang tak tertahankan 

menggilas habis karat-karat makna

menggugah diri untuk berlari,

Bergerak menuju arena perjuangan,

Terompet waktu memanggil

Tandanya harus berhamba,

Namun badan hanya kelemahan

Hingga tersandar di pojok itu lemas 

kaku,

Menanti rezeki

Dari perut bumi

Untuk sesuap nasi ibu pertiwi

Adakah yang memberi…?

Keras

Ya…memang keras,

Aku bernafas harus berdesakan

Dengan virus yang mengganas,

Merusak sendi tangan dan kaki

Buruh yang keji…

Terjebak jeruji besi

Merengkuh dalam perut bumi…

Suaranya kini tersendat, serak

Seraya mohon belaskasih

Si saudagar anak negeri,

Namun diri kini menyepi

Mengidap sakit kelaliman hati,

Yang tak lagi menyuka cinta ini…

Diam…

Haruskah diam,

Kapan berucap, sampai langit menghujan kasih?

Tidak…aku tetaplah aku,

Tapi langit tak mungkin menjawab,

Namun dia pasti berbuat…


By L.M.F

Syair Tentang Rasa

apatis

aku hanya menunjuk dengan mata, tak tajam namun mengena
kepada barisan bagan-bagan di tengah samudera
seraya kuceritakan kepada awal senja tentang pusara
yang tak kuberi nama
hanya kutaburi bunga-bunga kota

aku terpaku....
gemuruh tak kurasa gaduh..
desir angin, debur ombak pun tak nampak

kemana indera-ku
tersesatkah kau semasa di kota
ataukah
telah mati ketika terhempas ombak
membuih dan terbawa angin laut?

aku bisu.. di antara ceracau jiwa yang memuntahkan jutaan kata pada tiap denyut nadi
aku tuli.. manakala teriakan mereka sengaja terarah ke telinga
mungkin hanya mata yang masih mampu melihat jerit mereka
....aku.. mati kata
...aku.. mati rasa

Syair Cerita Kami

lambai cerita

Bagaimana caranya aku membuka cerita pada penghujung hari, sedangkan hati masih selalu terikat pada "pangkal" pagi?!.
bagaimana aku bisa aku kehilir sedang di hulu ini masih memasung jantung..!!
gemericik suara air di sungai, dan desau angin yang ditambah suara daun buluh yang saling beradu semakin mengikat erat, seakan bersenandung dan berkata "tetaplah disini, dengarkan simphony kami", kami pastikan kami takkan berhenti memainkan melodi", atau setidaknya kami bisa menghalau sepi".
enggan aku tinggalkan, karena senandungnya tak pernah mengenal kebosanan.

namun aku harus mencapai malam, menempuh pematang siang, kumpulan awan dan kepingan-kepingan senja cakrawala.
kuingin berlari diatas titian pelangi
di lamun malam bersama para pecinta bulan....

Syair Tentang Narasi

narasi pasrah

masih kubaca narasimu, ketika kini maupun dahulu
masih tersimpan dan tak hilang dari ingatan

namun aku lupa.. dimana letak titik dan koma
menghilang susunan urutan waktunya...
kemana..???

biarkan.. biarkan hilang di lauatan
bukankan sesudah angin berangsur gelombang?
membawa serta cerita bersama nahkoda
kemudi terbawa, bukan mengembang layar sebilah asa!

biar saja... biarkan hilang
ketika pekatnya darah tak bisa memutar haluan
rasi-rasi takkan sesatkan tujuan

Syair Jiwa yang Merana

“TANGISAN JIWA”

Ribuan kata tak akan mampu menuturkan duka yang kualami
Jutaan rasa tak akan mampu melukiskan lara hati yang kurasa
Ratusan purnama tak akan mampu menggantikan hari-hariku yang telah lalu.
Dimana bahagia pernah menghampiriku ketika ia bersamaku….bersama menentang badai, bersama menatap matahari..bersama mengintip malam.
Luka mampu kubalut, kesedihan kujadikan rona dalam hidup, derita dan tangis kuubah menjadi irama jiwaku….saat bersamanya!!!!!

Tapi sekarang ia pergi…bersama angin mengembara…terbang jauh.
Dan aku tak pernah tahu apakah ada niatnya untuk kembali bersamaku mengarungi lautan duka dan sungai airmata.
Ia adalah matahari hidupku….hidupku gelap tanpanya
Ia adalah purnama hidupku…hidupku kelam tanpanya
Ia adalah lagu jiwaku…jiwaku hampa tanpanya

Gemericik air sudah tak mampu kudengar
Sejuknya angin sudah tak mampu kurasa
Hangatnya mentari sudah tak mampu kunikmati
Aku buta dalam penglihatanku
Aku kaku dalam duniaku
Aku mati dalam jiwaku
Ia telah pergi…mewujudkan keinginannya…mencapai impiannya..menembus malam…menantang matahari…menguji kekuatannya..meninggalkanku seorang diri…
Ia telah pergi..membawa semua cintaku…semua asaku
Tak pernah kuduga ia tega meninggalkanku dalam dunia ciptaanya
Ia ajak aku kedunia yang baru…yang membuatku bagaikan seorang dewi kebahagiaan yang dipenuhi aroma cinta.

Dewi malam pernah tertunduk malu manatap sinar wajahku
Matahari pernah takluk dikakiku manatap pesona jiwaku
Burung-burung membisu menyaksikan keceriaanku mengalahkan ribuan syair cinta yang dialunkan seoarang bidadari
Rusna latifah: Tapi itu hilang dalam semalam…ketika kurasakan ia kan meninggalkanku…tanpa kata-kata…
Dan ia benar-benar telah meninggalkankau karena cintanya…
Ia enggan membawaku..ia campakkan aku kembali keduia nyata yang dipenuhi duka..derita dan air mata.

Kebahagiaanku kurasa bagaikan sembilu
Keceriaanku bagaikan gerhana
Tak ada yang dapat kunikmati tanpanya…aku adalah orang pertama yang berenang dalam genangan airmataku..dan aku tahu ini tak ada akhir..
Bahkan aku ragu apakah Tuhanku mampu mengakhiri lukaku..deritaku…tanpa kematian jiwaku…

Oleh : LMF. Rs

Syair Jiwa yang Merana

“TANGISAN JIWA”

Ribuan kata tak akan mampu menuturkan duka yang kualami
Jutaan rasa tak akan mampu melukiskan lara hati yang kurasa
Ratusan purnama tak akan mampu menggantikan hari-hariku yang telah lalu.
Dimana bahagia pernah menghampiriku ketika ia bersamaku….bersama menentang badai, bersama menatap matahari..bersama mengintip malam.
Luka mampu kubalut, kesedihan kujadikan rona dalam hidup, derita dan tangis kuubah menjadi irama jiwaku….saat bersamanya!!!!!

Tapi sekarang ia pergi…bersama angin mengembara…terbang jauh.
Dan aku tak pernah tahu apakah ada niatnya untuk kembali bersamaku mengarungi lautan duka dan sungai airmata.
Ia adalah matahari hidupku….hidupku gelap tanpanya
Ia adalah purnama hidupku…hidupku kelam tanpanya
Ia adalah lagu jiwaku…jiwaku hampa tanpanya

Gemericik air sudah tak mampu kudengar
Sejuknya angin sudah tak mampu kurasa
Hangatnya mentari sudah tak mampu kunikmati
Aku buta dalam penglihatanku
Aku kaku dalam duniaku
Aku mati dalam jiwaku
Ia telah pergi…mewujudkan keinginannya…mencapai impiannya..menembus malam…menantang matahari…menguji kekuatannya..meninggalkanku seorang diri…
Ia telah pergi..membawa semua cintaku…semua asaku
Tak pernah kuduga ia tega meninggalkanku dalam dunia ciptaanya
Ia ajak aku kedunia yang baru…yang membuatku bagaikan seorang dewi kebahagiaan yang dipenuhi aroma cinta.

Dewi malam pernah tertunduk malu manatap sinar wajahku
Matahari pernah takluk dikakiku manatap pesona jiwaku
Burung-burung membisu menyaksikan keceriaanku mengalahkan ribuan syair cinta yang dialunkan seoarang bidadari
Rusna latifah: Tapi itu hilang dalam semalam…ketika kurasakan ia kan meninggalkanku…tanpa kata-kata…
Dan ia benar-benar telah meninggalkankau karena cintanya…
Ia enggan membawaku..ia campakkan aku kembali keduia nyata yang dipenuhi duka..derita dan air mata.

Kebahagiaanku kurasa bagaikan sembilu
Keceriaanku bagaikan gerhana
Tak ada yang dapat kunikmati tanpanya…aku adalah orang pertama yang berenang dalam genangan airmataku..dan aku tahu ini tak ada akhir..
Bahkan aku ragu apakah Tuhanku mampu mengakhiri lukaku..deritaku…tanpa kematian jiwaku…

Oleh : LMF. Rs

Tugas ProposalKu : KODE ETIK JURNALISTIK

By : La Ode Muh Fardan

Tugas ProposalKu : KODE ETIK JURNALISTIK

BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Wartawan adalah sebuah profesi, Dengan kata lain, wartwan adalah seorang profesional. Seperti halnya dokter, bidan, guru atau pengacara. Dalam menjalankan profesinya, seorang wartawan harus dengan sadar menjalankan tugas, hak, kewajiban dan fungsinya yakni mengemukakan apa yang sebenarnya terjadi. Sebagai seorang profesional, seorang wartawan harus turun ke lapangan untuk meliput suatu peristiwayang bisa terjadi kapan saja. Bahkan, wartawan kadangkala harus bekerja menghadapi bahaya untuk mendapatkan berita terbaru dan original.
Selain itu wartawan harus mematuhi kode etik jurnalistik, misalnya wartawan tidak menyebarkan berita yang bersifat dusta, fitnah, sadis dan cabul serta tidak menyebutkan identitas korban kejahatan susila. wartawan menghargai dan menghormati hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar, wartawan tidak dibenarkan menjiplak, wartawan tidak diperkenankan menerima sogokan, dsb. Dalam melaksanakan kode etik junelistik tidak semudah membalikkan telapak tangan. banyak hambatan yang harus dilalui untuk menjadi wartawan yang profesional.
kode etik harus menjadi landasan moral atau etika profesi yang bisa menjadi operasional dalam menegakkan integritas dan profesionalitas wartawan. Penetapan kode etik guna menjamin tegakanya kebebasan pers serta terpenuhinya hak – hak masyarakat.
Wartawan memiliki kebebasan pers yakni kebebasan mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Meskipun demikian, kebebasan disini dibatasi dengan kewajiban menghormati norma norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat.
1.2 Tujuan
Suatu sistem pers di Indonesia bagaimana sebaiknya pers itu dapat melaksanakan kebebasan dan tanggung jawabnya. Pers dalam sejarah Indonesia memiliki peran yang efektif debagai jembatan komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri.
Pers sebagai salah satu unsur media masa yang hadir ditengah masyarakat bersama dengan lembaga masyarakat alinnya harus mampu menjadikan diri sebagai forum pertukaran fikiran, komenter, dan kritik yang bersifat menyeluruh dan tuntas, tidak membedakankelompok, golongan dan agama.
Pers dalam kehidupannya memiliki tanggung jawab yang harus dipikul dalam konteksnya sebagai media. Macam dan sifat tanggung jawab pers bersifat relatif di tiap negara namun pada dasarnya semua tanggung jawab tersebut berlandaskan pada Kode etik pers yang mana merupakan dasar dari cara kerja pers. Dalam bekerja pers harus mempertanggung jawabkan pekerjaannya terhadap beberapa pihak yakni :
1.Tanggung jawab kepada media tempatnya bekerja
2.tanggung jawab sosial atas kewajibannya dalam menyampaikan informasi kepada publik secara keseluruhan
3.tanggung jawab dan kewajiban pada UU yang ada.
4.Tanggung jawab kepada masyarakat luas sehubungan dengan silai – nilai universal.
Makalah ini disusun dengan tujuan agar Pembaca mengerti terhadap kode etik yang ada pada tubuh pers, sehingga bagi mereka yang memiliki cita –cita dalam bidang jurnalistik akan mengerti terhadap apa yang dimaksud dengan kode atik pers.

BAB II
RUMUSAN MASALAH
Setelah membaca dan mempelajari materi dari kode etik jurnalistik secara garis besar kami telah mendapatkan rumusan masalah dari makalah ini yang disusun secara sistematis yakni sebagai berikut :
1.Apa yang dimaksud dengan kode etik jurnalistik ?
2.bagaimana sistem pers di Indonesia ?
3.Jelaskan UU pers di Indonesia !
4.Apa yang dimaksud Etika Pers ?
5.Bagaimanaah pers yang bebas dan bertanggung jawab ?
6.Apa yang dimaksud pers pancasila ?
7.Apa saja macam dan sifat tanggung jawab pers ?
8.Sebutkan dan jelaskan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan KEJ !

BAB III
PEMECAHAN MASALAH
Kode etik jurnalistik (KEJ) merupakan aturan mengenai perilaku dan pertimbangan moral yang harus dianut dan ditaati oleh media pers dalam siarannya. Kode Etik Jurnalistik pertama kali dikeluarkan oleh PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) yang antara lain :
1.Berita diperoleh dengan cara jujur
2.Meneliti kebenaran suatu berita atau keterangan sebelum disiarkan (check dan recheck).
3.Sebisanya membedakan yang nyata (fact) dan pendapat (opinion)
4.Menghargai dan melindungi kedudukan sumber yang tidak mau disebut namanya.
5.Tidak memberitakan berita yang diberikan secara off the record (four eyes only)
6.Dengan jujur menyebutkan sumber dalam mengutip berita atau tulisan dari suatu surat kabar atau penerbitan, untuk kesetiakawanan profesi
Ketika Indonesia memasuki ere reformasi dengn berakhirnya rezim orde baru, organisasi wartawan yang awalnya tunggal yakni hanya PWI, menjadi banyak. Maka KEJ pun hanya berlaku bagi wartawan anggota dari PWI. Namun demikian, organisasi jurnalistik lainnya pun merasa akan pentingnya kode etik jurnalistik. Pada tanggal 6 Agustus 1999, sebanyak 24 dari 26 organisasi wartawan berkumpul di Bandung dan Menandatangani Kode Etiik Wartawan Indonesia (KEWI). Sebagian besar isinya mirip dengan KEJ PWI. KEWI perintikan tujuh hal sebagai berikut. :
1.Wartawan Indonesia menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
2.Wartawan Indonesia menempuh tatacara yang etis dalam memperoleh dan menyiarkan informasi dan memberikan identitas kepada sumber informasi.
3.Wartawan Indonesia menghormati asas praduga takbersalah, tidak mencampur adukkan fakta dengan opini, berimbang, dan selalu meneliti kebenaran informasi serta tidak melakukan plagiat.
4.Wartawan Indonesia tidak menyebarkan informasi yang bersifat dusta, fitnah, sadis, cabul, serta tidak menyebutkan identitas korban jejahatan susila.
5.Wartawan Indonesia tidak menerima suap dan tidak menyalahgunakan profesi.
6.Wartawan Indonesia memiliki hak tolak, menghargai ketentuan embargoinformasi latar belakang, dan off the record sesuai kesepakatan .
7.Wartawan segera mencabut dan meralat kekeliruan dalam pemberitaan serta melayani hak jawab.
KEWI kemudian ditetapkan sebagai Kode Etik yang berlaku bagi seluruh wartawan Indonesia. Penetapan dilakukan dewan pers sebagaimana diamanatkan UU No. 40 Tahun 1999 tentang pers melalui SK Dewan Pers No. 1/SK-DP/2000 tanggal 20 juni tahun 2000. Penerapak kode etik itu juga menjamin tegakknya kebebasan pers serta terpenuhinya hak – hak masyarakat. Kode Etik harus menjadi sebagai landasan moral atau etika profesi yang bisa jadi pedoman profesionalitas wartawan. Pengawasan dan penetapan sanksi ata pelanggaran Kode Etik tersebut sepenuhnya diserahkan kepada jajarn pers dan dilaksanakan oleh organisasi yang dibentuk untuk itu.
KEWI harus mendapat perhatian penuh dari semua wartawan. Hal ini jika memang benar –benar ingin menegakkan citradan posisi wartawan sebagai kaum profesional. Paling tidak KWI diawasi secara Internal oleh pemilik atau manajemen radaksi masing – masing media masa.
Pers dalam menjalankan fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya, haruslah menghormati hak asasi setiap orang. Oleh sebab itu pers dituntut untuk profesional dan terbuka. Pers memiliki peranan penting dalam menegakkan HAM. Pers Juga elaksanakan kontrol sosial (Social Control) untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan keuasaan baik korupsi, kolusi dan nepotisme. maupun penyelewengan dan penyimpangan lainnya.
Suatu sistem pers di Indonesia diciptakan untukmnentukan begaimana seharusnya pers dapat menjalankan kebebasan dan tanggung jawabnya. Pers dalam sejarah Indonesia memiliki peran yang efektif debagai jembatan komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri.
Dengan demikian, sistem pers di Indonesia tidak lain adalas sistep pers yang berlaku di Indonesia. Kata Indonesia adalah pemberi, sifat, warna, dan kekhasan pasda sistem pers tersebut. Dalam kenyataan dapat ditemukan perbedaan – perbedaan esensial sistem pers Indonesia dari satu periode ke periode yang lain. misalnya sistem pers demokrasi liberal, sistem pers demokrasi terpimpin, sistem pers demokrasi Pancasila dan sistem pers di era reformasi, meskipun falsafah negara tidak berubah.
Pers Indonesia diatur dalam UU pers No. 40 Tahn 1999. Ini merupakan UU pers yang baru, memuat berbagai perubahan sistem pers yang mendasar atau sistem pers sebelumnya. hal ini dimaksudkan afgar pers berfungsi secara maksimal seperti diamanatkan oleh pasal 28 UUD 1945. Fungsi yang maksimal tersebut diperlukan karena kemerdekaan pers adalah suatu perwujudan kedaulata rakyat dan merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan bermasyaralkat, berbangsa dan bernegara yang demokratis.
Pencabutan undang undang yang lama dan digantikannya denga yang baru hakikatnya merupakan pencerminan adanya perbedaan nilai – nilai dasar politis ideologis antara orde baru dengan orde reformasi. hal ini tampak jelas pada konsideransi undang – undang pers yang baru. Dalam konsideransi itu antara lain dinyatakan bahwa undang – undang tentang ketentuan pers yang lama dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembanngan zaman.
Lahirnya UU pers yang baru Mno. 40 tahun 1999 didasarkan atas pertimbangan bahwa UU No.11 Tahun 1966 tentang ketentuan pokok pers sebagaimana telah diubah lagi dengan UU Nu. 04 Tahun 1967 dan diubah lagi dengan UU No. 21 Tahun 1982. Dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman.
Falsafah di bidang moral pers yaitu mengenai kewajiban – kewajiban pers, baik dan buruknya ers, pers yang benar, dan pers yang mengatur perilaku pers di namakan etika pers. Dengan kata lain, etika pers berbicara tentang apa yang seharusnya dilakukan orang – orang yang terlibat dalam kegiatan pera. Sumber etika pers adalah kesadaran moral, yaitu pengetahuan baik dan buruk, benar dan salah, tepat maupun tidak bagi orang yang terlibat dalam kegiatan pers.
Wartawan memiliki kebebasan yang disebut kebebasan pers, yakni kebebasan mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi. UU No. 40 Tahun 1999 tentang pers menyebutkan, Kebebasan pers terjamin sebagai hak asasi warga negara., bahkan pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pelarangan penyiaran (pasal 4 ayat 1). Pihak yang mencoba menghalangi kemerdekaan pers dapat dikenai tindak pidana penjara maksimal 2 (dua) tahun atau denda Rp. 500 jt (pasal 18 ayat 1). Meskipun demikian kebebasan disini dibatasi dengan kewajiban menghormati norma – norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas preduga tak bersalah (pasal 5 ayat 1).
Seluruh wartawan Indonesia harus menjunjung tinggi konstitusi dan menegakkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab, mematuhi norma – norma profesi kewartawanan, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perbedaan abadi, dan keadilan sosial berdasarkan pancasila
Prof. Oemar Sono Adji, dalam bukunya berjudul “Hukum Kebebasan Pers ” mengutip J.C.T Simorangkir, SH, menyimpulkan mengenai kebebasan pers di ndonesia, adalah sebagai berikut :
1.Hukum Indonesia telah mengakui/ mengatur / menjamin perihal perilaku kebebasan pers.
2.Kebebasan pers Indonesia tidak dapat dilihat / diukur semata – mata dengan kaca mata luar negeri.
3.Ciri kebebasan pers di Indonesia adalah :
a.pers bebas yang bertanggung jawab.
b.Pers yang sehat.
c.Pers sebagai penyebar informasi yang objektif.
d.Pers sebagai penyalur aspirasi rakyat dan meluangkan komunikasi dan partisipatif masyarakat.
e.Pers yang melakukan kontrol konstruktif
f.Terdapat interaksi positif antara pers, pemerintah dan masyarakat.
4.Kebebasan Pers diakui, dijamin dan dilaksanakan di Indonesia dalam rangka melaksanakan demokrasi Pancasila.
Menurut S. Tasrif tentangdiakui dan dijaminnya kebebasan pers dalm suatu negara, apabila negara yang bersangkutan memiliki tiga syarat berikut :
1.Tidak ada kewajiban menurut hukum untuk meminta surat izin terbit bagi penerbitan pers.
2.Tidak ada wewenang menurut hukum pada pemerintahan untuk melakukan penyensoran.
3.Tidak ada wewenang menurut hukum pada pemerintahan untuk melakukan penerbitan pers
Pers sebagai salah satu unsur media masa yang hadir ditengah masyarakat bersama dengan lembaga masyarakat alinnya harus mampu menjadikan diri sebagai forum pertukaran fikiran, komenter, dan kritik yang bersifat menyeluruh dan tuntas, tidak membedakankelompok, golongan dan agama. Semuanya harus mendapat porsi yang seimbang. Jika ada masalah dalam masyarakat, pers berupaya untuk menjernihkan persoalan, dan bukannya menambah keruhnya masalah yang ada.
Kehidupan pers nasional Indonesia merupakan produk dari sistem nilai yang ada dalam masyarakat yang kemudian diproyeksikan dalam bentuk kegiatan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan kegiatan jurnalistik pers nasional harus berlandaskan dengan :
1.Landasan Idiil : Falsafah pancasila (Pembukaan UUD 1945)
2.Landasan Konstitusional : UUD 1945
3.Landasan yuridis : Undang – Undang Pokok pers
4.Landasan Profesional : Kode Etik Jurnalistik
5.Landasan etis : Tata nilai yang berlaku dalam masyarakat.
Pers dalam kehidupannya memiliki tanggung jawab yang harus dipikul dalam konteksnya sebagai media. Macam dan sifat tanggung jawab pers bersifat relatif di tiap negara namun pada dasarnya semua tanggung jawab tersebut berlandaskan pada Kode etik pers yang mana merupakan dasar dari cara kerja pers. Dalam bekerja pers harus mempertanggung jawabkan pekerjaannya terhadap beberapa pihak yakni :
5.Tanggung jawab kepada media tempatnya bekerja
6.tanggung jawab sosial atas kewajibannya dalam menyampaikan informasi kepada publik secara keseluruhan
7.tanggung jawab dan kewajiban pada UU yang ada.
8.Tanggung jawab kepada masyarakat luas sehubungan dengan silai – nilai universal.
Tanggung jawab bersifat formal karena didalam Negara hokum, setiap kekuasaan memiliki ketentuan hukum tersebut.
Tnggung jawab moral memberikan jiwa dan semangat kepada tanggimg jawab formal. Bertolak dari tanggung jawab moral, tanggung jawab formalharus diihat kritis dan realistis. Tanggung jawab pers memberikan sumbangan pikiran agar ketentuan formal dapat selalu diprrbaharui tanggung jawab formal harus fleksibel dan tidak menghambat pembangunan nasional.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pers Indonesia atau pers pancasila yang orientasi, sikap, dan tingkah lakunya berdasarkan nilai – nilai pancasila dan UUD 1945. Sedangkan pers pembangunan merupakan pers pancasila dalam pembangunan Indonesia yang berbangsa, bermasyarakat dan berngara.
Pers yang sehat, bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya merupakan sikap dari pers Indonesia yaitu sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif, dan penyalur aspirasi masyarakat. Dengan adanya pers Indonesia (pers pancasila) maka rasa saling percaya dalam tujuannya untuk mencapai masyarakat yang bebas, demokratis dan bertanggung jawab.
Selain itu wartawan harus mematuhi kode etik jurnalistik, misalnya wartawan tidak menyebarkan berita yang bersifat dusta, fitnah, sadis dan cabul serta tidak menyebutkan identitas korban kejahatan susila. wartawan menghargai dan menghormati hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar, wartawan tidak dibenarkan menjiplak, wartawan tidak diperkenankan menerima sogokan, dsb. Dalam melaksanakan kode etik junelistik tidak semudah membalikkan telapak tangan. banyak hambatan yang harus dilalui untuk menjadi wartawan yang profesional.
Pers sebagai salah satu unsur media masa yang hadir ditengah masyarakat bersama dengan lembaga masyarakat alinnya harus mampu menjadikan diri sebagai forum pertukaran fikiran, komenter, dan kritik yang bersifat menyeluruh dan tuntas, tidak membedakankelompok, golongan dan agama. Semuanya harus mendapat porsi yang seimbang. Jika ada masalah dalam masyarakat, pers berupaya untuk menjernihkan persoalan, dan bukannya menambah keruhnya masalah yang ada.
4.2 Saran
Pers dalam menjalankan fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya, haruslah menghormati hak asasi setiap orang. Oleh sebab itu pers dituntut untuk profesional dan terbuka. Pers memiliki peranan penting dalam menegakkan HAM. Pers Juga elaksanakan kontrol sosial (Social Control) untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan keuasaan baik korupsi, kolusi dan nepotisme. maupun penyelewengan dan penyimpangan lainnya.
Suatu sistem pers di Indonesia diciptakan untukmnentukan begaimana seharusnya pers dapat menjalankan kebebasan dan tanggung jawabnya. Pers dalam sejarah Indonesia memiliki peran yang efektif debagai jembatan komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri.
Seluruh wartawan Indonesia harus menjunjung tinggi konstitusi dan menegakkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab, mematuhi norma – norma profesi kewartawanan, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perbedaan abadi, dan keadilan sosial berdasarkan pancasila.
Diharapkan dengan semakin berjalannya waktu cara kerja dan etika pers menjadi lebih baik sehingga wartawan atau pers di Indonesia lebih dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien.

By : L.M.F

Daftar Organisasi Wartawan Indonesia


Daftar Organisasi Wartawan Indonesia :

By : L.M.F

1.Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)ketua: Tarman Azzam | wakil: Bambang Sadono | alamat: Gedung Dewan Pers Lt. III.
Jl. Kebon Sirih 32-34 Jakarta.
Telp. (021) 3453131, 3862041.
Fax. (021) 3453175.
Homepage:.
E-mail : asiancaj@mega.net.id.

2.Sekretariat Wartawan Independen Indonesia (SWII).
Ketua : KRMH Gunarso G.Kusumadiningrat.
Wakil : Abdullah AZ Lestaluhu.
Alamat : Jl. Salemba Tengah No. 24.
Jakarta Pusat.
Telp. (021) 31901854.
Fax. (021) 31901856.
Homepage:.
E-mail :.

3.Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI).
Ketua : R. Priyo M. Ismail, SH.
Wakil : Sakata Barus.
Alamat : Gd. Dewan Pers Lantai IX.
Jl. Kebon Sirih 32-34.
Jakarta Pusat.
Telp. (021) 385 3064.
Homepage:.
E-mail :.

4.Himpunan Wartawan Muslim Indonesia (HIWAMI).
Ketua : H. Erwin Amril.
Wakil : H. Murjani, BA.
Alamat : Jl. Cempaka II/16,Duren Sawit, Jakarta Timur.
Telp. (021) 8605173, 8612363.
Fax. (021) 8605173.
Homepage:.
E-mail :.

5.Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI)
Ketua : Drs. M.A. Nasution,SH
Wakil : Achdar Syunany S
Alamat : Jl. Berlian Raya II Kav. 664
Sumur Batu, Cempaka Putih Jakarta Pusat,
Telp. (021) 9141651, 4201167
Fax. (021) 4223179, 4264930
Homepage:
E-mail :

6.Himpunan Insan Penulis dan Wartawan Indonesia (HIPWI)
Ketua : Drs. R.E. Hermawan. S. BSc.
Wakil : Drs. Himat R.J. Soeganjar
Alamat : Miramar Building Lt. III
Jl. Alun-alun Timur No. 1 Bandung.
Telp. (022)4215166
Homepage:
E-mail :

7.Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI)
Ketua : Darwin Hulalata
Wakil : Robin R. Purba
Alamat : Jl. Ikan Krapu Kolombo No. 8 B, Surabaya.
Telp. (031) 3544405
HP. 0818327467
Homepage:
E-mail :

8.Komite Wartawan Indonesia (KWI)
Ketua : Herwan Sagam
Wakil : H. Hutagalung
Alamat : Jl. Ikan Pari No. 72, Teluk Betung,Bandar Lampung.
Telp. (0721) 485863
Homepage:
E-mail :

9.Aliansi Jurnalistik Indonesia (ALJI)
Ketua : Rendy Soekamto
Wakil : M. Sokran Haris
Alamat : Griyo Mapan Santosa C.A No. 14, Waru, Surabaya
Telp. (031) 867 9970, 868 4321
HP. Rendi 081 23203235
Homepage:
E-mail :

10.Kesatuan Wartawan Demokrasi Indonesia (KEWADI)
Ketua : M. Suprapto S, Sos
Wakil : OK. Syahlan, BA
Alamat : Jl. Balap Sepeda IV No. 22 Jakarta Timur.
Telp & Fax. (021) 4703777
Homepage:
E-mail :

11.Asosiasi Wartawan Muslim (AWAM) Indonesia
Ketua : S. Satya Darma
Wakil : Drs. WS. Koencoro
Alamat : Jl. Raya Ceger No. 29 Jakarta Timur
Telp. (021) 844 4913
Homepage:
E-mail :

12.Ikatan Wartawan Republik Indonesia (IWARI)
Ketua : Drs. Robby S Rumbayan
Wakil : Andi Ichwan Azis
Alamat : Jl. Kepu Dalam II No. 49 Jakarta Pusat.
Telp. (021) 4203136
Fax. (021) 3150851
HP. 08129173082
Homepage:
E-mail :

13.Persatuan Wartawan Foto Indonesia (PWFI)
Ketua : H.M. Sampelan, SH
Wakil : Bambang Trimulyono
Alamat : Jl. Ngagel Jaya Selatan 14 Surabaya.
Telp. (031) 5614358
Fax. (031) 5014382.
Homepage:
E-mail :

14.Persatuan Wartawan Pelacak Indonesia (PEWARPI)
Ketua : Andi Amiruddin Mallarangan, DP
Wakil : Lasmi
Alamat : Jl. Salak V No.6. Dpk Tim.
Telp. (021) 7703957
Homepage:
E-mail :

15.Aliansi Jurnalis Independen(AJI)
Sekjen : Didik Supriyanto
Manajer Kantor: Puthut Yulianto
Alamat : Jl. LAN I No. 12 A Pejompongan Jakarta Pusat
Telp. (021)571 1044
Fax. (021)571 1063
Homepage : www.aji.or.id
E-mail : ajioffice@aji-indonesia.or.id

16.Serikat Pekerja Kewartawanan Indonesia Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
(SERIKAT PEWARTA)
Ketua : Maspendi
Wakil : Yatim Kelana
Alamat : Jl. Raya Pasar Minggu Km 17 No. 9
Jakarta Selatan.
Telp. (021) 7974359, 7988242
Fax. (021)7974361
Homepage:
E-mail :

17.Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)
Ketua : Haris Jauhari
Wakil : Nugroho S. Yudo
Alamat : Jl. Danau Poso D 1 No.18 Pejompongan, Jakarta Pusat
Telp. (021) 5707918,
Fax. (021) 5732911.
Homepage:
E-mail : mohfireman@yahoo.com

18.Himpunan Praktisi Penyiaran Indonesia (HPPI)
Ketua : Dr. H. Sutomo Parastho
Wakil : Drs. Samoel Pardede
Alamat : Jl. Raya Pondok Gede No.96 Jakarta Timur
Telp. (021) 8414311 – 13
Fax. (021) 8414314.
Homepage: www.prssni.or.id
E-mail : ppjkt@indosat.net.id

19.Serikat Pers Reformasi Nasional(SEPERNAS)
Ketua : Drs. G. Rusly
Wakil : Drs. Laode Hazirun
Alamat : BTP. Blok C – 40 Ujung Pandang
Homepage:
E-mail :

20.Asosiasi Wartawan Ekonomi (AWE)
Ketua : Firdaus Baderi
Wakil : Edo Kuntadi
Alamat : Jl. Kalibata Raya Rajawali Timur II No. 11, Jak-Sel
Telp. (021) 7984579, 7901978
Fax. (021) 7901040
Homepage:
E-mail:

21.Korps Wartawan Republik Indonesia (KOWRI)
Ketua : H. Lahmudin Bakry Nasution. (almarhum 19/04/01)
Wakil : A.F. Tahir Sam
Alamat : Jl. Kereta Api No. 1 Lt. II Gedung Stasiun Besar Kereta Api,
Medan
Telp. (061) 847 4180
Fax. (061) 415 8297
Homepage:
E-mail :

22.Ikatan Pers dan Penulis Indonesia (IPPI)
Ketua : H. Amir Hamzah Tamin, BA
Wakil : Amran Effendy Ritonga,BA
Alamat : Jl. H.M Joni Gg Asli No. 4 Medan.
Telp. (061) 7350881
Homepage:
E-mail :

23.Silaturahmi Wartawan Muslim Indonesia (SWAMI)
Ketua : H. Ramlan Mardjoned
Wakil : Drs. HM. Lutfie
Alamat : Jl. Salemba Tengah No. 19 Jakarta Pusat
Telp. (021) 3908679, 3154057
Fax. (021) 3153928
Homepage:
E-mail :

24.Ikatan Wartawati Indonesia (IWI)
Ketua : Rosihan Sinulingga, SH
Wakil : Dra. Rachel, SM
Alamat : Jl. Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu Maesonette No. 4,
Jakarta Timur.
Homepage:
E-mail :

25.Komite Wartawan Pelacak Profesional Indonesia(KO-WAPPI)
Ketua : Ida Faridah Lubis SH
Wakil :
Alamat : Jl. Yaktapena Raya Blok K-8 No. A 21, Komplek Pertamina
Pondok Ranji Ciputat 15412
Telp. (021) 740 8717
Homepage:
E-mail :
26.Persatuan Wartawan Reaksi Cepat Pelacak Kasus (PWRCPK)
Ketua : Jaja Supardja Ramli
Wakil : H. Zeid Arifin, SH
Alamat : Jl.Kapten Tendean Rt.010/01 No. 45 Mampang Prapatan,
Jakarta 12790
Telp. (021) 791 96124, 791 80132
Fax. (021) 791 98836
Homepage:
E-mail :

27.Asosiasi Solidaritas Wartawan Indonesia, Gerakan Moral Peduli Amanat
Rakyat (ASWARI GEMPAR)
Ketua : Drs. Achmad Murdjoko
Wakil : A.S. Nasution
Alamat : Jl. Cut Meutiah No. 14 Cikini, Jakarta Pusat
Telp. (021) 314 5304
Homepage:
E-mail :

28.Persatuan Wartawan Nasional Indonesia (PWNI)
Ketua : Endang Z Bahrudin
Wakil : M. Aritonang
Alamat : Jl. Petojo VIY 1 No. 40 Jakarta Pusat.
Telp. (021) 3500644
Homepage:
E-mail :

29.Persatuan Pers Nasional Indonesia (PPNI)
Ketua : Robin R. Purba
Wakil : Drs. Amir Candra
Alamat : Jl. Wiyung Indah Perumahan Taman Pondok Indah Blok G.10,
Surabaya
Telp. (031) 766 7785Jl.
Tipar Tengah No. 54 , RT 001/09, Mekarsari, Cimanggis,
Depok.
Telp. (021) 873 2731
Homepage:
E-mail :

30.Komite Wartawan Independen Indonesia (KWII)
Ketua : Ir. Arsyid Silajim, SH, MBA, MSc,MM
Wakil :
Alamat : Jl. Gajah Mada No. 88 Bandar Lampung
Telp. (0721) 252080, 8732731
Homepage:
E-mail :

31.Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI)
Ketua : Drs. Laxy Rumengan, MBA
Wakil :
Alamat : Gedung Wira Purusa LVRI DKI Jaya,
Jl. Raden Inten II/2, Jakarta Timur
Telp. (021) 9195680, 29143207
Fax. (021) 8651953.
Homepage:
E-mail :

32.Persatuan Wartawan Independen Indonesia (PWII)
Ketua : H. Hermansyah
Wakil :
Alamat : Jl. Dakota II-b No. 102-104 Bandar Kemayoran Jakarta
Telp. (021) 650 03770, 428 77066
HP 081 8920152
Homepage:
E-mail :
33.Komite Perlindungan Wartawan Indonesia (KPWI)
Ketua : Haris Jauhari
Wakil :
Alamat : Jl. Danau Poso 18, Bendungan Hilir, Jak. Pus.
Telp. (021) 5707918
Fax. (021) 5732911
Homepage:
E-mail :
34.Komite Jurnalis Indonesia (KJI)(Tidak ada kegiatan sejak 08/00 mnr si pemilik
rumah)
Ketua : Argo Pratomanugroho
Wakil : Wadie Maharief Z.A
Alamat : Jl. Lowanu No. 60 Sorosutan Umbulharjo, Yogyakarta 55162.
Telp. (0274) 371141
Fax. (0274) 375183
Homepage:
E-mail :

35.Komite Nasional Wartawan Indonesia (KOMNAS-WI)
Ketua : TM. Fauzie MS
Wakil : H. Hasan Ilyas
Alamat : Jl. Budi RT 01/08 No. 8 Cawang III – Jakarta Timur
Telp & Fax (021) 8006414
Homepage:
E-mail :

36.Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI)
Ketua : Taufiq Rahman, SH
Wakil : Titus Hutabarat
Alamat : Jl. Salemba Tengah No. 78 Jakarta Pusat
Telp. (021) 3912247, 3156085
Fax. (021) 3908595.
Homepage:
E-mail :
37.Gabungan Wartawan Indonesia (GAWANI)
Ketua : Fowa’a Hia
Wakil : Posma Hutapea
Alamat : Jl. H. Amsir No. 5, Sunter Jakarta Utara.
Telp. (021) 6506979.
Homepage:
E-mail :

38.Federasi Wartawan Independent Indonesia Baru (FWIIB)
Ketua : CNO Haznan A. Tanjung
Wakil : Eka Mediely, S.H
Alamat : Jl. Karunia No. 14 Rt. 08/03 Kelurahan Umban Sari Kecamatan
Rumbai Pekanbaru, Riau
Telp. (0761) 555 146, 555 149
HP. 081 1769627
Homepage:
E-mail :

 39.Persekutuan Oikumene Jurnalis Kristen Indonesia (PROJUSTISIA)
Ketua : Prof. Dr. Willy Karamoy M.A, APU
Wakil : Ev. Robinson Togap Siagian DSTP
Alamat : Wisma KORANDO
Jl. Swadaya VII No. 25 Depok.
Telp. (021) 772 01304
Fax. (021) 776 4887
Homepage:
E-mail :

40.Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi (PWI-REFORMASI)
Ketua : Budiman S. Hartoyo
Wakil : Edy Mulyadi
Alamat : Jl. Mangga II/45, Jatibening II, Pondokgede Bekasi 17412
Telp. (021) 847 8587
Pager 13022 ID 72351
HP: 0812 9909269
Homepage:
E-mail :pwiref-kornas@journalist.com

41.Aliansi Wartawan Indonesia (AWI)
Ketua : R. Mustapa, BSc
Wakil : Marihot Sitompul, BA
Alamat : Jl. PrAmuka Jati No. 5 Jakarta 10440 Jakarta Pusat
Telp/fax. (021) 924 9132
Homepage:
E-mail :

42.Komite Jurnalis Indonesia (KJI)
Ketua : Antarini Adam Malik
Wakil : Helmi Marpaung
Alamat : Jl. Diponegoro No. 17 Jakarta
Telp/fax. (021) 390 8588, 310 0495
Pager 13038-390 2828 pes. 17354
HP 0812 9927390
Homepage:
E-mail :yasogama@indosat.net.id

43.Ikatan Jurnalis Penegak Harkat dan Martabat Bangsa (IJAP HAMBA)
Ketua : Boyke M. Nainggolan, MBA
Wakil : Drs. M.K.P Sinuraya
Alamat : A1-15, Bukit Utara Road-Bukit Modern Estate Pondok Cabe
Telp. (021) 912 9714
Fax. (021) 747 04690Jl.
Bungur Besar Raya No. 40
Telp. (021) 420 8440
Homepage:
E-mail :pembahar@jakarta.wasantara.net.id

Jiwa Perjuangan

CatatanKu : Oleh : La Ode Muh Fardan

Suara gemuruh demonstran terdengar begitu lantang menyuarakan aspirasi rakyat. Berjalan kaki menuju singgahsana para anggota dewan yang katanya wakil dari rakyat. Berdiri di depan pagar, berteriak agar para anggota dewan dapat menemui mereka. Namun sayang, ketika aspira yang mereka suarakan tidak mendapat tanggapan, mereka malah bertindak anarkis seperti orang yang tak berpendidikan. Katanya ingin membantu rakyat namun nyatanya ketika mereka berdemonstrasi mereka malah menyusahkan rakyat. Apakah ini sosok yang akan memimpin bangsa ini kedepannya? Memperjuangkan hak rakyat adalah kewajiban bagi setiap kaum muda yang berintelektual. Sebagai generasi penerus dari bangsa yang akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa-bangsa lain. Seperti yang selalu diperbincangkan dan menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia bahwa Indonesia akan mencapai masa keemasannya pada tahun 2045 dan akan sejajar dengan negara-negara maju. Suatu prediksi sekaligus harapan bagi bangsa Indonesia kedepannya. Semua ini akan terwujud ketika para pemuda saat ini ingin bergerak maju dengan segala pemikiran dan kerja kerasnya. Pemimpin yang hebat bukan hanya pintar berbicara akan tetapi pintar dalam bertindak. Melakukan demonstrasi bukan suatu hal yang dilarang, bahkan pada masa runtuhnya orde baru pun para pemuda melakukan demonstrasi besar-besaran untuk meruntuhkan rezim Soeharto. Namun zaman telah berubah, sebagai generasi yang berintelektual harus memikirkan terlebih dahulu segala aspek sebelum melakukan demonstrasi. Jangan sampai ingin menyuarakan suara rakyat namun ujung-ujungnya menyusahkan rakyat. Karena banyak diantara para demonstran, ketika berdemonstrasi melakukan penrusakan sarana publik, pembakaran ban di jalan raya bahkan ada yang dengan sengaja memblokir jalan dengan truk yang disita. Pemandangan seperti itu sudah menjadi kebiasaan dikalangan pemuda. Potret yang begitu memilukan dari anak-anak bangsa yang selalu menggunakan kekerasan dalam bertindak tanpa memikirkan setiap resiko yang ditimbulkan. Ketika semua generasi muda seperti ini, yang selalu berlaku anarkis ketika menyuarakan suara rakyat, maka harapan bangsa di tahun 2045 hanya akan menjadi buah bibir saja. Menyikap permasalahan diatas, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menyuarakan suara rakyat, bukan hanya sekedar berdemonstrasi saja. Kegiatan yang dapat dilakukan dan memiliki dampak yang lebih baik adalah melalui tulisan. Seorang pemuda atau pun siapa saja dapat melakukan kritikannya melalui tulisan-tulisan, baik itu melalui surat kabar, buku-buku, puisi ataupun melalui sosial media. Namun, dalam membuat suatu tulisan harus tetap memperhatikan aspek etika di dalamnya. Apa bedanya seorang pemuda yang mengkritik melalui tulisan dengan berdemonstrasi secara langsung kalau bukan dari etika dalam penyampaiaannya. Hal lain yang menjadi keuntungan ketika seseorang membuat suatu tulisan, yakni tidak adanya orang yang dirugikan secara fisik, memobilisasi massa lebih banyak karena tulisan dapat dikirim melalui media sosial sehingga masyarakat dan pemerintah lebih cepat dan lebih mudah mengetahui maksud yang ingin disampaikan, tidak mengganggu aktivitas masyarakat baik aktivitas sosial maupun aktivitas ekonomi. Melalui tulisan pula, kritikan tidak akan pernah mati dan bahkan akan semakin bertambah. Inilah tugas dari generasi muda sekarang yang harus berperan aktif dalam membela dan memperjuangkan hak rakyat. Karena perjuangan tidak selamanya menggunakan fisik, akan tetapi sebagai orang yang terpelajaran harus menggunakan akal pikirannya untuk memecahkan segala permasalahan yang ada di negara ini. 

Oleh : La Ode Muh Fardan

Dalam Renungan Hidup

Jurnal_45||L.M.F||

Ketepatan dan kecepatan Anda dalam mengambil suatu tindakan akan sangat menentukan jalan hidup mana yang akan Anda pilih. Anda akan menjadi PEMENANG, ataupun sebaliknya. Sebagaimana halnya Anda harus mimilih jalan pada suatu perempatan. Maka Anda harus memilih sikap yang tepat agar bisa sampai ke tujuan. Seorang pemenang harus pantang menyerah, karena orang- orang yang mudah menyerah tidak mungkin akan menang.

Mengertilah bahwa kesulitan merupakan suatu cara untuk mencetak kita agar menjadi manusia- manusia yang tangguh. Seorang pelaut yang handal, tidak mungkin lahir dari Lautan yang tenang. Namun lahir dari ganasnya deburan ombak di lautan. Begitu pula dengan kita. Seorang manusia yang tangguh, lahir dari berbagai macam cobaan berat yang berhasil ia taklukkan.

Jatuh dan gagal itu biasa. Namun adanya niat dan semangat untuk bangkit, itu baru Luaar biasa!! Tidak penting sudah berapa kali Anda jatuh dan gagal. Namun yang paling penting adalah sudah berapa kali Anda bangkit dari keterpurukan. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda yang merupakan batu loncatan agar kita memiliki kekuatan yang lebih besar untuk mencapai tingkat kesuksesan yang jauh lebih tinggi. Not Trial and Error, but ‘Trial and LEARN’.

Cobaan yg menerpa kadang membuat kita tersungkur dan merintih kesakitan. Ujian yg menghadang seringkali membuat kita kuwalahan dan menumpahkan air mata yang tiada tara. Hembusan permasalahan yg tak kunjung reda membuat pundak dan kepala kita terasa sangat berat dan tak berdaya. Itulah semua tantangan yang harus kita hadapi dan taklukkan..

Adanya cobaan- cobaan berat menunjukkan kecintaan Allah yang luar biasa kepada hambanya. Rosulullah pun bersabda: “Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji, agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya)” (HR. Al-Baihaqi). Jangan pernah lari dari masalah, jika Anda lari dari masalah. Berarti Anda LARI dari kasih sayang Allah. Adanya masalah dan kerumitan dalam hidup ini justru akan membuat kita berTAHAN, dan lebih berTUHAN.

Jangan biarkan ‘nasib’ berkuasa dalam menentukan hidup Anda. BERJUANGLAH..!! Dan biarkan nasib yang ‘menyerah’, karena semangat dan keyakian Anda yang luar biasa. Sangat disayangkan, banyak teman kita yang belum bisa menerima keadaan yang mereka alami. Saat rangkaian cobaan menghantam, mereka ‘mengeluh’. Padahal adanya keluhan tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Namun justru hanya akan membuat keadaan menjadi jauh lebih buruk. Mengapa..?

Karena tiap kali kita mengeluh, rezeki kita justru akan semakin diundur sehingga pertolongan yang akan Allah berikan menjadi semakin jauh. Oleh sebab iti, kita harus senantiasa bersyukur agar rezeki kita semakin didekatkan dan ditambah nikmatnya. Allah pun berfirman :"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."(Q.S Ibrahim: 7).

Rosulullah juga bersabda, bahwa: “Ada 3 hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah, dan merahasiakan sodaqoh yang kita keluarkan” (HR. Ath-Thabrani).

Maka, jangan nodai usaha dan semangat Anda dengan keluhan. Nikmatilah proses kehidupan ini, dan rasakan kehadiran petunjukNya. Lihatlah… Begitu banyak kaum yang lemah, namun bisa mengalahkan kaum yang kuat. Dan begitu banyak kaum yang sedikit, namun bisa mengalahkan kaum yang banyak, karena semangat dan keyakinan mereka yang luar biasa, yang sama sekali tidak mengenal ‘Mengeluh’ dan ‘Menyerah’ dalam mengarungi hidup ini. “Kitalah PEMENANG…!! Dalam melawan deburan ombak kehidupan”.

Selamat berjuang para PEMENANG..!! Jangan Mengeluh dan jangan Menyerah..!!

Rabu, 18 Mei 2016

Menata Rezki dengan Sholat

Membuka Pintu Rizki dengan Shalat Dhuha

Kehidupan manusia selalu disibukkan oleh hiruk pikuk aktivitas mereka pada pagi hari, dengan kata lain hari demi hari mereka lewati tanpa ‘mengawali’ dengan sesuatu yang hakiki. Mereka melewatkan ‘suatu hal utama’ yang sebaiknya dilakukan. Namun mereka tidak menyadari, padahal ‘hal itu’ akan sangat membantu segala aktivits mereka sampai sore hari dan pada hari- hari berikutnya.

Ya, shalat dhuha adalah rahasianya. Shalat ini adalah shalat yang dianjurkan oleh Allah dan Rasulullah saw. Bahkan beliau berpesan 3 hal, yaitu : berpuasa tiga hari pada tiap- tiap bulan, menjalankan 2 rakaat shalat dhuha, dan untuk mengamalkan shalat witir sebelum tidur." (HR Bukhari dan Muslim).

Shalat dhuha akan menjadi senjata kita dalam mengatasi semua permasalahan dan sebagai anak tangga dalam membuka pintu- pintu rizki dariNya. Dalam kitab ‘An Nurain’ rosulullah bersabda: “Dua rekaat shalat dhuha dapat menarik rezeki dan menolak kefakiran".

Rizki dalam hal ini bukan berarti hanya materi. Namun lebih dari itu, rizki adalah kenikmatan yang sesuai dengan keadaan yang sedang kita alami. Rizkinya orang yang belum mendapat jodoh adalah mendapatkan jodohnya, rizkinya orang yang sedang tertimpa hutang adalah terlepas dari hutangnya, rizkinya orang yang masih menganggur adalah mendapatkan pekerjaan, dll.

Jumlah raka'atnya mulai 2 hingga 12 rakaat. Meskipun bernilai sunnah, shalat ini mengandung manfaat yang luar biasa. “Barang siapa yang melaksanakan shalat dhuha 2 rakaat, maka akan ditulis sebagai orang- orang yang tidak lalai dalam mengingat Allah. Barang siapa yang melaksanakan 4 rakaat, akan ditulis sebagai orang- orang yang suka beribadah. Barang siapa yang melaksanakan 6 rakaat, maka akan dicukupkan ia pada hari tersebut.

Barang siapa yang melaksanakan 8 rakaat, akan ditulis sebagai orang- orang yang selalu berbuat taat. Dan barang siapa yang melaksanakan 12 rakaat, maka Allah akan membina baginya mahligai di dalam Surga”. (HR At Thabrani). Dalam hadits lain dikatakan, “Barang siapa shalat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya Istana di Surga” (HR Tirmidzi dan Abu Majah).

Shalat Dhuha pun bisa melebur dosa- dosa yang kita miliki, dalam hal ini Rosulullah bersabda :“Barang siapa yang menjaga sembayang dhuha nya, niscaya diampuni Allah baginya segala dosa walaupun sebanyak buih di lautan” (HR Ibnu Majah dan At Thabrani).

Tidak hanya itu, Abdullah bin Buraidah meriwayatkan dari ayahnya, bahwa ia pernah mendengar Rosulullah SAW bersabda : “Di dalam tubuh manusia ada 360 ruas tulang. Ia harus disedekahkan untuk setiap ruasnya. Para shahabat bertanya, "Siapa yang sanggup melaksanakan itu, ya Rasulullah ? Beliau menjawab : "Dahak yang di masjid itu lalu ditutupinya dengan tanah, atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau, sekiranya tidak dapat melakukan itu, cukuplah diganti dengan mengerjakan 2 rakaat shalat dhuha." (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Tahukah Anda, bahwa kelak di Surga ada satu pintu yang disebut "Pintu Dhuha". Bila datang hari kiamat, terdengar seruan, "Manakah orang- orang yang membiasakan diri dengan shalat Dhuha? ini pintu kalian. Masukilah dengan Rahmat Allah." (HR At Thabrani). MasyaAllah.. Semoga pintu ini yang dapat mengantarkan kita memasuki SurgaNya.

Bagaimana dengan Anda..? Masihkah Anda melupakan shalat Dhuha dalam mengawali aktivitas Anda setiap harinya..? Rasulullah bersabda: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan 4 rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.”(HR Hakim dan Thabrani).

Cinta Pada Pandangan Agama

Mamahami Arti sebuah Cinta yang Sebenarnya

 Cinta… Ya. Itulah sepenggal kata yang sering kali diucapkan dan dirasakan oleh semua orang. Suatu bentuk ungkapan dan luapan perasaan seorang manusia. Tidak dapat dilihat… Tidak dapat disentuh… Namun dapat dirasakan, diluapkan, maupun dipendam. Kehadirannya kadang tiba- tiba, bagaikan kemarau panjang yang langsung terkena deburan air hujan. Bisa menyegarkan dan membahagiakan. Namun juga bisa menyakitkan. MasyaAllah…

Berbagai buku ditulis untuk mengungkap dan memahami arti sebuah cinta, mulai dari yang berjudul: ‘Pacaran dalam Islam’, ‘Ya Allah Aku sedang Jatuh Cinta’, ‘Jatuh Cinta itu Indah’, ‘Eifel I am in Love’, dll. Yang semuanya dijelaskan dalam puluhan, bahkan ratusan lembar untaian kata- kata. MasyaAllah…

Padahal cinta itu begitu sederhana, ia hanya terbagi menjadi 2 belahan, yaitu cinta yang abadi (cinta kepada sang ilahi), dan cinta yang fana (cinta kepada sesama manusia). Cinta yang ABADI selalu diliputi oleh perasaan senang, tenang, dan nyaman, karena perasaan ini terhubung langsung dengan sang ilahi. Sedangkan cinta yang FANA diliputi oleh nafsu, perasaan gelisah, tidak tenang, dan kadang menyakitkan.

Banyak sahabat kita yang terpuruk dalam kesedihan yang mendalam karena cinta yang fana. Ia disakiti bahkan dikhianati oleh orang- orang yang sangat mereka cintai. Astagfirullah hal’adzim… Padahal, adanya cinta sebenarnya akan membuat kita bahagia, bukan membuat kita sengsara dan merana. Memang tidak mudah, bagi orang yang sudah terikat oleh cinta yang fana untuk bangkit kembali dari kesedihan, karena perasaannya masih memikirkan zat yang fana pula. Dengan terlalu menyandarkan hati kita pada zat yang lemah, maka kita pun akan tumbuh menjadi pribadi yang lemah pula.

Maka, mulai saat ini jadilah orang- orang yang tangguh. Yang tidak pernah bersedih dan menangis hanya karena sebuah cinta yang fana. Jangan sandarkan jiwa dan hati Anda yang sucipada cinta yang bisa menyakiti. Waktu masih panjang dan masih begitu banyak impian yang belum kita raih dalam hidup ini. Oleh sebab itu, kita membutuhkan kekuatan cinta yang luar biasa yaitu Cinta yang abadi, cinta kepada sang ilahi.

Silahkan Anda mencintai orang- orang yang Anda cintai, tapi cintailah mereka dengan cinta yang sewajarnya. Seandainya Anda ditinggalkan atau disakiti olehnya, maka Anda tidak terpuruk dalam kesedihan yang mendalam dan dapat langsung bangkit dari keterpurukan, karena masih mempunyai 1 cinta abadi yang hakiki, yaitu cinta kepada sang ilahi. Cinta yang tulus dan tak pernah menyakiti… Cinta yang memberi kekuatan dan menyejukkan hati… Cinta yang murni dan berasal dari cahaya ilahi.

Curahkan cinta Anda lebih kepada Allah ta’ala, karena inilah yang menjadi bukti ketulusan iman dan ketaqwaan kita kepadaNya. Bahkan rosulullah pun bersabda: “Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya”. (HR. Abu Dawud).

Cinta yang fana belum tentu bisa membawa kita ke Surga.Namun cinta yang abadi dapat membawa kita ke Surga. Cintailah rosulullah, karena kelak orang- orang yang mencintai beliau akan dipertemukan dengan beliau di Surga. Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: “Bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah saw : Kapankah kiamat itu tiba? Rasulullah menjawab: Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya? Lelaki itu menjawab: “Aku Cinta Allah dan RasulNya”. Kemudian rasulullah bersabda: “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai” (bersama dengan rosul di Surga). (Shahih Muslim No.4775). MasyaAllah…

Jika Anda terlalu mencintai dan mengejar Dunia, maka Anda tidak mungkin mendapatkan Akhirat. Namun jika Anda mencintai dan mengejar Akhirat, maka Anda pasti mendapatkan keduanya (Dunia dan Akhirat). Mengapa..? Karena Akhirat tidak hanya mengajarkan kita bagaimana cara untuk memasukinya, tapi juga mengajarkan bagaimana kita untuk menaklukkan dan meraih apa yang terbaik di Dunia ini.

Bagaimana dengan Anda…? Masihkah Anda mengalirkan air mata kesedihan hanya karena sebuah cinta yang fana..? Dan sudahkah Anda mencintai Allah dan Rosulullah dalam cinta yang abadi..?Semoga sepenggal tulisan ini, dapat membantu Anda untuk lebih memahami arti sebuah cinta yang sebenarnya. Membuat Anda menjadi orang- orang tangguh, yang selalu mencintai Allah dan Rosulullah dalam ikatan cinta yang abadi. Allahumma Amiin…

By : Jurnal_45||L.M.F|| Mengapa Doa Kita Belum Dikabulkan..??

By : Jurnal_45||L.M.F||
Mengapa Doa Kita Belum Dikabulkan..??


Manusia adalah makhluk yang sangat lemah, tanpa adanya pertolongan dan belas kasihan yang Allah berikan, maka kita tidak akan dapat menjalani kehidupan ini dengan mudah. Masalah yang datang kadang membuat kita terpuruk dalam kesedihan. Kemudian kita memohon pertolongan dan kemudahan kepada zat yang Maha Pengasih dan Penyayang, Allah swt.

Ribuan doa telah kita panjatkan. Namun kenapa kadang doa kita belum dikabulkan..? Apa yang salah..? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, jangan lah menyalahkan Allah atas belum terkabulnya doa- doa kita. Jangan juga mengeluh dan berputus asa. Cobalah instropeksi kepada diri Anda sendiri, “Mengapa doaku tidak dikabulkan..??”

Ada 2 sebab mengapa doa kita ditolak: PERTAMA, kita tidak memperhatikan adab (tata cara) berdoa, misalnya harus bertobat (beristigfar) terlebih dahulu, disertai membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw, harus diakhiri dengan Al Fatikhah, pada saat kita sedang berpuasa, dan pada waktu yang tepat (setelah shalat fardhu, antara adzan dan iqomah, pada 1/3 malam yang terakhir, dll)

Rosulullah bersabda : “Allah turun ke langit dunia pada 1/3 malam yang terakhir dan berfirman : "Adakah orang yang berdo'a kepadaKu akan Kukabulkan? Adakah orang yang beristighfar kepada-Ku akan Kuampuni dosa- dosanya? Adakah orang yang mohon rezeki kepada-Ku akan Kuberinya rezeki? Adakah orang yang mohon dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitannya?" Yang demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (subuh). (HR. Ahmad

Alasan KEDUA adalah karena sifat dan perilaku kita yang masih buruk. Syaqiq Al Balkhi bercerita, ketika Ibrahim bin Adam berjalan- jalan di pasar Bashrah, orang- orang mengerumunibeliau. Kemudian mereka bertanya: “Mengapa Allah belum juga mengabulkan doa- doa kami setelah kami berdoa selama berahun- tahun..?” Padahal Allah berfirman: “Berdoalah kalian, maka akan Ku kabulkan”.

Ibrahim bin Adam mengatakan, “Hatimu telah mati dari 10 perkara”
1. Engkau mengenal Allah, tapi tidak menunaikan hak- hakNya.
2. Engkau membaca Kitab Allah, tapi tidak mengamalkan isinya.
3. Engkau mengaku bermusuhan dengan Iblis, tapi masih saja menuruti kenginginannya.
4. Engkau mengaku mencintai Rosulullah saw, tapi masih meninggalkan sifat dan sunah- sunah beliau.
5. Engkau mengaku menyenangi Surga, tapi tidak melakukan perbuatan untuk menuju kesana.
6. Engkau mengaku takut Neraka, tapi masih saja melakukan perbuatan dosa.
7. Engkau mengakui kematian itu hak, tapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
8. Engkau begitu asyik meneliti aib orang lain, tapi melupakan aib- aib dirimu sendiri.
9. Engkau makan rezeki dari Allah, tapi tidak bersyukur kepadaNya.
10. Engkau menguburkan orang- orang, tapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu.

Itulah berbagai sebab mengapa doa kita tidak dikabulkan, yakinlah bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Ia tidak mungkin membiarkan hambaNya berlarut- larut dalam masalah Dunia yang fana. Rosulullah bersabda: “Tiada seorang berdo'a kepada Allah dengan suatu do'a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari 3 hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani).

Yakinlah dalam hati Anda, bahwa doa kita pasti dikabulkan karena Allah lebih mengetahui isi Hati kita. Rosulullah pun bersabda: “Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do'amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR. Ahmad)

Bagaimana dengan Anda..?? Masihkah Anda menyalahkan Allah atas belum terkabulnya untaian doa- doa yang Anda panjatkan..? Intopeksi diri dan berbenahlah, bukan janji Allah yang salah. Namun kita lah yang salah... Mengapa kita belum menunaikan kewajiban- kewajiban kita sebagai seorang hamba Allah..??

Jurnal_45||L.M.F||

Tulisan Suara Hati Rakyat Untuk Koruptor


Oleh: La Ode Muh Fardan

Kami tidak butuh uangmu

Kami tidak butuh jasmu

Kami tidak butuh mobilmu

Kami hanya butuh kesejahteraan

Kesejahteraan yang tlah lama hilang dari negeri ini

Kami tak mengerti apa itu hukum

Kami tak mengerti apa itu undang-undang

Kami tak mengerti apa itu keadilan

Kami hanya mengerti bagaimana cara bertahan untuk hidup

Pernahkah kau melihat kehidupan kami

Kemiskinan, penderitaan yang tiada henti

Kau rampas hak kami

Kau pentingkan dirimu sendiri

Tanpa melihat kami disini

Hei, kau tikus!

Kau pintar

Kau cerdas

Tapi kenapa kau gunakan kepintaranmu untuk menindas kami

Oleh L.M.F

Indahnya Persahabatan Kita "Antara Kamu dan Sahabat Ku"

Cretive by La Ode Muh Fardan
Kalian Sahabat Terbaik Dalam HidupKu

Mencintai seseorang hingga berbeda selisih dengan sahabat adalah pertanda yang kurang baik dalam sebuah hubungan. Teman memang bisa silih berganti, sedangkan pasangan selalu diharapkan untuk dapat langgeng dan selalu bersama bahkan hingga akhir hayat. Namun tetap saja, sahabat mempunyai masa dimana membuatmu bisa tertawa dan menjalani kehidupan yang menyenangkan. Dan jika pasanganmu membuatmu jauh dari teman-teman kamu. Ada hal yang aneh atau memang dia terlalu over protektif sama kamu. Padahal kamu tahu hubungan yang berlebihan selalu berakhir dengan tidak baik.

Sahabat Adalah Teman Segala Rahasia Saat Kita Hidup


Seorang sahabat adalah teman yang menyimpan segala rahasia kita, mencurahkan segala keluh kesah saat pasangan sedang sibuk dengan dunianya. Atau menjadi sandaran kedua kita saat ada masalah. Mereka menangis saat kita sedang menangis. Tertawa saat kita tertawa, berbagi cerita tentang hubungan masing-masing dalam sebuah percakapan yang sangat rahasia. Yang hanya diketahui oleh sahabat itu saja.

Kebahagiaan Terasa Kurang Jika Tak Ada Mereka


Menjalin hubungan denganmu adalah hidupku dan bersamamu adalah tujuanku. Tapi sahabat adalah pelengkap tujuan itu. Saat kamu membuatku begitu lelah dengan berbagai kesibukanmu. Maka bersama sahabatlah aku merasa hidup kembali.


Mereka yang gokil, jahil, culun dan selalu mengerjaiku hingga membuatku marah tapi tetap bahagia bersama mereka. Kami dapat melakukan berbagai hal bersama, dan terkadang melupakan rasa penat dan kesal saat sedang bertengkar denganmu. Bila tak ada mereka, maka aku takut kamu akan membenciku, karena kebahagiaanku masih terasa hambar.
Oleh : La Ode Muh Fardan