Kamis, 19 Mei 2016

Suara Rakyat Kecil

Aku rakyat kecil di bumi pertiwi

Berlatih bicara dan mengkaji

Menyuarakan suara nurani nan suci

Bimbinglah aku , Bapak negeri

Arahkan aku, ibu negeri

Agar aku mengerti

Kemana arah berlayarnya bahtera negeri

Aku rakyat kecil di negeri ini

Ingin berlatih membangun negeri

Bimbinglah aku belajar mandiri

Agar tak jadi korban ambisi

Aku rakyat kecil di bumi ini

Jangan ajari aku untuk  obral berjanji

Ajari aku untuk tunjukkan bukti

Agar tumbuh percaya diri

Mampu mengendalikan diri sendiri

Aku rakyat kecil di negeri ini

Mendambakan hidup aman,damai dan lestari

Keadilan dan kejujuran dijunjung tinggi

Aku rakyat kecil di negeri ini

Hanaya mampu berdoa untuk keutuhan negara

Berdoa untuk persatuan dan kesatuan bangsa

Berdoa  untuk kebahagiaan bersama

Berdoa untuk kemajuan dan kejayaan bangsa

Aku rakyat kecil di bumi pertiwi

Mampukah untuk membenahi negeri ?

Mampukah mewujudkan tujuan pendiri negeri ?

CatatanKu : Rakyat Miskin bagi Koruptor

By fardan ode

Wahai penguasa, pejabat dan wakil rakyat yang terhormat

Tidakkah hatimu pilu bila melihat fondasi bangunan rumahmu yaitu negaramu hancur...

Tidakkah hatimu pilu bila melihat kekayaan negara dikorupsi beramai-ramai untuk keuntungan pribadi...

Tidakkah hatimu pilu bila aparat semakin hari lebih memilih hanya memperhatikan ketebalan dompet sendiri daripada jiwa melayani bagi masyarakat dan bangsa...

Tidakkah hatimu pilu bila tidak ada aparat yang berani berkorban untuk mengatasi permasalahan di masyarakat tetapi malah membuat permasalahan sebagai komoditas yang mampu diperdagangkan di bawah meja...

Tidakkah hatimu pilu bila dana yang dipakai untuk pendidikan bangsa dan negara khususnya bagi rakyat miskin dikorupsi secara berjamaah..

Tidakkah hatimu pilu bila dana yang ddipakai untuk kesehatan masyarakat di nusantara khususnya bagi rakyat miskin disunat secara massal dari atas ke bawah...

Tidakkah hatimu pilu bila dana pembangunan bangsa dan negara khususnya bagi rakyat miskin dimakan oleh koruptor baik yang kelas kakap maupun kelas teri..

Mengapa yang kau cemaskan hanya kursimu yang empuk, kasurmu yang tebal, egoisme hatimu yang senantiasa seperti serigala mencari mangsa, dan pikiran yang serasa ingin selalu menguasai dunia...

Wahai penguasa, pejabat dan wakil rakyat yang terhormat

Masih banyak jutaan, puluhan juta dan mungkin ratusan juta rakyat miskin di negeri ini..

Mungkin mereka semua bisa kau tipu dengan suara yang bisa dikarang indah..

Tetapi hati nurani para pahlawan bangsa yang sudah berjuang dengan darah dan keringat sejak bangsa ini selalu dijajah..

Tidak akan bisa kau tipu..

Mereka sedang menangis darah melihat masa depan bangsa pelan-pelan hilang oleh nafsu dan hasrat kekuasaan di atas segala-galanya

Oh, bangsa Indonesia..

Sungguh malang nasibmu mempunyai pemimpin-pemimpin yang tidak layak menjadi pemimpin...

By Fardan Ode

Ingatlah Kami



DENGARKAN SUARA KAMI

Kami hanyalah segerombol kaum bawah
Kaum yang kau anggap sampah
Tak peduli mulut tajammu berkata apa
Kami datang untuk menuntut

Tuntutan yang sebenarnya sepele
Tapi karna terlalu lama tak kau dengar
Semua ini menjadi menggunung
Dan takkan mampu kau selesaikan

Hanya tuan yang bersihlah yang mampu
Mampu membawa suara rakyatmu ini
Suara-suara yang tak kau dengar
Bagai angin berlalu

Ingatlah kau berdiri atas kepercayaan kami
Tak peduli kau ini siapa
Tuan agung kah
Atau tuan tuli

Oleh : Muh Fardan

Air Mata Para Buru

Begitu deras arus

Sungai kehidupan,

Menerjang tak tertahankan 

menggilas habis karat-karat makna

menggugah diri untuk berlari,

Bergerak menuju arena perjuangan,

Terompet waktu memanggil

Tandanya harus berhamba,

Namun badan hanya kelemahan

Hingga tersandar di pojok itu lemas 

kaku,

Menanti rezeki

Dari perut bumi

Untuk sesuap nasi ibu pertiwi

Adakah yang memberi…?

Keras

Ya…memang keras,

Aku bernafas harus berdesakan

Dengan virus yang mengganas,

Merusak sendi tangan dan kaki

Buruh yang keji…

Terjebak jeruji besi

Merengkuh dalam perut bumi…

Suaranya kini tersendat, serak

Seraya mohon belaskasih

Si saudagar anak negeri,

Namun diri kini menyepi

Mengidap sakit kelaliman hati,

Yang tak lagi menyuka cinta ini…

Diam…

Haruskah diam,

Kapan berucap, sampai langit menghujan kasih?

Tidak…aku tetaplah aku,

Tapi langit tak mungkin menjawab,

Namun dia pasti berbuat…


By L.M.F

Syair Tentang Rasa

apatis

aku hanya menunjuk dengan mata, tak tajam namun mengena
kepada barisan bagan-bagan di tengah samudera
seraya kuceritakan kepada awal senja tentang pusara
yang tak kuberi nama
hanya kutaburi bunga-bunga kota

aku terpaku....
gemuruh tak kurasa gaduh..
desir angin, debur ombak pun tak nampak

kemana indera-ku
tersesatkah kau semasa di kota
ataukah
telah mati ketika terhempas ombak
membuih dan terbawa angin laut?

aku bisu.. di antara ceracau jiwa yang memuntahkan jutaan kata pada tiap denyut nadi
aku tuli.. manakala teriakan mereka sengaja terarah ke telinga
mungkin hanya mata yang masih mampu melihat jerit mereka
....aku.. mati kata
...aku.. mati rasa

Syair Cerita Kami

lambai cerita

Bagaimana caranya aku membuka cerita pada penghujung hari, sedangkan hati masih selalu terikat pada "pangkal" pagi?!.
bagaimana aku bisa aku kehilir sedang di hulu ini masih memasung jantung..!!
gemericik suara air di sungai, dan desau angin yang ditambah suara daun buluh yang saling beradu semakin mengikat erat, seakan bersenandung dan berkata "tetaplah disini, dengarkan simphony kami", kami pastikan kami takkan berhenti memainkan melodi", atau setidaknya kami bisa menghalau sepi".
enggan aku tinggalkan, karena senandungnya tak pernah mengenal kebosanan.

namun aku harus mencapai malam, menempuh pematang siang, kumpulan awan dan kepingan-kepingan senja cakrawala.
kuingin berlari diatas titian pelangi
di lamun malam bersama para pecinta bulan....

Syair Tentang Narasi

narasi pasrah

masih kubaca narasimu, ketika kini maupun dahulu
masih tersimpan dan tak hilang dari ingatan

namun aku lupa.. dimana letak titik dan koma
menghilang susunan urutan waktunya...
kemana..???

biarkan.. biarkan hilang di lauatan
bukankan sesudah angin berangsur gelombang?
membawa serta cerita bersama nahkoda
kemudi terbawa, bukan mengembang layar sebilah asa!

biar saja... biarkan hilang
ketika pekatnya darah tak bisa memutar haluan
rasi-rasi takkan sesatkan tujuan

Syair Jiwa yang Merana

“TANGISAN JIWA”

Ribuan kata tak akan mampu menuturkan duka yang kualami
Jutaan rasa tak akan mampu melukiskan lara hati yang kurasa
Ratusan purnama tak akan mampu menggantikan hari-hariku yang telah lalu.
Dimana bahagia pernah menghampiriku ketika ia bersamaku….bersama menentang badai, bersama menatap matahari..bersama mengintip malam.
Luka mampu kubalut, kesedihan kujadikan rona dalam hidup, derita dan tangis kuubah menjadi irama jiwaku….saat bersamanya!!!!!

Tapi sekarang ia pergi…bersama angin mengembara…terbang jauh.
Dan aku tak pernah tahu apakah ada niatnya untuk kembali bersamaku mengarungi lautan duka dan sungai airmata.
Ia adalah matahari hidupku….hidupku gelap tanpanya
Ia adalah purnama hidupku…hidupku kelam tanpanya
Ia adalah lagu jiwaku…jiwaku hampa tanpanya

Gemericik air sudah tak mampu kudengar
Sejuknya angin sudah tak mampu kurasa
Hangatnya mentari sudah tak mampu kunikmati
Aku buta dalam penglihatanku
Aku kaku dalam duniaku
Aku mati dalam jiwaku
Ia telah pergi…mewujudkan keinginannya…mencapai impiannya..menembus malam…menantang matahari…menguji kekuatannya..meninggalkanku seorang diri…
Ia telah pergi..membawa semua cintaku…semua asaku
Tak pernah kuduga ia tega meninggalkanku dalam dunia ciptaanya
Ia ajak aku kedunia yang baru…yang membuatku bagaikan seorang dewi kebahagiaan yang dipenuhi aroma cinta.

Dewi malam pernah tertunduk malu manatap sinar wajahku
Matahari pernah takluk dikakiku manatap pesona jiwaku
Burung-burung membisu menyaksikan keceriaanku mengalahkan ribuan syair cinta yang dialunkan seoarang bidadari
Rusna latifah: Tapi itu hilang dalam semalam…ketika kurasakan ia kan meninggalkanku…tanpa kata-kata…
Dan ia benar-benar telah meninggalkankau karena cintanya…
Ia enggan membawaku..ia campakkan aku kembali keduia nyata yang dipenuhi duka..derita dan air mata.

Kebahagiaanku kurasa bagaikan sembilu
Keceriaanku bagaikan gerhana
Tak ada yang dapat kunikmati tanpanya…aku adalah orang pertama yang berenang dalam genangan airmataku..dan aku tahu ini tak ada akhir..
Bahkan aku ragu apakah Tuhanku mampu mengakhiri lukaku..deritaku…tanpa kematian jiwaku…

Oleh : LMF. Rs

Syair Jiwa yang Merana

“TANGISAN JIWA”

Ribuan kata tak akan mampu menuturkan duka yang kualami
Jutaan rasa tak akan mampu melukiskan lara hati yang kurasa
Ratusan purnama tak akan mampu menggantikan hari-hariku yang telah lalu.
Dimana bahagia pernah menghampiriku ketika ia bersamaku….bersama menentang badai, bersama menatap matahari..bersama mengintip malam.
Luka mampu kubalut, kesedihan kujadikan rona dalam hidup, derita dan tangis kuubah menjadi irama jiwaku….saat bersamanya!!!!!

Tapi sekarang ia pergi…bersama angin mengembara…terbang jauh.
Dan aku tak pernah tahu apakah ada niatnya untuk kembali bersamaku mengarungi lautan duka dan sungai airmata.
Ia adalah matahari hidupku….hidupku gelap tanpanya
Ia adalah purnama hidupku…hidupku kelam tanpanya
Ia adalah lagu jiwaku…jiwaku hampa tanpanya

Gemericik air sudah tak mampu kudengar
Sejuknya angin sudah tak mampu kurasa
Hangatnya mentari sudah tak mampu kunikmati
Aku buta dalam penglihatanku
Aku kaku dalam duniaku
Aku mati dalam jiwaku
Ia telah pergi…mewujudkan keinginannya…mencapai impiannya..menembus malam…menantang matahari…menguji kekuatannya..meninggalkanku seorang diri…
Ia telah pergi..membawa semua cintaku…semua asaku
Tak pernah kuduga ia tega meninggalkanku dalam dunia ciptaanya
Ia ajak aku kedunia yang baru…yang membuatku bagaikan seorang dewi kebahagiaan yang dipenuhi aroma cinta.

Dewi malam pernah tertunduk malu manatap sinar wajahku
Matahari pernah takluk dikakiku manatap pesona jiwaku
Burung-burung membisu menyaksikan keceriaanku mengalahkan ribuan syair cinta yang dialunkan seoarang bidadari
Rusna latifah: Tapi itu hilang dalam semalam…ketika kurasakan ia kan meninggalkanku…tanpa kata-kata…
Dan ia benar-benar telah meninggalkankau karena cintanya…
Ia enggan membawaku..ia campakkan aku kembali keduia nyata yang dipenuhi duka..derita dan air mata.

Kebahagiaanku kurasa bagaikan sembilu
Keceriaanku bagaikan gerhana
Tak ada yang dapat kunikmati tanpanya…aku adalah orang pertama yang berenang dalam genangan airmataku..dan aku tahu ini tak ada akhir..
Bahkan aku ragu apakah Tuhanku mampu mengakhiri lukaku..deritaku…tanpa kematian jiwaku…

Oleh : LMF. Rs

Tugas ProposalKu : KODE ETIK JURNALISTIK

By : La Ode Muh Fardan

Tugas ProposalKu : KODE ETIK JURNALISTIK

BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang
Wartawan adalah sebuah profesi, Dengan kata lain, wartwan adalah seorang profesional. Seperti halnya dokter, bidan, guru atau pengacara. Dalam menjalankan profesinya, seorang wartawan harus dengan sadar menjalankan tugas, hak, kewajiban dan fungsinya yakni mengemukakan apa yang sebenarnya terjadi. Sebagai seorang profesional, seorang wartawan harus turun ke lapangan untuk meliput suatu peristiwayang bisa terjadi kapan saja. Bahkan, wartawan kadangkala harus bekerja menghadapi bahaya untuk mendapatkan berita terbaru dan original.
Selain itu wartawan harus mematuhi kode etik jurnalistik, misalnya wartawan tidak menyebarkan berita yang bersifat dusta, fitnah, sadis dan cabul serta tidak menyebutkan identitas korban kejahatan susila. wartawan menghargai dan menghormati hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar, wartawan tidak dibenarkan menjiplak, wartawan tidak diperkenankan menerima sogokan, dsb. Dalam melaksanakan kode etik junelistik tidak semudah membalikkan telapak tangan. banyak hambatan yang harus dilalui untuk menjadi wartawan yang profesional.
kode etik harus menjadi landasan moral atau etika profesi yang bisa menjadi operasional dalam menegakkan integritas dan profesionalitas wartawan. Penetapan kode etik guna menjamin tegakanya kebebasan pers serta terpenuhinya hak – hak masyarakat.
Wartawan memiliki kebebasan pers yakni kebebasan mencari, memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi. Meskipun demikian, kebebasan disini dibatasi dengan kewajiban menghormati norma norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat.
1.2 Tujuan
Suatu sistem pers di Indonesia bagaimana sebaiknya pers itu dapat melaksanakan kebebasan dan tanggung jawabnya. Pers dalam sejarah Indonesia memiliki peran yang efektif debagai jembatan komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri.
Pers sebagai salah satu unsur media masa yang hadir ditengah masyarakat bersama dengan lembaga masyarakat alinnya harus mampu menjadikan diri sebagai forum pertukaran fikiran, komenter, dan kritik yang bersifat menyeluruh dan tuntas, tidak membedakankelompok, golongan dan agama.
Pers dalam kehidupannya memiliki tanggung jawab yang harus dipikul dalam konteksnya sebagai media. Macam dan sifat tanggung jawab pers bersifat relatif di tiap negara namun pada dasarnya semua tanggung jawab tersebut berlandaskan pada Kode etik pers yang mana merupakan dasar dari cara kerja pers. Dalam bekerja pers harus mempertanggung jawabkan pekerjaannya terhadap beberapa pihak yakni :
1.Tanggung jawab kepada media tempatnya bekerja
2.tanggung jawab sosial atas kewajibannya dalam menyampaikan informasi kepada publik secara keseluruhan
3.tanggung jawab dan kewajiban pada UU yang ada.
4.Tanggung jawab kepada masyarakat luas sehubungan dengan silai – nilai universal.
Makalah ini disusun dengan tujuan agar Pembaca mengerti terhadap kode etik yang ada pada tubuh pers, sehingga bagi mereka yang memiliki cita –cita dalam bidang jurnalistik akan mengerti terhadap apa yang dimaksud dengan kode atik pers.

BAB II
RUMUSAN MASALAH
Setelah membaca dan mempelajari materi dari kode etik jurnalistik secara garis besar kami telah mendapatkan rumusan masalah dari makalah ini yang disusun secara sistematis yakni sebagai berikut :
1.Apa yang dimaksud dengan kode etik jurnalistik ?
2.bagaimana sistem pers di Indonesia ?
3.Jelaskan UU pers di Indonesia !
4.Apa yang dimaksud Etika Pers ?
5.Bagaimanaah pers yang bebas dan bertanggung jawab ?
6.Apa yang dimaksud pers pancasila ?
7.Apa saja macam dan sifat tanggung jawab pers ?
8.Sebutkan dan jelaskan faktor yang mempengaruhi pelaksanaan KEJ !

BAB III
PEMECAHAN MASALAH
Kode etik jurnalistik (KEJ) merupakan aturan mengenai perilaku dan pertimbangan moral yang harus dianut dan ditaati oleh media pers dalam siarannya. Kode Etik Jurnalistik pertama kali dikeluarkan oleh PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) yang antara lain :
1.Berita diperoleh dengan cara jujur
2.Meneliti kebenaran suatu berita atau keterangan sebelum disiarkan (check dan recheck).
3.Sebisanya membedakan yang nyata (fact) dan pendapat (opinion)
4.Menghargai dan melindungi kedudukan sumber yang tidak mau disebut namanya.
5.Tidak memberitakan berita yang diberikan secara off the record (four eyes only)
6.Dengan jujur menyebutkan sumber dalam mengutip berita atau tulisan dari suatu surat kabar atau penerbitan, untuk kesetiakawanan profesi
Ketika Indonesia memasuki ere reformasi dengn berakhirnya rezim orde baru, organisasi wartawan yang awalnya tunggal yakni hanya PWI, menjadi banyak. Maka KEJ pun hanya berlaku bagi wartawan anggota dari PWI. Namun demikian, organisasi jurnalistik lainnya pun merasa akan pentingnya kode etik jurnalistik. Pada tanggal 6 Agustus 1999, sebanyak 24 dari 26 organisasi wartawan berkumpul di Bandung dan Menandatangani Kode Etiik Wartawan Indonesia (KEWI). Sebagian besar isinya mirip dengan KEJ PWI. KEWI perintikan tujuh hal sebagai berikut. :
1.Wartawan Indonesia menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar.
2.Wartawan Indonesia menempuh tatacara yang etis dalam memperoleh dan menyiarkan informasi dan memberikan identitas kepada sumber informasi.
3.Wartawan Indonesia menghormati asas praduga takbersalah, tidak mencampur adukkan fakta dengan opini, berimbang, dan selalu meneliti kebenaran informasi serta tidak melakukan plagiat.
4.Wartawan Indonesia tidak menyebarkan informasi yang bersifat dusta, fitnah, sadis, cabul, serta tidak menyebutkan identitas korban jejahatan susila.
5.Wartawan Indonesia tidak menerima suap dan tidak menyalahgunakan profesi.
6.Wartawan Indonesia memiliki hak tolak, menghargai ketentuan embargoinformasi latar belakang, dan off the record sesuai kesepakatan .
7.Wartawan segera mencabut dan meralat kekeliruan dalam pemberitaan serta melayani hak jawab.
KEWI kemudian ditetapkan sebagai Kode Etik yang berlaku bagi seluruh wartawan Indonesia. Penetapan dilakukan dewan pers sebagaimana diamanatkan UU No. 40 Tahun 1999 tentang pers melalui SK Dewan Pers No. 1/SK-DP/2000 tanggal 20 juni tahun 2000. Penerapak kode etik itu juga menjamin tegakknya kebebasan pers serta terpenuhinya hak – hak masyarakat. Kode Etik harus menjadi sebagai landasan moral atau etika profesi yang bisa jadi pedoman profesionalitas wartawan. Pengawasan dan penetapan sanksi ata pelanggaran Kode Etik tersebut sepenuhnya diserahkan kepada jajarn pers dan dilaksanakan oleh organisasi yang dibentuk untuk itu.
KEWI harus mendapat perhatian penuh dari semua wartawan. Hal ini jika memang benar –benar ingin menegakkan citradan posisi wartawan sebagai kaum profesional. Paling tidak KWI diawasi secara Internal oleh pemilik atau manajemen radaksi masing – masing media masa.
Pers dalam menjalankan fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya, haruslah menghormati hak asasi setiap orang. Oleh sebab itu pers dituntut untuk profesional dan terbuka. Pers memiliki peranan penting dalam menegakkan HAM. Pers Juga elaksanakan kontrol sosial (Social Control) untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan keuasaan baik korupsi, kolusi dan nepotisme. maupun penyelewengan dan penyimpangan lainnya.
Suatu sistem pers di Indonesia diciptakan untukmnentukan begaimana seharusnya pers dapat menjalankan kebebasan dan tanggung jawabnya. Pers dalam sejarah Indonesia memiliki peran yang efektif debagai jembatan komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri.
Dengan demikian, sistem pers di Indonesia tidak lain adalas sistep pers yang berlaku di Indonesia. Kata Indonesia adalah pemberi, sifat, warna, dan kekhasan pasda sistem pers tersebut. Dalam kenyataan dapat ditemukan perbedaan – perbedaan esensial sistem pers Indonesia dari satu periode ke periode yang lain. misalnya sistem pers demokrasi liberal, sistem pers demokrasi terpimpin, sistem pers demokrasi Pancasila dan sistem pers di era reformasi, meskipun falsafah negara tidak berubah.
Pers Indonesia diatur dalam UU pers No. 40 Tahn 1999. Ini merupakan UU pers yang baru, memuat berbagai perubahan sistem pers yang mendasar atau sistem pers sebelumnya. hal ini dimaksudkan afgar pers berfungsi secara maksimal seperti diamanatkan oleh pasal 28 UUD 1945. Fungsi yang maksimal tersebut diperlukan karena kemerdekaan pers adalah suatu perwujudan kedaulata rakyat dan merupakan unsur yang sangat penting dalam kehidupan bermasyaralkat, berbangsa dan bernegara yang demokratis.
Pencabutan undang undang yang lama dan digantikannya denga yang baru hakikatnya merupakan pencerminan adanya perbedaan nilai – nilai dasar politis ideologis antara orde baru dengan orde reformasi. hal ini tampak jelas pada konsideransi undang – undang pers yang baru. Dalam konsideransi itu antara lain dinyatakan bahwa undang – undang tentang ketentuan pers yang lama dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembanngan zaman.
Lahirnya UU pers yang baru Mno. 40 tahun 1999 didasarkan atas pertimbangan bahwa UU No.11 Tahun 1966 tentang ketentuan pokok pers sebagaimana telah diubah lagi dengan UU Nu. 04 Tahun 1967 dan diubah lagi dengan UU No. 21 Tahun 1982. Dianggap sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman.
Falsafah di bidang moral pers yaitu mengenai kewajiban – kewajiban pers, baik dan buruknya ers, pers yang benar, dan pers yang mengatur perilaku pers di namakan etika pers. Dengan kata lain, etika pers berbicara tentang apa yang seharusnya dilakukan orang – orang yang terlibat dalam kegiatan pera. Sumber etika pers adalah kesadaran moral, yaitu pengetahuan baik dan buruk, benar dan salah, tepat maupun tidak bagi orang yang terlibat dalam kegiatan pers.
Wartawan memiliki kebebasan yang disebut kebebasan pers, yakni kebebasan mencari, memperoleh, menyebarluaskan gagasan dan informasi. UU No. 40 Tahun 1999 tentang pers menyebutkan, Kebebasan pers terjamin sebagai hak asasi warga negara., bahkan pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pelarangan penyiaran (pasal 4 ayat 1). Pihak yang mencoba menghalangi kemerdekaan pers dapat dikenai tindak pidana penjara maksimal 2 (dua) tahun atau denda Rp. 500 jt (pasal 18 ayat 1). Meskipun demikian kebebasan disini dibatasi dengan kewajiban menghormati norma – norma agama dan rasa kesusilaan masyarakat serta asas preduga tak bersalah (pasal 5 ayat 1).
Seluruh wartawan Indonesia harus menjunjung tinggi konstitusi dan menegakkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab, mematuhi norma – norma profesi kewartawanan, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perbedaan abadi, dan keadilan sosial berdasarkan pancasila
Prof. Oemar Sono Adji, dalam bukunya berjudul “Hukum Kebebasan Pers ” mengutip J.C.T Simorangkir, SH, menyimpulkan mengenai kebebasan pers di ndonesia, adalah sebagai berikut :
1.Hukum Indonesia telah mengakui/ mengatur / menjamin perihal perilaku kebebasan pers.
2.Kebebasan pers Indonesia tidak dapat dilihat / diukur semata – mata dengan kaca mata luar negeri.
3.Ciri kebebasan pers di Indonesia adalah :
a.pers bebas yang bertanggung jawab.
b.Pers yang sehat.
c.Pers sebagai penyebar informasi yang objektif.
d.Pers sebagai penyalur aspirasi rakyat dan meluangkan komunikasi dan partisipatif masyarakat.
e.Pers yang melakukan kontrol konstruktif
f.Terdapat interaksi positif antara pers, pemerintah dan masyarakat.
4.Kebebasan Pers diakui, dijamin dan dilaksanakan di Indonesia dalam rangka melaksanakan demokrasi Pancasila.
Menurut S. Tasrif tentangdiakui dan dijaminnya kebebasan pers dalm suatu negara, apabila negara yang bersangkutan memiliki tiga syarat berikut :
1.Tidak ada kewajiban menurut hukum untuk meminta surat izin terbit bagi penerbitan pers.
2.Tidak ada wewenang menurut hukum pada pemerintahan untuk melakukan penyensoran.
3.Tidak ada wewenang menurut hukum pada pemerintahan untuk melakukan penerbitan pers
Pers sebagai salah satu unsur media masa yang hadir ditengah masyarakat bersama dengan lembaga masyarakat alinnya harus mampu menjadikan diri sebagai forum pertukaran fikiran, komenter, dan kritik yang bersifat menyeluruh dan tuntas, tidak membedakankelompok, golongan dan agama. Semuanya harus mendapat porsi yang seimbang. Jika ada masalah dalam masyarakat, pers berupaya untuk menjernihkan persoalan, dan bukannya menambah keruhnya masalah yang ada.
Kehidupan pers nasional Indonesia merupakan produk dari sistem nilai yang ada dalam masyarakat yang kemudian diproyeksikan dalam bentuk kegiatan pers. Oleh karena itu dalam menjalankan kegiatan jurnalistik pers nasional harus berlandaskan dengan :
1.Landasan Idiil : Falsafah pancasila (Pembukaan UUD 1945)
2.Landasan Konstitusional : UUD 1945
3.Landasan yuridis : Undang – Undang Pokok pers
4.Landasan Profesional : Kode Etik Jurnalistik
5.Landasan etis : Tata nilai yang berlaku dalam masyarakat.
Pers dalam kehidupannya memiliki tanggung jawab yang harus dipikul dalam konteksnya sebagai media. Macam dan sifat tanggung jawab pers bersifat relatif di tiap negara namun pada dasarnya semua tanggung jawab tersebut berlandaskan pada Kode etik pers yang mana merupakan dasar dari cara kerja pers. Dalam bekerja pers harus mempertanggung jawabkan pekerjaannya terhadap beberapa pihak yakni :
5.Tanggung jawab kepada media tempatnya bekerja
6.tanggung jawab sosial atas kewajibannya dalam menyampaikan informasi kepada publik secara keseluruhan
7.tanggung jawab dan kewajiban pada UU yang ada.
8.Tanggung jawab kepada masyarakat luas sehubungan dengan silai – nilai universal.
Tanggung jawab bersifat formal karena didalam Negara hokum, setiap kekuasaan memiliki ketentuan hukum tersebut.
Tnggung jawab moral memberikan jiwa dan semangat kepada tanggimg jawab formal. Bertolak dari tanggung jawab moral, tanggung jawab formalharus diihat kritis dan realistis. Tanggung jawab pers memberikan sumbangan pikiran agar ketentuan formal dapat selalu diprrbaharui tanggung jawab formal harus fleksibel dan tidak menghambat pembangunan nasional.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Pers Indonesia atau pers pancasila yang orientasi, sikap, dan tingkah lakunya berdasarkan nilai – nilai pancasila dan UUD 1945. Sedangkan pers pembangunan merupakan pers pancasila dalam pembangunan Indonesia yang berbangsa, bermasyarakat dan berngara.
Pers yang sehat, bebas dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsinya merupakan sikap dari pers Indonesia yaitu sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif, dan penyalur aspirasi masyarakat. Dengan adanya pers Indonesia (pers pancasila) maka rasa saling percaya dalam tujuannya untuk mencapai masyarakat yang bebas, demokratis dan bertanggung jawab.
Selain itu wartawan harus mematuhi kode etik jurnalistik, misalnya wartawan tidak menyebarkan berita yang bersifat dusta, fitnah, sadis dan cabul serta tidak menyebutkan identitas korban kejahatan susila. wartawan menghargai dan menghormati hak masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar, wartawan tidak dibenarkan menjiplak, wartawan tidak diperkenankan menerima sogokan, dsb. Dalam melaksanakan kode etik junelistik tidak semudah membalikkan telapak tangan. banyak hambatan yang harus dilalui untuk menjadi wartawan yang profesional.
Pers sebagai salah satu unsur media masa yang hadir ditengah masyarakat bersama dengan lembaga masyarakat alinnya harus mampu menjadikan diri sebagai forum pertukaran fikiran, komenter, dan kritik yang bersifat menyeluruh dan tuntas, tidak membedakankelompok, golongan dan agama. Semuanya harus mendapat porsi yang seimbang. Jika ada masalah dalam masyarakat, pers berupaya untuk menjernihkan persoalan, dan bukannya menambah keruhnya masalah yang ada.
4.2 Saran
Pers dalam menjalankan fungsi, hak, kewajiban, dan peranannya, haruslah menghormati hak asasi setiap orang. Oleh sebab itu pers dituntut untuk profesional dan terbuka. Pers memiliki peranan penting dalam menegakkan HAM. Pers Juga elaksanakan kontrol sosial (Social Control) untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan keuasaan baik korupsi, kolusi dan nepotisme. maupun penyelewengan dan penyimpangan lainnya.
Suatu sistem pers di Indonesia diciptakan untukmnentukan begaimana seharusnya pers dapat menjalankan kebebasan dan tanggung jawabnya. Pers dalam sejarah Indonesia memiliki peran yang efektif debagai jembatan komunikasi timbal balik antara pemerintah dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat itu sendiri.
Seluruh wartawan Indonesia harus menjunjung tinggi konstitusi dan menegakkan kemerdekaan pers yang bertanggung jawab, mematuhi norma – norma profesi kewartawanan, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa memperjuangkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perbedaan abadi, dan keadilan sosial berdasarkan pancasila.
Diharapkan dengan semakin berjalannya waktu cara kerja dan etika pers menjadi lebih baik sehingga wartawan atau pers di Indonesia lebih dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien.

By : L.M.F

Daftar Organisasi Wartawan Indonesia


Daftar Organisasi Wartawan Indonesia :

By : L.M.F

1.Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)ketua: Tarman Azzam | wakil: Bambang Sadono | alamat: Gedung Dewan Pers Lt. III.
Jl. Kebon Sirih 32-34 Jakarta.
Telp. (021) 3453131, 3862041.
Fax. (021) 3453175.
Homepage:.
E-mail : asiancaj@mega.net.id.

2.Sekretariat Wartawan Independen Indonesia (SWII).
Ketua : KRMH Gunarso G.Kusumadiningrat.
Wakil : Abdullah AZ Lestaluhu.
Alamat : Jl. Salemba Tengah No. 24.
Jakarta Pusat.
Telp. (021) 31901854.
Fax. (021) 31901856.
Homepage:.
E-mail :.

3.Komite Wartawan Reformasi Indonesia (KWRI).
Ketua : R. Priyo M. Ismail, SH.
Wakil : Sakata Barus.
Alamat : Gd. Dewan Pers Lantai IX.
Jl. Kebon Sirih 32-34.
Jakarta Pusat.
Telp. (021) 385 3064.
Homepage:.
E-mail :.

4.Himpunan Wartawan Muslim Indonesia (HIWAMI).
Ketua : H. Erwin Amril.
Wakil : H. Murjani, BA.
Alamat : Jl. Cempaka II/16,Duren Sawit, Jakarta Timur.
Telp. (021) 8605173, 8612363.
Fax. (021) 8605173.
Homepage:.
E-mail :.

5.Himpunan Insan Pers Seluruh Indonesia (HIPSI)
Ketua : Drs. M.A. Nasution,SH
Wakil : Achdar Syunany S
Alamat : Jl. Berlian Raya II Kav. 664
Sumur Batu, Cempaka Putih Jakarta Pusat,
Telp. (021) 9141651, 4201167
Fax. (021) 4223179, 4264930
Homepage:
E-mail :

6.Himpunan Insan Penulis dan Wartawan Indonesia (HIPWI)
Ketua : Drs. R.E. Hermawan. S. BSc.
Wakil : Drs. Himat R.J. Soeganjar
Alamat : Miramar Building Lt. III
Jl. Alun-alun Timur No. 1 Bandung.
Telp. (022)4215166
Homepage:
E-mail :

7.Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI)
Ketua : Darwin Hulalata
Wakil : Robin R. Purba
Alamat : Jl. Ikan Krapu Kolombo No. 8 B, Surabaya.
Telp. (031) 3544405
HP. 0818327467
Homepage:
E-mail :

8.Komite Wartawan Indonesia (KWI)
Ketua : Herwan Sagam
Wakil : H. Hutagalung
Alamat : Jl. Ikan Pari No. 72, Teluk Betung,Bandar Lampung.
Telp. (0721) 485863
Homepage:
E-mail :

9.Aliansi Jurnalistik Indonesia (ALJI)
Ketua : Rendy Soekamto
Wakil : M. Sokran Haris
Alamat : Griyo Mapan Santosa C.A No. 14, Waru, Surabaya
Telp. (031) 867 9970, 868 4321
HP. Rendi 081 23203235
Homepage:
E-mail :

10.Kesatuan Wartawan Demokrasi Indonesia (KEWADI)
Ketua : M. Suprapto S, Sos
Wakil : OK. Syahlan, BA
Alamat : Jl. Balap Sepeda IV No. 22 Jakarta Timur.
Telp & Fax. (021) 4703777
Homepage:
E-mail :

11.Asosiasi Wartawan Muslim (AWAM) Indonesia
Ketua : S. Satya Darma
Wakil : Drs. WS. Koencoro
Alamat : Jl. Raya Ceger No. 29 Jakarta Timur
Telp. (021) 844 4913
Homepage:
E-mail :

12.Ikatan Wartawan Republik Indonesia (IWARI)
Ketua : Drs. Robby S Rumbayan
Wakil : Andi Ichwan Azis
Alamat : Jl. Kepu Dalam II No. 49 Jakarta Pusat.
Telp. (021) 4203136
Fax. (021) 3150851
HP. 08129173082
Homepage:
E-mail :

13.Persatuan Wartawan Foto Indonesia (PWFI)
Ketua : H.M. Sampelan, SH
Wakil : Bambang Trimulyono
Alamat : Jl. Ngagel Jaya Selatan 14 Surabaya.
Telp. (031) 5614358
Fax. (031) 5014382.
Homepage:
E-mail :

14.Persatuan Wartawan Pelacak Indonesia (PEWARPI)
Ketua : Andi Amiruddin Mallarangan, DP
Wakil : Lasmi
Alamat : Jl. Salak V No.6. Dpk Tim.
Telp. (021) 7703957
Homepage:
E-mail :

15.Aliansi Jurnalis Independen(AJI)
Sekjen : Didik Supriyanto
Manajer Kantor: Puthut Yulianto
Alamat : Jl. LAN I No. 12 A Pejompongan Jakarta Pusat
Telp. (021)571 1044
Fax. (021)571 1063
Homepage : www.aji.or.id
E-mail : ajioffice@aji-indonesia.or.id

16.Serikat Pekerja Kewartawanan Indonesia Serikat Pekerja Seluruh Indonesia
(SERIKAT PEWARTA)
Ketua : Maspendi
Wakil : Yatim Kelana
Alamat : Jl. Raya Pasar Minggu Km 17 No. 9
Jakarta Selatan.
Telp. (021) 7974359, 7988242
Fax. (021)7974361
Homepage:
E-mail :

17.Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI)
Ketua : Haris Jauhari
Wakil : Nugroho S. Yudo
Alamat : Jl. Danau Poso D 1 No.18 Pejompongan, Jakarta Pusat
Telp. (021) 5707918,
Fax. (021) 5732911.
Homepage:
E-mail : mohfireman@yahoo.com

18.Himpunan Praktisi Penyiaran Indonesia (HPPI)
Ketua : Dr. H. Sutomo Parastho
Wakil : Drs. Samoel Pardede
Alamat : Jl. Raya Pondok Gede No.96 Jakarta Timur
Telp. (021) 8414311 – 13
Fax. (021) 8414314.
Homepage: www.prssni.or.id
E-mail : ppjkt@indosat.net.id

19.Serikat Pers Reformasi Nasional(SEPERNAS)
Ketua : Drs. G. Rusly
Wakil : Drs. Laode Hazirun
Alamat : BTP. Blok C – 40 Ujung Pandang
Homepage:
E-mail :

20.Asosiasi Wartawan Ekonomi (AWE)
Ketua : Firdaus Baderi
Wakil : Edo Kuntadi
Alamat : Jl. Kalibata Raya Rajawali Timur II No. 11, Jak-Sel
Telp. (021) 7984579, 7901978
Fax. (021) 7901040
Homepage:
E-mail:

21.Korps Wartawan Republik Indonesia (KOWRI)
Ketua : H. Lahmudin Bakry Nasution. (almarhum 19/04/01)
Wakil : A.F. Tahir Sam
Alamat : Jl. Kereta Api No. 1 Lt. II Gedung Stasiun Besar Kereta Api,
Medan
Telp. (061) 847 4180
Fax. (061) 415 8297
Homepage:
E-mail :

22.Ikatan Pers dan Penulis Indonesia (IPPI)
Ketua : H. Amir Hamzah Tamin, BA
Wakil : Amran Effendy Ritonga,BA
Alamat : Jl. H.M Joni Gg Asli No. 4 Medan.
Telp. (061) 7350881
Homepage:
E-mail :

23.Silaturahmi Wartawan Muslim Indonesia (SWAMI)
Ketua : H. Ramlan Mardjoned
Wakil : Drs. HM. Lutfie
Alamat : Jl. Salemba Tengah No. 19 Jakarta Pusat
Telp. (021) 3908679, 3154057
Fax. (021) 3153928
Homepage:
E-mail :

24.Ikatan Wartawati Indonesia (IWI)
Ketua : Rosihan Sinulingga, SH
Wakil : Dra. Rachel, SM
Alamat : Jl. Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu Maesonette No. 4,
Jakarta Timur.
Homepage:
E-mail :

25.Komite Wartawan Pelacak Profesional Indonesia(KO-WAPPI)
Ketua : Ida Faridah Lubis SH
Wakil :
Alamat : Jl. Yaktapena Raya Blok K-8 No. A 21, Komplek Pertamina
Pondok Ranji Ciputat 15412
Telp. (021) 740 8717
Homepage:
E-mail :
26.Persatuan Wartawan Reaksi Cepat Pelacak Kasus (PWRCPK)
Ketua : Jaja Supardja Ramli
Wakil : H. Zeid Arifin, SH
Alamat : Jl.Kapten Tendean Rt.010/01 No. 45 Mampang Prapatan,
Jakarta 12790
Telp. (021) 791 96124, 791 80132
Fax. (021) 791 98836
Homepage:
E-mail :

27.Asosiasi Solidaritas Wartawan Indonesia, Gerakan Moral Peduli Amanat
Rakyat (ASWARI GEMPAR)
Ketua : Drs. Achmad Murdjoko
Wakil : A.S. Nasution
Alamat : Jl. Cut Meutiah No. 14 Cikini, Jakarta Pusat
Telp. (021) 314 5304
Homepage:
E-mail :

28.Persatuan Wartawan Nasional Indonesia (PWNI)
Ketua : Endang Z Bahrudin
Wakil : M. Aritonang
Alamat : Jl. Petojo VIY 1 No. 40 Jakarta Pusat.
Telp. (021) 3500644
Homepage:
E-mail :

29.Persatuan Pers Nasional Indonesia (PPNI)
Ketua : Robin R. Purba
Wakil : Drs. Amir Candra
Alamat : Jl. Wiyung Indah Perumahan Taman Pondok Indah Blok G.10,
Surabaya
Telp. (031) 766 7785Jl.
Tipar Tengah No. 54 , RT 001/09, Mekarsari, Cimanggis,
Depok.
Telp. (021) 873 2731
Homepage:
E-mail :

30.Komite Wartawan Independen Indonesia (KWII)
Ketua : Ir. Arsyid Silajim, SH, MBA, MSc,MM
Wakil :
Alamat : Jl. Gajah Mada No. 88 Bandar Lampung
Telp. (0721) 252080, 8732731
Homepage:
E-mail :

31.Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI)
Ketua : Drs. Laxy Rumengan, MBA
Wakil :
Alamat : Gedung Wira Purusa LVRI DKI Jaya,
Jl. Raden Inten II/2, Jakarta Timur
Telp. (021) 9195680, 29143207
Fax. (021) 8651953.
Homepage:
E-mail :

32.Persatuan Wartawan Independen Indonesia (PWII)
Ketua : H. Hermansyah
Wakil :
Alamat : Jl. Dakota II-b No. 102-104 Bandar Kemayoran Jakarta
Telp. (021) 650 03770, 428 77066
HP 081 8920152
Homepage:
E-mail :
33.Komite Perlindungan Wartawan Indonesia (KPWI)
Ketua : Haris Jauhari
Wakil :
Alamat : Jl. Danau Poso 18, Bendungan Hilir, Jak. Pus.
Telp. (021) 5707918
Fax. (021) 5732911
Homepage:
E-mail :
34.Komite Jurnalis Indonesia (KJI)(Tidak ada kegiatan sejak 08/00 mnr si pemilik
rumah)
Ketua : Argo Pratomanugroho
Wakil : Wadie Maharief Z.A
Alamat : Jl. Lowanu No. 60 Sorosutan Umbulharjo, Yogyakarta 55162.
Telp. (0274) 371141
Fax. (0274) 375183
Homepage:
E-mail :

35.Komite Nasional Wartawan Indonesia (KOMNAS-WI)
Ketua : TM. Fauzie MS
Wakil : H. Hasan Ilyas
Alamat : Jl. Budi RT 01/08 No. 8 Cawang III – Jakarta Timur
Telp & Fax (021) 8006414
Homepage:
E-mail :

36.Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI)
Ketua : Taufiq Rahman, SH
Wakil : Titus Hutabarat
Alamat : Jl. Salemba Tengah No. 78 Jakarta Pusat
Telp. (021) 3912247, 3156085
Fax. (021) 3908595.
Homepage:
E-mail :
37.Gabungan Wartawan Indonesia (GAWANI)
Ketua : Fowa’a Hia
Wakil : Posma Hutapea
Alamat : Jl. H. Amsir No. 5, Sunter Jakarta Utara.
Telp. (021) 6506979.
Homepage:
E-mail :

38.Federasi Wartawan Independent Indonesia Baru (FWIIB)
Ketua : CNO Haznan A. Tanjung
Wakil : Eka Mediely, S.H
Alamat : Jl. Karunia No. 14 Rt. 08/03 Kelurahan Umban Sari Kecamatan
Rumbai Pekanbaru, Riau
Telp. (0761) 555 146, 555 149
HP. 081 1769627
Homepage:
E-mail :

 39.Persekutuan Oikumene Jurnalis Kristen Indonesia (PROJUSTISIA)
Ketua : Prof. Dr. Willy Karamoy M.A, APU
Wakil : Ev. Robinson Togap Siagian DSTP
Alamat : Wisma KORANDO
Jl. Swadaya VII No. 25 Depok.
Telp. (021) 772 01304
Fax. (021) 776 4887
Homepage:
E-mail :

40.Persatuan Wartawan Indonesia Reformasi (PWI-REFORMASI)
Ketua : Budiman S. Hartoyo
Wakil : Edy Mulyadi
Alamat : Jl. Mangga II/45, Jatibening II, Pondokgede Bekasi 17412
Telp. (021) 847 8587
Pager 13022 ID 72351
HP: 0812 9909269
Homepage:
E-mail :pwiref-kornas@journalist.com

41.Aliansi Wartawan Indonesia (AWI)
Ketua : R. Mustapa, BSc
Wakil : Marihot Sitompul, BA
Alamat : Jl. PrAmuka Jati No. 5 Jakarta 10440 Jakarta Pusat
Telp/fax. (021) 924 9132
Homepage:
E-mail :

42.Komite Jurnalis Indonesia (KJI)
Ketua : Antarini Adam Malik
Wakil : Helmi Marpaung
Alamat : Jl. Diponegoro No. 17 Jakarta
Telp/fax. (021) 390 8588, 310 0495
Pager 13038-390 2828 pes. 17354
HP 0812 9927390
Homepage:
E-mail :yasogama@indosat.net.id

43.Ikatan Jurnalis Penegak Harkat dan Martabat Bangsa (IJAP HAMBA)
Ketua : Boyke M. Nainggolan, MBA
Wakil : Drs. M.K.P Sinuraya
Alamat : A1-15, Bukit Utara Road-Bukit Modern Estate Pondok Cabe
Telp. (021) 912 9714
Fax. (021) 747 04690Jl.
Bungur Besar Raya No. 40
Telp. (021) 420 8440
Homepage:
E-mail :pembahar@jakarta.wasantara.net.id

Jiwa Perjuangan

CatatanKu : Oleh : La Ode Muh Fardan

Suara gemuruh demonstran terdengar begitu lantang menyuarakan aspirasi rakyat. Berjalan kaki menuju singgahsana para anggota dewan yang katanya wakil dari rakyat. Berdiri di depan pagar, berteriak agar para anggota dewan dapat menemui mereka. Namun sayang, ketika aspira yang mereka suarakan tidak mendapat tanggapan, mereka malah bertindak anarkis seperti orang yang tak berpendidikan. Katanya ingin membantu rakyat namun nyatanya ketika mereka berdemonstrasi mereka malah menyusahkan rakyat. Apakah ini sosok yang akan memimpin bangsa ini kedepannya? Memperjuangkan hak rakyat adalah kewajiban bagi setiap kaum muda yang berintelektual. Sebagai generasi penerus dari bangsa yang akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang disegani oleh bangsa-bangsa lain. Seperti yang selalu diperbincangkan dan menjadi harapan seluruh rakyat Indonesia bahwa Indonesia akan mencapai masa keemasannya pada tahun 2045 dan akan sejajar dengan negara-negara maju. Suatu prediksi sekaligus harapan bagi bangsa Indonesia kedepannya. Semua ini akan terwujud ketika para pemuda saat ini ingin bergerak maju dengan segala pemikiran dan kerja kerasnya. Pemimpin yang hebat bukan hanya pintar berbicara akan tetapi pintar dalam bertindak. Melakukan demonstrasi bukan suatu hal yang dilarang, bahkan pada masa runtuhnya orde baru pun para pemuda melakukan demonstrasi besar-besaran untuk meruntuhkan rezim Soeharto. Namun zaman telah berubah, sebagai generasi yang berintelektual harus memikirkan terlebih dahulu segala aspek sebelum melakukan demonstrasi. Jangan sampai ingin menyuarakan suara rakyat namun ujung-ujungnya menyusahkan rakyat. Karena banyak diantara para demonstran, ketika berdemonstrasi melakukan penrusakan sarana publik, pembakaran ban di jalan raya bahkan ada yang dengan sengaja memblokir jalan dengan truk yang disita. Pemandangan seperti itu sudah menjadi kebiasaan dikalangan pemuda. Potret yang begitu memilukan dari anak-anak bangsa yang selalu menggunakan kekerasan dalam bertindak tanpa memikirkan setiap resiko yang ditimbulkan. Ketika semua generasi muda seperti ini, yang selalu berlaku anarkis ketika menyuarakan suara rakyat, maka harapan bangsa di tahun 2045 hanya akan menjadi buah bibir saja. Menyikap permasalahan diatas, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menyuarakan suara rakyat, bukan hanya sekedar berdemonstrasi saja. Kegiatan yang dapat dilakukan dan memiliki dampak yang lebih baik adalah melalui tulisan. Seorang pemuda atau pun siapa saja dapat melakukan kritikannya melalui tulisan-tulisan, baik itu melalui surat kabar, buku-buku, puisi ataupun melalui sosial media. Namun, dalam membuat suatu tulisan harus tetap memperhatikan aspek etika di dalamnya. Apa bedanya seorang pemuda yang mengkritik melalui tulisan dengan berdemonstrasi secara langsung kalau bukan dari etika dalam penyampaiaannya. Hal lain yang menjadi keuntungan ketika seseorang membuat suatu tulisan, yakni tidak adanya orang yang dirugikan secara fisik, memobilisasi massa lebih banyak karena tulisan dapat dikirim melalui media sosial sehingga masyarakat dan pemerintah lebih cepat dan lebih mudah mengetahui maksud yang ingin disampaikan, tidak mengganggu aktivitas masyarakat baik aktivitas sosial maupun aktivitas ekonomi. Melalui tulisan pula, kritikan tidak akan pernah mati dan bahkan akan semakin bertambah. Inilah tugas dari generasi muda sekarang yang harus berperan aktif dalam membela dan memperjuangkan hak rakyat. Karena perjuangan tidak selamanya menggunakan fisik, akan tetapi sebagai orang yang terpelajaran harus menggunakan akal pikirannya untuk memecahkan segala permasalahan yang ada di negara ini. 

Oleh : La Ode Muh Fardan

Dalam Renungan Hidup

Jurnal_45||L.M.F||

Ketepatan dan kecepatan Anda dalam mengambil suatu tindakan akan sangat menentukan jalan hidup mana yang akan Anda pilih. Anda akan menjadi PEMENANG, ataupun sebaliknya. Sebagaimana halnya Anda harus mimilih jalan pada suatu perempatan. Maka Anda harus memilih sikap yang tepat agar bisa sampai ke tujuan. Seorang pemenang harus pantang menyerah, karena orang- orang yang mudah menyerah tidak mungkin akan menang.

Mengertilah bahwa kesulitan merupakan suatu cara untuk mencetak kita agar menjadi manusia- manusia yang tangguh. Seorang pelaut yang handal, tidak mungkin lahir dari Lautan yang tenang. Namun lahir dari ganasnya deburan ombak di lautan. Begitu pula dengan kita. Seorang manusia yang tangguh, lahir dari berbagai macam cobaan berat yang berhasil ia taklukkan.

Jatuh dan gagal itu biasa. Namun adanya niat dan semangat untuk bangkit, itu baru Luaar biasa!! Tidak penting sudah berapa kali Anda jatuh dan gagal. Namun yang paling penting adalah sudah berapa kali Anda bangkit dari keterpurukan. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda yang merupakan batu loncatan agar kita memiliki kekuatan yang lebih besar untuk mencapai tingkat kesuksesan yang jauh lebih tinggi. Not Trial and Error, but ‘Trial and LEARN’.

Cobaan yg menerpa kadang membuat kita tersungkur dan merintih kesakitan. Ujian yg menghadang seringkali membuat kita kuwalahan dan menumpahkan air mata yang tiada tara. Hembusan permasalahan yg tak kunjung reda membuat pundak dan kepala kita terasa sangat berat dan tak berdaya. Itulah semua tantangan yang harus kita hadapi dan taklukkan..

Adanya cobaan- cobaan berat menunjukkan kecintaan Allah yang luar biasa kepada hambanya. Rosulullah pun bersabda: “Apabila Allah menyenangi hamba maka dia diuji, agar Allah mendengar permohonannya (kerendahan dirinya)” (HR. Al-Baihaqi). Jangan pernah lari dari masalah, jika Anda lari dari masalah. Berarti Anda LARI dari kasih sayang Allah. Adanya masalah dan kerumitan dalam hidup ini justru akan membuat kita berTAHAN, dan lebih berTUHAN.

Jangan biarkan ‘nasib’ berkuasa dalam menentukan hidup Anda. BERJUANGLAH..!! Dan biarkan nasib yang ‘menyerah’, karena semangat dan keyakian Anda yang luar biasa. Sangat disayangkan, banyak teman kita yang belum bisa menerima keadaan yang mereka alami. Saat rangkaian cobaan menghantam, mereka ‘mengeluh’. Padahal adanya keluhan tidak akan menyelesaikan masalah yang ada. Namun justru hanya akan membuat keadaan menjadi jauh lebih buruk. Mengapa..?

Karena tiap kali kita mengeluh, rezeki kita justru akan semakin diundur sehingga pertolongan yang akan Allah berikan menjadi semakin jauh. Oleh sebab iti, kita harus senantiasa bersyukur agar rezeki kita semakin didekatkan dan ditambah nikmatnya. Allah pun berfirman :"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."(Q.S Ibrahim: 7).

Rosulullah juga bersabda, bahwa: “Ada 3 hal yang termasuk pusaka kebajikan, yaitu merahasiakan keluhan, merahasiakan musibah, dan merahasiakan sodaqoh yang kita keluarkan” (HR. Ath-Thabrani).

Maka, jangan nodai usaha dan semangat Anda dengan keluhan. Nikmatilah proses kehidupan ini, dan rasakan kehadiran petunjukNya. Lihatlah… Begitu banyak kaum yang lemah, namun bisa mengalahkan kaum yang kuat. Dan begitu banyak kaum yang sedikit, namun bisa mengalahkan kaum yang banyak, karena semangat dan keyakinan mereka yang luar biasa, yang sama sekali tidak mengenal ‘Mengeluh’ dan ‘Menyerah’ dalam mengarungi hidup ini. “Kitalah PEMENANG…!! Dalam melawan deburan ombak kehidupan”.

Selamat berjuang para PEMENANG..!! Jangan Mengeluh dan jangan Menyerah..!!

Rabu, 18 Mei 2016

Menata Rezki dengan Sholat

Membuka Pintu Rizki dengan Shalat Dhuha

Kehidupan manusia selalu disibukkan oleh hiruk pikuk aktivitas mereka pada pagi hari, dengan kata lain hari demi hari mereka lewati tanpa ‘mengawali’ dengan sesuatu yang hakiki. Mereka melewatkan ‘suatu hal utama’ yang sebaiknya dilakukan. Namun mereka tidak menyadari, padahal ‘hal itu’ akan sangat membantu segala aktivits mereka sampai sore hari dan pada hari- hari berikutnya.

Ya, shalat dhuha adalah rahasianya. Shalat ini adalah shalat yang dianjurkan oleh Allah dan Rasulullah saw. Bahkan beliau berpesan 3 hal, yaitu : berpuasa tiga hari pada tiap- tiap bulan, menjalankan 2 rakaat shalat dhuha, dan untuk mengamalkan shalat witir sebelum tidur." (HR Bukhari dan Muslim).

Shalat dhuha akan menjadi senjata kita dalam mengatasi semua permasalahan dan sebagai anak tangga dalam membuka pintu- pintu rizki dariNya. Dalam kitab ‘An Nurain’ rosulullah bersabda: “Dua rekaat shalat dhuha dapat menarik rezeki dan menolak kefakiran".

Rizki dalam hal ini bukan berarti hanya materi. Namun lebih dari itu, rizki adalah kenikmatan yang sesuai dengan keadaan yang sedang kita alami. Rizkinya orang yang belum mendapat jodoh adalah mendapatkan jodohnya, rizkinya orang yang sedang tertimpa hutang adalah terlepas dari hutangnya, rizkinya orang yang masih menganggur adalah mendapatkan pekerjaan, dll.

Jumlah raka'atnya mulai 2 hingga 12 rakaat. Meskipun bernilai sunnah, shalat ini mengandung manfaat yang luar biasa. “Barang siapa yang melaksanakan shalat dhuha 2 rakaat, maka akan ditulis sebagai orang- orang yang tidak lalai dalam mengingat Allah. Barang siapa yang melaksanakan 4 rakaat, akan ditulis sebagai orang- orang yang suka beribadah. Barang siapa yang melaksanakan 6 rakaat, maka akan dicukupkan ia pada hari tersebut.

Barang siapa yang melaksanakan 8 rakaat, akan ditulis sebagai orang- orang yang selalu berbuat taat. Dan barang siapa yang melaksanakan 12 rakaat, maka Allah akan membina baginya mahligai di dalam Surga”. (HR At Thabrani). Dalam hadits lain dikatakan, “Barang siapa shalat dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya Istana di Surga” (HR Tirmidzi dan Abu Majah).

Shalat Dhuha pun bisa melebur dosa- dosa yang kita miliki, dalam hal ini Rosulullah bersabda :“Barang siapa yang menjaga sembayang dhuha nya, niscaya diampuni Allah baginya segala dosa walaupun sebanyak buih di lautan” (HR Ibnu Majah dan At Thabrani).

Tidak hanya itu, Abdullah bin Buraidah meriwayatkan dari ayahnya, bahwa ia pernah mendengar Rosulullah SAW bersabda : “Di dalam tubuh manusia ada 360 ruas tulang. Ia harus disedekahkan untuk setiap ruasnya. Para shahabat bertanya, "Siapa yang sanggup melaksanakan itu, ya Rasulullah ? Beliau menjawab : "Dahak yang di masjid itu lalu ditutupinya dengan tanah, atau menyingkirkan sesuatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah. Atau, sekiranya tidak dapat melakukan itu, cukuplah diganti dengan mengerjakan 2 rakaat shalat dhuha." (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Tahukah Anda, bahwa kelak di Surga ada satu pintu yang disebut "Pintu Dhuha". Bila datang hari kiamat, terdengar seruan, "Manakah orang- orang yang membiasakan diri dengan shalat Dhuha? ini pintu kalian. Masukilah dengan Rahmat Allah." (HR At Thabrani). MasyaAllah.. Semoga pintu ini yang dapat mengantarkan kita memasuki SurgaNya.

Bagaimana dengan Anda..? Masihkah Anda melupakan shalat Dhuha dalam mengawali aktivitas Anda setiap harinya..? Rasulullah bersabda: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan 4 rakaat shalat dhuha, karena dengan shalat tersebut, Aku cukupkan kebutuhanmu pada sore harinya.”(HR Hakim dan Thabrani).

Cinta Pada Pandangan Agama

Mamahami Arti sebuah Cinta yang Sebenarnya

 Cinta… Ya. Itulah sepenggal kata yang sering kali diucapkan dan dirasakan oleh semua orang. Suatu bentuk ungkapan dan luapan perasaan seorang manusia. Tidak dapat dilihat… Tidak dapat disentuh… Namun dapat dirasakan, diluapkan, maupun dipendam. Kehadirannya kadang tiba- tiba, bagaikan kemarau panjang yang langsung terkena deburan air hujan. Bisa menyegarkan dan membahagiakan. Namun juga bisa menyakitkan. MasyaAllah…

Berbagai buku ditulis untuk mengungkap dan memahami arti sebuah cinta, mulai dari yang berjudul: ‘Pacaran dalam Islam’, ‘Ya Allah Aku sedang Jatuh Cinta’, ‘Jatuh Cinta itu Indah’, ‘Eifel I am in Love’, dll. Yang semuanya dijelaskan dalam puluhan, bahkan ratusan lembar untaian kata- kata. MasyaAllah…

Padahal cinta itu begitu sederhana, ia hanya terbagi menjadi 2 belahan, yaitu cinta yang abadi (cinta kepada sang ilahi), dan cinta yang fana (cinta kepada sesama manusia). Cinta yang ABADI selalu diliputi oleh perasaan senang, tenang, dan nyaman, karena perasaan ini terhubung langsung dengan sang ilahi. Sedangkan cinta yang FANA diliputi oleh nafsu, perasaan gelisah, tidak tenang, dan kadang menyakitkan.

Banyak sahabat kita yang terpuruk dalam kesedihan yang mendalam karena cinta yang fana. Ia disakiti bahkan dikhianati oleh orang- orang yang sangat mereka cintai. Astagfirullah hal’adzim… Padahal, adanya cinta sebenarnya akan membuat kita bahagia, bukan membuat kita sengsara dan merana. Memang tidak mudah, bagi orang yang sudah terikat oleh cinta yang fana untuk bangkit kembali dari kesedihan, karena perasaannya masih memikirkan zat yang fana pula. Dengan terlalu menyandarkan hati kita pada zat yang lemah, maka kita pun akan tumbuh menjadi pribadi yang lemah pula.

Maka, mulai saat ini jadilah orang- orang yang tangguh. Yang tidak pernah bersedih dan menangis hanya karena sebuah cinta yang fana. Jangan sandarkan jiwa dan hati Anda yang sucipada cinta yang bisa menyakiti. Waktu masih panjang dan masih begitu banyak impian yang belum kita raih dalam hidup ini. Oleh sebab itu, kita membutuhkan kekuatan cinta yang luar biasa yaitu Cinta yang abadi, cinta kepada sang ilahi.

Silahkan Anda mencintai orang- orang yang Anda cintai, tapi cintailah mereka dengan cinta yang sewajarnya. Seandainya Anda ditinggalkan atau disakiti olehnya, maka Anda tidak terpuruk dalam kesedihan yang mendalam dan dapat langsung bangkit dari keterpurukan, karena masih mempunyai 1 cinta abadi yang hakiki, yaitu cinta kepada sang ilahi. Cinta yang tulus dan tak pernah menyakiti… Cinta yang memberi kekuatan dan menyejukkan hati… Cinta yang murni dan berasal dari cahaya ilahi.

Curahkan cinta Anda lebih kepada Allah ta’ala, karena inilah yang menjadi bukti ketulusan iman dan ketaqwaan kita kepadaNya. Bahkan rosulullah pun bersabda: “Barangsiapa memberi karena Allah, menolak karena Allah, mencintai karena Allah, membenci karena Allah, dan menikah karena Allah, maka sempurnalah imannya”. (HR. Abu Dawud).

Cinta yang fana belum tentu bisa membawa kita ke Surga.Namun cinta yang abadi dapat membawa kita ke Surga. Cintailah rosulullah, karena kelak orang- orang yang mencintai beliau akan dipertemukan dengan beliau di Surga. Hadis riwayat Anas bin Malik ra.: “Bahwa seorang Arab badui bertanya kepada Rasulullah saw : Kapankah kiamat itu tiba? Rasulullah menjawab: Apa yang telah kamu persiapkan untuk menghadapinya? Lelaki itu menjawab: “Aku Cinta Allah dan RasulNya”. Kemudian rasulullah bersabda: “Kamu akan bersama orang yang kamu cintai” (bersama dengan rosul di Surga). (Shahih Muslim No.4775). MasyaAllah…

Jika Anda terlalu mencintai dan mengejar Dunia, maka Anda tidak mungkin mendapatkan Akhirat. Namun jika Anda mencintai dan mengejar Akhirat, maka Anda pasti mendapatkan keduanya (Dunia dan Akhirat). Mengapa..? Karena Akhirat tidak hanya mengajarkan kita bagaimana cara untuk memasukinya, tapi juga mengajarkan bagaimana kita untuk menaklukkan dan meraih apa yang terbaik di Dunia ini.

Bagaimana dengan Anda…? Masihkah Anda mengalirkan air mata kesedihan hanya karena sebuah cinta yang fana..? Dan sudahkah Anda mencintai Allah dan Rosulullah dalam cinta yang abadi..?Semoga sepenggal tulisan ini, dapat membantu Anda untuk lebih memahami arti sebuah cinta yang sebenarnya. Membuat Anda menjadi orang- orang tangguh, yang selalu mencintai Allah dan Rosulullah dalam ikatan cinta yang abadi. Allahumma Amiin…

By : Jurnal_45||L.M.F|| Mengapa Doa Kita Belum Dikabulkan..??

By : Jurnal_45||L.M.F||
Mengapa Doa Kita Belum Dikabulkan..??


Manusia adalah makhluk yang sangat lemah, tanpa adanya pertolongan dan belas kasihan yang Allah berikan, maka kita tidak akan dapat menjalani kehidupan ini dengan mudah. Masalah yang datang kadang membuat kita terpuruk dalam kesedihan. Kemudian kita memohon pertolongan dan kemudahan kepada zat yang Maha Pengasih dan Penyayang, Allah swt.

Ribuan doa telah kita panjatkan. Namun kenapa kadang doa kita belum dikabulkan..? Apa yang salah..? Untuk menjawab pertanyaan seperti ini, jangan lah menyalahkan Allah atas belum terkabulnya doa- doa kita. Jangan juga mengeluh dan berputus asa. Cobalah instropeksi kepada diri Anda sendiri, “Mengapa doaku tidak dikabulkan..??”

Ada 2 sebab mengapa doa kita ditolak: PERTAMA, kita tidak memperhatikan adab (tata cara) berdoa, misalnya harus bertobat (beristigfar) terlebih dahulu, disertai membaca shalawat kepada Nabi Muhammad saw, harus diakhiri dengan Al Fatikhah, pada saat kita sedang berpuasa, dan pada waktu yang tepat (setelah shalat fardhu, antara adzan dan iqomah, pada 1/3 malam yang terakhir, dll)

Rosulullah bersabda : “Allah turun ke langit dunia pada 1/3 malam yang terakhir dan berfirman : "Adakah orang yang berdo'a kepadaKu akan Kukabulkan? Adakah orang yang beristighfar kepada-Ku akan Kuampuni dosa- dosanya? Adakah orang yang mohon rezeki kepada-Ku akan Kuberinya rezeki? Adakah orang yang mohon dibebaskan dari kesulitan yang dialaminya akan Kuatasi kesulitan-kesulitannya?" Yang demikian (berlaku) sampai tiba waktu fajar (subuh). (HR. Ahmad

Alasan KEDUA adalah karena sifat dan perilaku kita yang masih buruk. Syaqiq Al Balkhi bercerita, ketika Ibrahim bin Adam berjalan- jalan di pasar Bashrah, orang- orang mengerumunibeliau. Kemudian mereka bertanya: “Mengapa Allah belum juga mengabulkan doa- doa kami setelah kami berdoa selama berahun- tahun..?” Padahal Allah berfirman: “Berdoalah kalian, maka akan Ku kabulkan”.

Ibrahim bin Adam mengatakan, “Hatimu telah mati dari 10 perkara”
1. Engkau mengenal Allah, tapi tidak menunaikan hak- hakNya.
2. Engkau membaca Kitab Allah, tapi tidak mengamalkan isinya.
3. Engkau mengaku bermusuhan dengan Iblis, tapi masih saja menuruti kenginginannya.
4. Engkau mengaku mencintai Rosulullah saw, tapi masih meninggalkan sifat dan sunah- sunah beliau.
5. Engkau mengaku menyenangi Surga, tapi tidak melakukan perbuatan untuk menuju kesana.
6. Engkau mengaku takut Neraka, tapi masih saja melakukan perbuatan dosa.
7. Engkau mengakui kematian itu hak, tapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
8. Engkau begitu asyik meneliti aib orang lain, tapi melupakan aib- aib dirimu sendiri.
9. Engkau makan rezeki dari Allah, tapi tidak bersyukur kepadaNya.
10. Engkau menguburkan orang- orang, tapi tidak mengambil pelajaran dari peristiwa itu.

Itulah berbagai sebab mengapa doa kita tidak dikabulkan, yakinlah bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang. Ia tidak mungkin membiarkan hambaNya berlarut- larut dalam masalah Dunia yang fana. Rosulullah bersabda: “Tiada seorang berdo'a kepada Allah dengan suatu do'a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari 3 hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani).

Yakinlah dalam hati Anda, bahwa doa kita pasti dikabulkan karena Allah lebih mengetahui isi Hati kita. Rosulullah pun bersabda: “Hati manusia adalah kandungan rahasia dan sebagian lebih mampu merahasiakan dari yang lain. Bila kamu mohon sesuatu kepada Allah maka mohonlah dengan penuh keyakinan bahwa do'amu akan terkabul. Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai dan lengah. (HR. Ahmad)

Bagaimana dengan Anda..?? Masihkah Anda menyalahkan Allah atas belum terkabulnya untaian doa- doa yang Anda panjatkan..? Intopeksi diri dan berbenahlah, bukan janji Allah yang salah. Namun kita lah yang salah... Mengapa kita belum menunaikan kewajiban- kewajiban kita sebagai seorang hamba Allah..??

Jurnal_45||L.M.F||

Tulisan Suara Hati Rakyat Untuk Koruptor


Oleh: La Ode Muh Fardan

Kami tidak butuh uangmu

Kami tidak butuh jasmu

Kami tidak butuh mobilmu

Kami hanya butuh kesejahteraan

Kesejahteraan yang tlah lama hilang dari negeri ini

Kami tak mengerti apa itu hukum

Kami tak mengerti apa itu undang-undang

Kami tak mengerti apa itu keadilan

Kami hanya mengerti bagaimana cara bertahan untuk hidup

Pernahkah kau melihat kehidupan kami

Kemiskinan, penderitaan yang tiada henti

Kau rampas hak kami

Kau pentingkan dirimu sendiri

Tanpa melihat kami disini

Hei, kau tikus!

Kau pintar

Kau cerdas

Tapi kenapa kau gunakan kepintaranmu untuk menindas kami

Oleh L.M.F

Indahnya Persahabatan Kita "Antara Kamu dan Sahabat Ku"

Cretive by La Ode Muh Fardan
Kalian Sahabat Terbaik Dalam HidupKu

Mencintai seseorang hingga berbeda selisih dengan sahabat adalah pertanda yang kurang baik dalam sebuah hubungan. Teman memang bisa silih berganti, sedangkan pasangan selalu diharapkan untuk dapat langgeng dan selalu bersama bahkan hingga akhir hayat. Namun tetap saja, sahabat mempunyai masa dimana membuatmu bisa tertawa dan menjalani kehidupan yang menyenangkan. Dan jika pasanganmu membuatmu jauh dari teman-teman kamu. Ada hal yang aneh atau memang dia terlalu over protektif sama kamu. Padahal kamu tahu hubungan yang berlebihan selalu berakhir dengan tidak baik.

Sahabat Adalah Teman Segala Rahasia Saat Kita Hidup


Seorang sahabat adalah teman yang menyimpan segala rahasia kita, mencurahkan segala keluh kesah saat pasangan sedang sibuk dengan dunianya. Atau menjadi sandaran kedua kita saat ada masalah. Mereka menangis saat kita sedang menangis. Tertawa saat kita tertawa, berbagi cerita tentang hubungan masing-masing dalam sebuah percakapan yang sangat rahasia. Yang hanya diketahui oleh sahabat itu saja.

Kebahagiaan Terasa Kurang Jika Tak Ada Mereka


Menjalin hubungan denganmu adalah hidupku dan bersamamu adalah tujuanku. Tapi sahabat adalah pelengkap tujuan itu. Saat kamu membuatku begitu lelah dengan berbagai kesibukanmu. Maka bersama sahabatlah aku merasa hidup kembali.


Mereka yang gokil, jahil, culun dan selalu mengerjaiku hingga membuatku marah tapi tetap bahagia bersama mereka. Kami dapat melakukan berbagai hal bersama, dan terkadang melupakan rasa penat dan kesal saat sedang bertengkar denganmu. Bila tak ada mereka, maka aku takut kamu akan membenciku, karena kebahagiaanku masih terasa hambar.
Oleh : La Ode Muh Fardan 

Rakyat Bertanya : Haruskah Seperti Ini?

Oleh : La Ode Muh Fardan ||Jurnal_45||

Ketum Golkar Terpilih : Inilah Pesan saya yang bisa kita baca bersama 

Sejumlah anggota MKD - DPR , tanpa merasa malu dengan arogannya mempertontonkan sandiwara politik pembodohan.

 Untuk membela kepentingan seorang Setya Novanto, sejumlah anggota Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD) Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ), tanpa merasa malu dengan arogannya mempertontonkan sandiwara politik pembodohan.

Pembodohan politik itu dipertontonkan melalui media televisi. Kini sandiwara pembodohan itu menjadi buah bibir rakyat Indonesia di seantero nusantara. Rakyat yang menyaksikan sandiwara pembodohan itu melalui siaran televisi saat sidang etik oleh MKD berlangsung di gedung DPR, Senayan, Jakarta, sudah sangat marah, akan tetapi tidak tahu kemana kemarahan itu disalurkan.

Memang tidak semua anggota MKD yang menyidangkan kasus pelanggaran etik yang diduga dilakukan oleh Ketua DPR, Setya Novanto. Tengok saja sikap tegas Junimart Girsang, Wakil Ketua MKD dari Fraksi PDIP ( Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ). Namun sikap tegasnya itu nyaris tak berdaya, akibat sikap sejumlah anggota MKD dari Fraksi Golkar, yang tampak “mati-matian” membela Setya Novanto dengan menggiring sidang ke arah lain, bukan pada inti pokok masalah, yakni mengenai pelanggaran etika yang diduga dilakukan Setya Novanto.

Sikap sejumlah anggota MKD jelas tidak menggambarkan dirinya sebagai wakil rakyat, melainkan lebih mementingkan membela kelompoknya, bahkan secara jelas terlihat lebih mementingkan membela Setya Novanto dari pada kepentingan rakyat. Sandiwara pembodohan itu mereka pertontonkan semata-mata untuk menyelamatkan Setya Novanto, yang terancam bisa dipecat dari anggota DPR dan Ketua DPR-RI akibat pelanggaran kode etik yang dilakukannya.

Masih pantaskah anggota MKD yang lebih mengutamakan kepentingan golongannya atau dalam kasus ini lebih mementingkan membela Setya Novanto, itu disebut sebagai wakil rakyat ? Tentu tidak. Salahkah rakyat kalau nanti keputusan MKD itu tidak sesuai dengan rasa keadilan rakyat, lalu rakyat meminta bubarkan DPR atau setidak-tidaknya menyeret oknum anggota MKD itu ke peradilan rakyat ?

Para anggota MKD yang menyidangkan kasus Setya Novanto tentu sudah mengetahui, bahwa rakyat kini marah melihat sejumlah anggota MKD dalam sidang. Kiranya hal itu jangan dianggap remeh, dan jangan paksa rakyat turun ke jalan melakukan revolusi untuk membubarkan DPR. Rakyat sudah melihat apa yang dilakukan Setya Novanto. Oleh karenannya, jangan hanya karena seorang Setya Novanto, rasa keadilan ratusan juta rakyat Indonesia dikorbankan. Revolusi taruhannya.

Disusun Olah : La Ode Muh Fardan

Buku Bercerita dan Ku Rangkai Menjadi sebuah Tulisan


Oleh : La Ode Muh Fardan 
Alumni : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip_UHO) 
Jurusan Ilmu Komunikasi_Konsentrasi Jurnalistik (S-1)


Oleh : La Ode Muh Fardan 

Mungkin terbuai,tidak tahu atau memang dikondisikan agar tidak mau tahu sebetulnya kita sebagai rakyat bangsa indonesia yang merupakan bangsa besar memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah namun ironis di dalamnya ada upaya pembodohan yang celakanya itu dilakukan oleh pemimipin negeri kita, banyak hal yang dapat diangkat sebagai bukti dalam konteks ini namun hanya satu catatan saya yang mungkin saya mengajak teman-teman semua juga untuk mengkritisi hal ini adalah masalah perpajakn di negeri kita tercinta ini.

Selogan-selogan perpajakan yang terpasang menjulang tinggi yang hampir memenuhi setiap sudut jalan yang banyak berisikan seruan rakyat untuk membayar pajak yang salah satunya yang saya ingat PAJAK LUNAS TIDUR PULAS seakan mengganggu pikiran saya, banyak ungkapan yang harus saya ungkapkan disini mulai dari sedih, kasian, jengkel dan bingung.

Fakta ini menunjukan bahwa para pemimpin negeri ini tidak memahami rakyatnya ditengah himpitan kehidupan, bukan anti bayar pajak dan bukan menjadikan negara tanpa pajak namun sangat ironis ketika semua yang menjadi kebutuhan khususnya kebutuhan primer dibebani pajak yang dalam hal ini nominalnya juga tidak sedikit.

Hal yang sangat aneh ketika rakyat rajin membayar pajak namun semuanya itu kembali lagi untuk kehidupan rakyat,anehnya disini seakan-akan negara hanya event organizer yang hanya memfasilitasi penyetoran uang rakyat saja, tanpa memikirkan bagaimana caranya negara ini bisa memakmurkan rakyatnya tanpa pajak yang membumbung tinggi. dan memang tidak ada di dunia ini negara tanpa pajak karena pajak memang salah satu faktor untuk mengukur sehat atau tidaknya sebuah negara.

Contoh saja banyak kekayaan alam negeri kita ini yang tidak kita manfaatkan sendiri seakan negara ini merupakan penyuplai kekayaan kepada negara-negara lain tanpa dapat imbalan apapun atau imbalan pada kelompok tertentu saja tanpa melihat kepentingan rakyat, banyak hal yang dapat diangkat disini free port misalnya negeri kita tercinta ini hanya dapat menonton kekayaan alamnya dikuras habis oleh bangsa lain.

Ironis memang ketika itu tidak dimanfaatkan kita sendiri dengan dampak nantinya adalah kemakmuran rakyat, dengan pemanfaatan sumber-sumber daya alam ini tidak mustahil kehidupan rakyat akan lebih sejahtera tanpa harus di pusingkan dengan membayar pajak yang cukup tinggi dan membebani.

Moment pilpres ini harusnya menjadi tonggak untuk memasuki babak baru dalam upaya pembenahan negeri ini kita harus benar-benar tahu sosok seorang pemimpin yang memang mengerti kesulitan rakyat indonesia saat ini.


Oleh : La Ode Muh Fardan 
Alumni : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip_UHO) 
Jurusan Ilmu Komunikasi_Konsentrasi Jurnalistik (S-1)


Politik Sekarang Ternilai Sebagai Pembodohan dan Pemiskinan Terhadap Rakyat

Cretive by La Ode Muh Fardan

Politik sekarang ini menurut saya pribadi adalah sebuah pembodohan. Pembodohan massal. Pembodohan yang terstruktur. Pembodohan untuk mereka yang sudah ‘Bodoh’.

Pembodohan yang sangat tidak manusiawi. Ketika lapisan social masyarakat butuh pencerahan akan hidup dan kehidupan. Poitik datang dengan segala macam janji-janji ala tikus kantor. Bungkusannya tetap sama ‘Pembodohan’. Apa yang mereka cari? Kekuasaan dan Pemerintahan. Berkuasa dan memerintah atas nama rakyat. Sungguh aneh. Pemerintah dan kekuasan. Dua hal yang sangat bisa membuat decak kagum bila bisa meraihnya. Katanya, kekuasaan tertinggi ada di tangan rakyat. Mana? Di mana? Bukannya terbalik? Bukankah itu adalah pembodohan?

Politik hanya membutuhkan suara rakyat. Bukan keinginan dan kemauan, apalagi cita-cita masyarakat akan Negara berkeadilan dan berkemanusiaan.

Politik punya topeng hitam dan menakutkan. Menggunakan sopan santun untuk meraih simpati rakyat. Menggunakan uang untuk meraup suara rakyat. Dan menggembalikan uang mereka setelah berkuasa. Bukankah itu pembodohan rakyat.

Susah rasanya percaya dengan sopan santun dan sikap apapun yang tercermin dari panggung politik. Apalagi politik era modern. Semuanya dipermak dan dimanipulasi oleh media. Karena media sudah berpolitik. Apalagi kalau bukan kepentingan ‘income’. Media cetak dan tv tak terhindarkan oleh basa-basi politik modern.

Politik rata-rata hanya menghasilkan politikus ulung. Bukan Negarawan. Politikus hanya bisa memainkan kata. Bisa kita sebut Retorika politik modern. Sungguh naïf retorika politik itu. Tingkah yang sungguh beda dari kenyataan.

Politik, kekuasan, dan pemerintah. Trisula percaturan dalam kancah dinamika kenegaraan yang selalu menjadi bola salju elite penguasa. Siapa yang pintar memainkannya maka dia yang akan beruntung ke singgasana impian. Kalau dulu politik adalah menciptakan pemimpin ideal, maka hari politik hanya akan melahirkan sang penguasa. Penguasa tidak sama dengan pemimpin. Dua hal yang harus dibedakan untuk mengembalikan citra bangsa yang terpuruk. Mengembalikan harapan masyarakat yang merdeka. Bebas dari kepentingan penguasan yang berkuasa. Yang hanya datang ketika harapannya ada di tangan rakyat. Datang dengan dalih silaturrahmi, seperti perantau yang rindu untuk pulang.

Rakyat merindukan pemimpin bukan penguasa. Pemimpin yang berani mengatakan kebenaran. Kebenaran untuk kepentingan masyarakat yang berdaulat. Pemimpin yang berani melawan ketimpangan sosial yang tak bermoral dan beradab. Pemimpin berani meninggalkan singgasananya demi melihat penderitaan masyarakat yang sebenarnya bukan hasil pemberitaan media yang sudah diragukan lagi independensinya. Pemimpn yang berani menggulung lengan bajunya dan berkeringat bersama rakyat. Bukan penguasa yang hanya bisa berpangku tangan. Tunjuk sana-sini. Teriak seperti orator jalanan. Yang suaranya melengking seperti kehiangan induknya.

Oleh : La Ode Muh Fardan
Alumni : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip_UHO)
Jurusan Ilmu Komunikasi_Konsentrasi Jurnalistik (S-1)

Ku termenung dalam Hati

Cretive by fardan ode

Kulihat berdiri tegak

Gubuk kecil,

Yang tak pantas untuk ditinggali

Yang hampir rapuh

Yang gelap tanpa ada suatu cahaya apapun masuk

Didalamnya

Hatiku ini semakin merasa prihatin

Didalamnya, 

Ada sebuah keluarga

Yang hidup bersama-sama

Mereka rakyat miskin

Rakyat yang butuh haknya didengar

Yang butuh haknya dikabulkan

Andai, Tuhan ….

Mengabulkan do’anya

Mereka bekerja keras

Hanya ingin mencari semangkuk nasi

Yang dapat dimakannya

Lelah …

Yang kulihat diwajahnya

Tapi, itu tak mematahkan semangatnya

Untuk mencari nafkah

Andai, ada suatu keadilan yang datang kepadanya

Tolong, bantu mereka

Mereka hidup ..

Dibawah garis kemakmuran

Oleh : La Ode Muh Fardan

Suara Rakyat—Mu

Cretive by La Ode Muh Fardan

Dikala petir bersautan
Hatinyapun menjadi takut
Bersembunyi di balik kecemasan
Tetapi tiada satupun yang mengerti

Dikala ombak berhamburan 
Hatinyapun menjadi pilu
Bersembunyi di balik keikhlasan
Tetapi tiada satupun yang peduli

Berapa lama lagi
Dia harus bersembunyi
Dibalik setiap perasaanya

Pantaskah dia di hina?
Pantaskah dia di caci?
Pantaskah dia di maki?
Pantaskah dia di abaikan?

wahai orang-orang yang kaya
Masih ingatkah kau pada mereka?
Mereka yang kelaparan
Mereka yang menangis ketakutan

Maka ingatlah 
Hatimu akan sunyi 
Bila mereka tidak disantuni

Oleh : La Ode Muh Fardan

Syair Untuk hari Penguasa

Cretive by La Ode Muh Fardan

Wahai penguasa, pejabat dan wakil rakyat yang terhormat

Tidakkah hatimu pilu bila melihat fondasi bangunan rumahmu yaitu negaramu hancur...

Tidakkah hatimu pilu bila melihat kekayaan negara dikorupsi beramai-ramai untuk keuntungan pribadi...

Tidakkah hatimu pilu bila aparat semakin hari lebih memilih hanya memperhatikan ketebalan dompet sendiri daripada jiwa melayani bagi masyarakat dan bangsa...

Tidakkah hatimu pilu bila tidak ada aparat yang berani berkorban untuk mengatasi permasalahan di masyarakat tetapi malah membuat permasalahan sebagai komoditas yang mampu diperdagangkan di bawah meja...

Tidakkah hatimu pilu bila dana yang dipakai untuk pendidikan bangsa dan negara khususnya bagi rakyat miskin dikorupsi secara berjamaah..

Tidakkah hatimu pilu bila dana yang ddipakai untuk kesehatan masyarakat di nusantara khususnya bagi rakyat miskin disunat secara massal dari atas ke bawah...

Tidakkah hatimu pilu bila dana pembangunan bangsa dan negara khususnya bagi rakyat miskin dimakan oleh koruptor baik yang kelas kakap maupun kelas teri..

Mengapa yang kau cemaskan hanya kursimu yang empuk, kasurmu yang tebal, egoisme hatimu yang senantiasa seperti serigala mencari mangsa, dan pikiran yang serasa ingin selalu menguasai dunia...

Wahai penguasa, pejabat dan wakil rakyat yang terhormat

Masih banyak jutaan, puluhan juta dan mungkin ratusan juta rakyat miskin di negeri ini..

Mungkin mereka semua bisa kau tipu dengan suara yang bisa dikarang indah..

Tetapi hati nurani para pahlawan bangsa yang sudah berjuang dengan darah dan keringat sejak bangsa ini selalu dijajah..

Tidak akan bisa kau tipu..

Mereka sedang menangis darah melihat masa depan bangsa pelan-pelan hilang oleh nafsu dan hasrat kekuasaan di atas segala-galanya

Oh, bangsa Indonesia..

Sungguh malang nasibmu mempunyai pemimpin-pemimpin yang tidak layak menjadi pemimpin...

Oleh : La Ode Muh Fardan

Selasa, 17 Mei 2016

Curahan Pengemis Untuk Negeri-nya

Cretive by fardan ode

Aku……… Pengemis……….

Langkah kakiku terayun

Berhias senyum

Bersama indahnya pagi

Mencoba mengejar mentari

Perlahan menelusuri makna hidup yang sejati

Mencari arti perjalanan ini

Bersatu dengan hati

Mencari jawaban yang pasti

Terhenti langkahku

Sekejap hilang senyumku

Sekejap meritih hatiku

Terlihat jelas pengemis di depanku

Ku terdiam….ku terpaku……

Terhanyut dalam perasanku

Seakan pilu bersamaku

Bilamana ia aku…..

“Air mataku membeku bersama salju”

“Remuk tulangku bersama itu”

“Bergelut waktu,beginilah aku”

“Tak tertahan irama perutku”

“Mengharap kasih sekelilingku”

“Tuk hidup dari sebagian hidupku”

Yaa Robbi beri baginya kelimpahan rezki

Tak terhingga arti dari persinggahan ini

Membuka hati nurani

Mencoba mengerti

Ku bersyukur atas segala nikmat yang Kau beri Yaa Robbi

Send from L40De

Bung Hatta : Krisis Ekonomi Dunia dan Nasib Rakyat Indonesia

Cretive by Jurnal_45
Sebelas tahun lamanya saya meninggalkan Tanah Air kita, sebelas tahun musafir ditanah asing dengan kemauan yang satu, yakni menambah dan meluaskan pemandangan, agar diri saja terpakai buat pergerakan rakyat, yang senantiasa saya perhatikan. Sungguhpun diri saya jauh terasing dari pergaulan kita dan Tanah Air, semangat saya senantiasa ada di Indonesia ini, ditengah-tengah rakyat yang berjuang. Banyak saudara-saudara yang mengatakan, bahwa saya telah berkurban segala rupa dan berjasa sangat bagi Tanah Air Kita. Padahal, menurut anggapan saya, diri saya ini belum berjasa apa-apa, jika dibandingkan dengan besarnya kewajiban kita masing-masing terhadap Tanah Air dan Bangsa. Saya berharap pula, supaya saya jangan dipandang sebagai seorang pemimpin yang mesti didewa-dewakan, melainkan pandanglah saya sebagai salah seorang dari saudara, yang bekerja bersama-sama dengan saudara-saudara untuk memperbaiki nasib rakyat, nasib kita semuanya. Saya mempunyai keyakinan, bahwa tidak pemimpin, berapa juga pintarnya dan mampunya, melainkan rakyat sendiri yang cakap memperbaiki nasibnya. Buruk baik, tinggirendahnya derajat Indonesia, itu semuanya ada pada tangan saudara-saudara segenapnya, dalam tangan rakyat jelata. Sebab itu tidak layaknya, kalau rakyat hanya tahu membebek dibelakang pemimpin. Rakyat yang demikian tidak akan mencapai Indonesia merdeka. Inilah pula buktinya pendirian Pendidikan Nasional Indonesia, sebagai badan pendidikan. Kita mendidik diri kita, memperdalam keinsafan kita serta memperkuat iman dan roh kita. Suatu maksud yang utama bagi Pendidikan Nasional Indonesia dengan pendidikannya, bahwa dari golongan rakyat jelata sendiri harus keluar pemimpin-pemimpin sejati. Sebab itu, tiap-tiap kita mempunyai kewajiban memperbaiki diri dan pekerti kita dengan sebetul-betulnya, supaya kita dapat memenuhi kewajiban yang tertanggung atas diri kita.

Menurut agenda hari ini saya akan berbicara tentang “krisis dunia dan nasib Rakyat Indonesia”. Kalau saya sekarang membicarakan hal krisis dunia, janganlah diharap yang saya akan membentangkannya dengan secukup-cukupnya, karena untuk maksud itu tidak cukup waktu yang ada. Saya bicarakan hal krisis itu sekedar  perlu untuk mengerti, bagaimana benarnya asas dan pendirian perkumpulan kita Pendidikan Nasional Indonesia.

Krisis itu berhubung rapi dengan kapitalisme. Bedanya peraturan hidup cara kapitalisme dengan pergaulan hidup masa dahulu, seperti pada waktu Zaman Pertengahan di Eropa, tampak pada duduknya produksi (penghasilan). Dizaman pertengahan itu penghasilan menurut pesanan. Kalau ada pesanan, baru orang menghasilkan benda yang dipesan itu. Akan tetapi sekarang penghasilan itu dilakukan buat pasar. Ditimbang kira-kira berapa perlunya benda-benda bagi orang banyak. Taksiran itu menjadi pedoman penghasilan bagi juragan-juragan pabrik dan industri. Jadinya benda-benda atau barang-barang diperbuat sebelumnya ada pesanan. Sebab segala orang yang mempunyai pabrik dan industri besar-besar itu berpedoman seperti itu, maka kerapkali penghasilan semuanya itu berlebih daripada yang perlu bagi orang banyak. Maka terjadilah apa yang dikatakan orang “over productie”, salah satu tanda adanya krisis tadi. Banyak ragam teori-teori tentang krisis, akan tetapi semuanya itu sepakat tentang satu hal yaitu: produksi tidak cocok dengan konsumsi (pemakaian barang).

Dalam krisis hanya kelihatan keadaan yang aneh-aneh, yang tidak cocok dengan pengertian keadilan dan kebenaran. Selagi di beberapa tempat rakyat hampir mati kelaparan atau hampir tidak bisa makan, pada tempat yang lain benda makanan itu banyak berlebih. Di antaranya ada yang dilempar ke laut dan ada  pula yang dijadikan kayu api. Misalnya di Brazilia bermilyun-milyun karung kopi atau gandum dipakai sebagai pengganti batu arang untuk menjalankan pabrik, sebab barang-barang itu berlebih terlalu banyak dan tidak dapat dijual dengan untung. Inilah suatu tanda, bagaimana ganasnya penghidupan yang semata-mata berdasar kapitalisme, yang dikemudikan oleh cita-cita untuk beruntung. Orang hanya mengenal keperluan dirinya sendiri dan tidak mengingat, bahwa di tempat lain orang menderita kekurangan atau hampir mati kelaparan! Penghidupan makhluk yang banyak semata-mata tergenggam ditangan beberapa puluh orang saja, yaitu pujangga-pujangga kapitalis besar.

Penghidupan kapitalisme membawa ombak dalam penghidupan, membawa perekonomian turun naik.

Pada waktu jatuhnya perekonomian yang hebat, sehingga banyak badan-badan perniagaan yang jatuh, saat itu dinamakan krisis. Keadaan ini tidak lama. Sesudah krisis itu kelihatan perekonomian naik sedikit, akan tetapi sesudah itu turun lagi garisnya dengan lambat dan lamanya kira-kira dua-tiga tahun. Waktu itu dinamai depressi atau malaise. Tanda malaise itu, bahwa kaumondernemer (pemilik pabrik) tidak berani memulai pekerjaan baru, mereka merasa takut didalam hati. Rente-rente bank pun turut rendah pula. Kaum buruh banyak yang nganggur dan gaji-gaji pun turun pula. Lambat laun timbul kekerasan hati pada beberapa kaum kapitalis, kerap juga orang baru, memberanikan diri menjalankan penghasilan baru. Kalau mereka sudah mulai, maka yang lain itu menurut pula perlahan-lahan. Permintaan kredit kepada bank-bank pun mulai lagi dan rente terus naik. Sebab industri mulai bekerja, harga barang kasar naik dan kemudian dituruti oleh kenaikan harga barang-barang lain. Kenaikan harga itu menggerakkan hati kaum industri untuk memperbesarkan penghasilan mereka. Mereka berlomba-lomba kembali mengadakan penghasilan dan berebut-rebut kembali mencari dan merampas pasar.  Di mana-mana kelihatan perasaan optimism (kesenangan dan kebesaran hati). Produksi makin lama makin naik. Zaman naiknya garis perekonomian tadi sesudahnya zaman depressi atau malaise, dinamai Hoogconjunctuur atau konjungtur naik. Akan tetapi waktu ini tidak terus-menerus. Perlombaan-perlombaan kaum kapitalis tadi mencari untung banyak dan menambah besar penghasilan merusak perekonomian seumumnya. Timbul over produksi. Akhirnya banyak lagi firma-firma yang jatuh. sebab itu timbul kembali krisis, seperti yang dibicarakan tadi.

Begitulah edarannya kondjungtur ekonomi! Pembicaraan ini jauh dari pada cukup, akan tetapimsampailah sekadar untuk pemberi penerangan bagi kaum marhaen. Dikemudian hari, pada suatu kursus spesial akan kita selidiki hal-ihwal kondjungtur dan krisis itu dengan sempurna.

Tadi dikatakan, bahwa krisis itu berhubungan rapi dengan kapitalisme! Kapitalisme itu adalah suatu peraturan hidup dan dikemudikan oleh suatu semangat kuat, yang berakar didalam pergaulan hidup tadi. Sebab itu, untuk menyusun pertahanan kita, haruslah kita perhatikan duduknya semangat itu dan kita ketahui bagaimana asal usulnya. Kita tidak akan menyelidiki perjalanan semangat kapitalisme itu dari semulanya, cukuplah kalau kita ketahui buat sementara bagaimana timbulnya kapitalisme modern, seperti yang kita lihat dimasa sekarang, terutama di benua Barat.

Kapitalisme modern itu didorongkan oleh semangat individualisme, yang memakai dasar bahwa orang  seorang itu harus merdeka bekerja dan berbuat apa juga untuk memperbaiki keadaan. Keadaan seseorang hanya dapat diperbaiki dengan usahanya sendiri. Pendeknya: kemerdekaan orang seorang, kemerdekaan masing-masing.

Semangat individualisme timbul sebagai reaksi terhadap semangat universialisme seperti yang kelihatan di zaman pertengahan di bawah anjuran agama Katholik. Menurut cita-cita universialisme tadi, tiap-tiap  orang itu harus merasa dirinya sebagai bagian daripada pergaulan umum. Apa yang dikerjakannya haruslah teratur, bukan untuk dirinya sendiri, melainkan untuk orang banyak. Tiap-tiap orang itu dipandang sebagai anggota-anggotanya dari suatu badan. Akan tetapi, sungguhpun dasarnya ada baik, jalannya amat mengikat orang, karena yang dikatakan pergaulan umum itu sama saja dengan Gereja Katholik. Lahirnya tiap-tiap orang harus takluk ke bawah perintah kepala Gereja Katholik tadi. Ikatannya ada begitu keras, sehingga orang pun tidak merdeka berpikir. Kalau menurut paham gereja tadi, bahwa bumi ini petjak, maka tiap-tiap orang mesti menerima kebenaran tadi. Begitu juga, dengan ahli ilmu alam, bernama Copernicus, hampir dibakar dimuka umum atas perintah kepala Gereja Katholik, karena ia mengatakan, bahwa dunia ini bulat, jadinya berlawanan dengan pelajaran Gereja tadi.

Sebab semangat universialisme tadi menimbulkan satu masyarakat yang terikat, maka timbul suatu reaksi yang hendak menggantinya. Reaksi itu ialah semangat individualisme, yang bertentangan dengan yang mula-mula. Semangat ini diapi-apikan oleh beberapa ahli filsafat, di antaranya yang paling ternama adalah Rousseau. Sendi semangat ini ialah: manusia itu lahir merdeka dan hidup merdeka! Ia boleh membuat apa saja asal jangan mengganggu keamanan orang. Semangat itu menimbulkan ditanah Perancis suatu Revolusi Besar pada tahun 1789, yang meruntuhkan masyarakat kuno, yang orang namai feodalisme: kekuasaan kaum ningrat atas rakyat negeri. Semangat individualisme itu membawa juga kemerdekaan berpikir. Dan kemerdekaan berpikir itu membawa pendapatan-pendapatan baru dalam ilmu alam. Orang dapat mempergunakan mesin uap. Dan dengan akal itu timbullah mesin-mesin, yang dipergunakan untuk membesarkan penghasilan. Apa yang dikerjakan dahulu dengan tangan, sekarang dengan mesin, sehingga pekerjaan jadi cepat. Semangat individualisme itu menimbulkan Revolusi industri, terutama terjadi di negeri Inggris. Zaman mesin lahirlah kedunia.

Kedua-duanya itu, individuele revolutie(kemerdekaan orang seorang) danindustriele revolutie (lahirnya zaman mesin) menjadi jiwa dan motor kapitalisme sekarang.

Revolusi Perancis, sebagai anak semangat individualisme tadi, membawa kemuka cita-cita Volkssouvereiniteit, cita-cita Kedaulatan Rakyat. Tidak seperti Kedaulatan Rakyat yang kita pahamkan, tetapi suatu kedaulatan rakyat yang pincang. Pincang karena asasnya tidak betul. Cita-cita Volkssouvereiniteit itu membawa kemerdekaan anak negeri, memberi hak kepada anak negeri. Tidak lagi kaum ningrat saja yang boleh bicara tentang urusan negeri, melainkan juga rakyat dengan perantaraan wakil-wakilnya. Sebab asasnya tidak betul, maka Volkssouvereiniteit itu tidak membawa kemerdekaan rakyat, melainkan kemerdekaan orang-seorang. Sebab itu pincang. Karena tidak ada kemerdekaan orang-seorang  didalam pergaulan hidup yang tidak akan mengganggu kemerdekaan orang lain.

Semangat individualisme tadi mengemukakan, bahwa tiap-tiap manusia lahir merdeka dan hidup merdeka. Sebab itu pula, maka konstitusi (Undang-undang Dasar) Perancis yang pertama melarang orang berserikat, karena menurut paham semangat tadi  perserikatan itu mengikat atau membatasi kemerdekaan orang. Dan itu tidak boleh. Jadinya kaum buruh yang sudah ada di waktu itu tidak boleh berserikat, tidak boleh mengadakan perserikatan sekerja dan lain-lain.

Akan tetapi, selagi kaum buruh tidak boleh berserikat, modal atau capital dapat berserikat. Orang seorang  yang tidak cukup mempunyai modal untuk mendirikan suatu pabrik, sebab itu modal beberapa orang dikumpulkan menjadi satu dan menjadi jiwa perusahaan atau penghasilan baru. Sebab dasar kapitalisme itu merdeka bersaing, menurut dasar semangat individualism yang orang itu lahir merdeka dan hidup merdeka, maka sekumpulan modal yang satu bebas bersaingan pula dengan sekumpul modal yang lain dalam merebut pasar dan mencari laba. Persaingan itu, yang mula-mulanya bunuh- membunuh, menerbitkan akal baru kepada kaum kapitalis. Kumpulan modal yang kecil-kecil itu dipersatukan, sehingga timbullah kumpulan-kumpulan besar dan sampai lahirnya badan-badan perusahaan yang maha besar seperti Kartel, Trust dan Konsern yang ada dimasa sekarang, yang sampai mempunyai kapital beratus milyun.

Di sini tampak pincangnya dasar-dasar Revolusi Perancis yang menjadi sumber demokrasi Barat di masa sekarang. Kaum buruh tidak boleh berserikat, sehingga mereka tidak dapat mempertahankan kebutuhan mereka bersama. Akhirnya hidup mereka paling melarat, diperas kaum majikan. Akan tetapi sebaliknya, modal boleh berserikat menjadi satu dan menjadi besar. Lahirnya modal yang terkumpul menjadi satu, akan tetapi pada batinnya kaum kapitalis yang berserikat dibelakang modal mereka yang tampak keluar.

Baru pada pertengahan abad yang lalu timbul pergerakan kaum buruh yang sudah begitu melarat hidupnya di bawah penindasan dan hisapan kaum majikan yang berserikat, dibangkitkan oleh seorang pujangga besar yang berperasaan Marhaen: KARL MARX, yang sampai sekarang dipandang oleh kaum buruh Barat dari beberapa golongan haluan sebagai nabi mereka.

Pada tahun 1847 Karl Marx mengeluarkan sebuah manifes, yang memakai nama Communistisch Manifes(Manifesto Komunis). Isinya menggembirakan hati kaum buruh diwaktu itu, karena ia merupakan kepada kaum buruh, bahwa mereka tidak akan selama-lamanya hidup melarat, melainkan akan timbul  suatu waktu yang mereka akan hidup sempurna dalam suatu massyarakat baru. Datangnya masyarakat itu bukan karena perbuatan manusia, melainkan atas dorongan suatu “kodrat” yang ada tiap-tiap waktu didalam pergaulan hidup, yang rupanya senantiasa berbeda dari zaman ke zaman. Demikianlah digambarkannya kekuatan kodrat itu, yang mendorongkan masyarakat dari peraturan feodalisme sampai kepada kapitalisme melalui beberapa tingkat pula, akhirnya pindah atau berubah menjadi pergaulan sosialisme: suatu pergaulan hidup, dimana penghasilan itu dikerjakan oleh dan untuk segenap orang banyak.Didalam gerakan kodrat itu Karl Marx menggambarkan suatu rol yang besar bagi kaum buruh; mereka menjalankan perjuangan kelas dengan kaum majikan, sampai mereka memperoleh kemenangan akhir; yaitu tercapainya suatu masyarakat baru.

Teori dinamika ini, yaitu teori perasaan peredaran zaman dan perjuangan, menggembirakan hati kaum buruh. Selagi mereka mula-mula tidak mempunyai pengharapan lagi dan menerima saja nasibnya yang lebih sedih dari itu sebagai takdir Allah, sekarang mereka mulai mempunyai pengharapan akan mencapai kemerdekaan mereka. Putus asa berganti dengan gembira-tenaga! Dari mula itulah timbul perjuangan yang hebat di Eropa antar kaum kapitalis dan kaum buruh!

Dalam perjuangan itu kaum kapitalis senantiasa berusaha memperkuat kedudukannya. Karena mereka tidak saja berjuang dengan kaum buruh, melainkan juga mereka sama mereka berjuang pula. Keadaan itu sudah semestinya menurut semangat individualisme dan kapitalisme sendiri: orang merdeka bekerja dan merdeka pula memperbuat kontrak segala rupa.

Persaingan itu menimbulkan akal dan tenaga baru. Supaya jangan tewas dalam perjuangan mencari untung dan merebut pasar, maka kaum kapitalis itu senantiasa memperbaiki perusahaan mereka, memperbaiki mesin-mesin mereka dan mencari teknik-teknik baru yang lebih baik dari yang dahulu. Oleh sebab itu timbullah zaman rasionalisasi kedalam ekonomi barat. Rasionalisasi artinya: berusaha dengan demikian, supaya  dengan tenaga yang paling sedikit terdapat penghasilan yang sebesar-besarnya.

Semangat rasionalisasi itu senantiasa menimbulkan perubahan didalam industri. Senantiasa mesin dimajukan kemuka dengan alat yang senantiasa diperbaharui. Senantiasa orang diganti dengan mesin. Apa yang dikerjakan dahulu oleh manusia, sekarang berangsur-angsur dikerjakan oleh mesin.  Manusia dalam perusahaan dan penghasilan diganti dengan kodrat-buta, kodrat wajah.

Suatu misal untuk menyatakan keadaan ini dengan jelas. Kita ambil pabrik Ford di Amerika. Beberapa puluh tahun yang lalu orang didalam pabrik Ford berguna waktu kikra-kira sebulan untuk memperbuat satu auto. Sekarang, dengan teknik kini, satu auto dipukul rata dapat dibuat dalam lima menit saja. Pembagian pekerjaan teratur dengan rapi. Tiap-tiap bagian daripada auto itu ada satu macam mesin yang memperbuatnya. Kemudian ada pula macam teknik yang menyatukan bagian-bagian yang dibuat oleh satu-satu mesin tadi. Sebab itu dipukul rata dalam lima menit lahir satu auto. Akan tetapi, mengertilah kita bahwa segalanya itu kerja mesin, tidak kerja manusia lagi.

Demikian juga didalam pabrik mencetak surat kabar. Semuanya sudah pekerjaan mesin. Sampai melipat dan membungkus sudah pekerjaan mesin, sehingga manusia tidak ada pekerjaan lagi. Demikianlah duduknya susun teknik sehingga suatu surat kabar seperti “Le Matin” bisa mempunyai oplaag (banyak lembar) sampai 2 milyun satu hari!

Misal ini cukup memberi kenyataan, bagaimana duduk dan lakunya revolusi teknik! Salah satu perbedaan yang penting antara dahulu dengan sekarang: dahulu manusia, kaum buruh, yang bekerja dan dibantu oleh mesin; sekarang mesin yang bekerja dan dibantu manusia! Sekarang mesin terkemuka, apa yang tak dapat dikerjakan oleh mesin, barulah dikerjakan oleh orang, dengan menanti waktunya  yang ia nanti diusir lagi oleh mesin.

Keadaan ini tidak boleh tidak menambah hebatnya krisis dunia. Sebab teknik bertambah maju, kaum buruh diusir dari pabrik oleh mesin, yang menggantikan tempat mereka, maka jumlah orang yang nganggur semakin lama semakin bertambah. Di negeri Jerman, misalnya, yang jumlah kaum pekerjanya kira-kira 12.000.000 jiwa, sudah lebih dari 6.000.000 orang yang tidak mempunyai pekerjaan. Kira-kira 50% dari kaum buruh yang nganggur!

Dahulu ada juga orang nganggur, tidak dapat pekerjaan, akan tetapi jarang yang menganggur selama-lamanya. Dahulu jarang ada kaum buruh yang tidak dapat  pekerjaan 4, 5 atau 6 bulan dalam satu tahun. Sekarang sudah biasa beribu-ribu, ya, berjuta-juta orang yang menganggur, boleh dibilang selama-lamanya! Sehingga timbul satu kelas baru dalam masyarakat kita ini: kelas kaum nganggur, yang mempunyai adat sendiri, tabiat sendiri, dan yang sudah benci kepada pekerjaan.

Keadaan semacam itu berpengaruh besar atas pergerakan kaum buruh di benua Eropa! Rata-rata mereka tidak bertambah radikal, melainkan bertambah lembek. Yang radikal hanya pada pinggir kiri saja; selainnya tubuh yg besar itu hanya mempunyai ingatan: bagaimana mempertahankan apa yang ada dan harta yang ditangan. Ada pula keradikalan di luar pergerakan kaum buruh, di dalam golongan pihak kanan, yang hendak menimbulkan fasisme. Ini bukan menjadi pembicaraan kita. Kita hanya memperhatikan di sini keadaan kaum buruh rata-rata di dunia Barat!

Apa sebabnya pergerakan mereka bertambah lembek, sedangkan nasib mereka bertambah jelek ! Duduknya begini! Berkat perjuangan kaum buruh Barat sudah mencapai kekuatan, yang sampai baru-baru ini tidak dapat disia-siakan oleh kaum majikan! Berkat perjuangannya yang dahulu mereka sudah mencapai suatu maksud, yaitu, bahwa tiap-tiap orang yang menganggur mendapat bantuan uang dari pemerintah negeri. Yang terhitung kaum nganggur ialah mereka yang sudah mempunyai pekerjaan dan kemudian nganggur tidak karena salah sendiri. Akan tetapi mereka yang meninggalkan bangku sekolah untuk memburuh dan tidak dapat pekerjaan dimana juga, mereka yang seperti itu tidak terhitung masuk golongan orang yang mendapat tunjangan uang tadi. Mereka yang mendapat tunjangan uang hidup dari pemerintah pula atas dua golongan: mereka yang mendapat bantuan sederhana buat hidup dan mereka yang hampir tidak dapat hidup dari uang tunjangan itu.

Jadinya, nyatalah  ada empat golongan dalam kaum buruh: pertama, mereka yang masih bekerja; kedua, mereka yang nganggur dan mendapat tunjangan sederhana buat hidup; ketiga, mereka yang uang tunjangannya hampir tidak cukup buat hidup; dan keempat, kaum buruh nganggur yang sama sekali tidak dapat tunjangan.

Keadaan ini berarti besar untuk mengetahui gelagat kaum buruh Barat diwaktu sekarang! ini.

Kaum yang pertama takut berjuang dengan hebat, karena kalau mereka mengambil sikap yang terlalu radikal, mereka akan dilepas dan diganti dengan kaum yang nganggur. Bahaya nganggur senantiasa mengancam mereka, sebab itu terpaksa mereka menjadi lembek didalam pergerakan. Kaum nganggur kelas dua seperti itu juga sikapnya. Mereka takut berjuang keras, karena boleh jadi mereka nanti terdorong ke kelas tiga. Sikap kaum kelas tiga demikian juga. Mereka takut akan kehilangan uang bantuan sama sekali. Oleh karena itu, maka hanya kaum kelas empat yang berdarah panas, beringatan radikal. Bukan karena keinsafan, melainkan karena putus harapan, sampai menjadi mata gelap. Ucapan mereka tidak lain, melainkan supaya timbul revolusi secepat-cepatnya. Dengan timbulnya revolusi itu mereka berharap akan mendapat nasib yang lebih baik atau pendeknya kurang melarat sedikit. Penghidupan mereka sudah begitu melarat, sehingga ingatan kepada hidup yang akan lebih melarat tidak ada pada mereka. Menurut keyakinan mereka, apapun juga caranya masyarakat yang akan datang, nasib mereka tidak bisa lebih jelek daripada yang sudah ada. Sebab itu sikap mereka paling revolusioner, cita-cita mereka tak lain daripada niat hendak meruntuhkan masyarakat yang ada. sebab itu pula  mereka tidak terikat kepada paham dan asas politik. Partai yang menurut persangkaan mereka lekas akan menimbulkan revolusi, partai itu yang mereka masuki. Itulah sebabnya maka sering terbaca oleh kita berita dari Jerman, bahwa satu golongan kaum radikal pindah tempat dari Partai Nasional Sosialis ke Partai Komunis atau kebalikannya.

Dalam keadaan yang demikian pergerakan kaum buruh Barat rata-rata lembek! Oleh karena itu pendirian kaum majikan bertambah kuat. Apalagi, karena tangkai penghidupan orang banyak ada didalam tangan mereka; mereka yang mengatur perusahaan besar.

Akan tetapi sebaliknya pula, mereka takut didalam hati mereka melihat kaum nganggur yang sebanyak itu, yang sudah sampai menjadi satu kelas sendiri. Kaum yang demikian senantiasa menimbulkan bahaya revolusi, yang paling ditakuti oleh kaum kapitalis. Oleh sebab itu kaum kapitalis sudi, kalau perlu menyokong dengan uang kaum yang nganggur, pendeknya menyokong uang bantuan negeri, untuk kaum buruh yang nganggur dengan tunjangan cukup, supaya kaumnganggur itu tinggal diam.

Akan tetapi, kalau kaum kapitalis tadi terpaksa menolong membantu kaum nganggur dengan uang, maka teranglah sudah, bahwa uang bantuan itu datangnya dari sebagian dari keuntungan mereka.

Kalau sebagian dari keuntunganyang ada sudah terpakai untuk pembantu kaum nganggur, supaya mereka tinggal diam jangan membuat huru-hara, maka kekurangan itu harus ditutup lagi. Dengan jalan
apa?

Di dalam negeri sendiri tidak dapat lagi. Oleh sebab itu keuntungan itu harus didatangkan dari BenuaTimur dan dari tanah jajahan. Disini politik eksploitasi akan diperkuat. Disini tampaklah lagi bahaya krisis dunia itu atas rakyat kita. Rakyat kita di sini akan membayar segala kebinasaan yang ditimbulkan oleh kapitalisme itu di Benua Barat.Negeri kita harus menghasilkan untung yang lebih banyak kepada kaum majikan, untuk dibawa mereka ketanah airnya, untuk menambah belanja rakyat mereka.

Kita tahu, bahwa kapitalisme itu memajukan imperalisme. Bertambah besar kapitalisme itu, bertambah kuat sepak terjang imperalisme. Bukan saja imperalisme politik, akan tetapi juga imperalisme ekonomi.

Imperialisme politik mencari pengaruh kekuasaan ketanah asing, terutama ketanah-tanah Timur. Inilah pula dasarnya Koloniale Politiek! Dan kalau kekuasaan politik disana sudah tertanam, kekuasaan ekonomi atau imperialisme ekonomi akan dapat bersihmaharajalela. Tanah-tanah  asing dijadikan Tanah jajahan atauTanah Pengaruh. Negeri Tiongkok dikatakan negeri merdeka, akan tetapi sebenarnya tidak berbeda dengan tanah jajahan. Politik dan ekonomi negeri Tiongkok semata-mata dibawah kontrol negara-negara asing. Belanda India atau Indonesia dengan Tiongkok hanya, bahwa India atau Indonesia jajahan dari satu negeri, dan negeri Tiongkok adalah jajahan internasional.

Sampai sekarang tanah jajahan itu gunanya: pertama, sebagai pasar untuk penghasilan industri si Imperialis; kedua, tempat mendapat benda kasar (bahan) dan ketiga, untuk mendapat benda makanan. Kemudian kapital yang berlebih dinegeri sendiri dipergunakan untuk membangkitkan perusahaan besar, terutama industri pertanian, ditanah-tanah jajahan. Semuanya ini harus mendatangkan kekayaan kepada negeri sendiri.

Krisis dunia yang mahahebat diwaktu sekarang menimpa industri barat. Otak Barat me-rasionalisir segala rupa, sehingga timbul kemelaratan dalam negeri sendiri. Ini ancaman dari satu pihak! Akan tetapi ada lagi ancaman yang lain, yang tidak kurang hebatnya, yang tak sedikit menyusahkan ekonomi Barat. Serangan ini datang dari Jepang. Barat bekerja dengan ongkos besar, karena upah kaum buruhnya amat tinggi. Di nederland misalnya upah kaum buruh rata-rata f 40. –satu minggu, yaitu lebih dari f 5, –sehari. Akan tetapi di Jepang upah kaum buruh rata-rata  f 0.60 à 75 sèn sehari. Oleh karena itu Barat tidak sanggup berjuang dengan Jepang, sehingga pasar-pasar yang ada dibawah pengaruh Barat berangsur-angsur dirampas oleh Jepang.

Oleh karena itu, timbullah taktik baru dalam akal kaum kapitalis Barat. Kalau industri tidak dapat hidup dinegeri sendiri, maka ia dipindahkan ke tanah jajahan, dimana rakyat masih dapat diperas, karena tidak dilindungi oleh suatu sociale wetgeving, seperti dinegeri sendiri. Ini bukan soal teori saja, melainkan suatu soal yang penting dan nyata. Dinegeri Belanda sudah banyak ucapan untuk memindahkan beberapa pabrik kain dari Twentw ke Indonesia atau sekurang-kurangnya membangunkan pabrik kain di Indonesia ini dengan …………modal Belanda.

Jadinya, dua macam pasal yang akan membesarkan tindasan ekonomi Barat atas rakyat kita: pertama, berhubung dengan keadaan pengangguran dibenua Barat; kedua, berhubung dengan serangan ekonomi Jepang. Imperialisme ekonomi akan bertambah hebat disini, nasib rakyat kita akan bertambah melarat. Kalau kita tidak menyusun pertahanan yang teratur dari mulai kini, maka kita akan tenggelam didalam laut penghidupan. Bukan saja pertahanan politik, melainkan juga pertahanan ekonomi.

Tidak dapat imperialisme ekonomi itu ditahan dengan swadeshi, malahan swadeshi itu lebih berbahaya bagi kita sendiri. Orang disini berdendang Swadeshi, yang sebenarnya liplap-swadeshi karena benang datang dari luar. Pemerintah mendirikan sekolah pertenunan kain. Dan siapa yang akan berbahagia nanti? Tidak lain dari kaum kapitalis barat yang akan membawa pabrik-pabrik mereka kemari. Kalau rakyat disini sudah tahu menjalankan perkakas tenun, maka sudah mudah bagi kaum kapitalis itu mengadakan pabrik disini, karena…..sudah terdapat oleh mereka disini kaum buruh yang terpakai untuk menjalankan mesin tenun! Dan Swadeshi kita yang berusaha mahal tadi akan mati saja seperti lampu yang tidak berminyak!

Apa cara menyusun pertahanan kita?

Mengingat serangan dan ancaman kapitalisme dan imperalisme Barat tadi, nyatalah bahwa pertahanan kita baru sempurna, kalau ia tersusun dari pada tenaga rakyat yang banyak, yang bersatu paham. Segala perjuangan yang tidak disokong oleh paham dan iman rakyat tidak akan membawa hasil. Sebab itu pergerakan kita tidak akan kuat, kalau rakyat yang banyak tidak diajar berpikir, tidak diajar menimbang  buruk dan baik, akan tetapi hanya tahu bersorak dan bertepuk tangan pada mendengarkan pidato-pidato yang nyaring bunyinya. Pendidikan rakyat haruslah bersifat:membentuk budi dan pekerti, agar terdapat pertahanan yang kukuh dalam berjuang dengan imperalisme Barat . Dan supaya kapitalisme Barat tadi jangan pula menukar bulu menjadi kapitalisme sini yang akan menelan rakyat kita, perlulah pula kita bekerja untuk mencapai suatu massyarakat baru yang berdasarkan keadilan dan kebenaran. Satu masyarakat yang sempurna, sehingga tidak ada orang yang satu ditindas oleh orang lain, si lemah siperkosa oleh sikuat atau si miskin diperas oleh si kaya. Kita sudah melihat bagaimana sedihnya  penyakit sosial yang ditimbulkan oleh kapitalisme di benua Barat dan…….. di negeri kita sendiri. Sebab itu kita harus menjaga, supaya tanaman asing itu jangan sampai berakar dalam di sini.

Sebab itu pendidikan nasional Indonesia memakai dasar yang cocok dengan keperluan yang dua ini, yaitu dasar Kedaulatan Rakyat!

Supaya terdapat pertahanan yang sempurna dan tercapai satu masyarakat yang berdasarkan keadilan dan kebenaran, haruslah rakyat kita insyaf akan haknya dan harga dirinya. Kemudian haruslah ia berhak menentukan nasibnya sendiri dan perihal bagaimana ia mesti hidup dan bergaul. Pendeknya, cara mengatur pemerintahan negeri, cara menyusun perekonomian negeri, semuanya itu harus diputuskan oleh rakyat dengan mufakat. Pendek kata, rakyat itu daulat alias raja atas dirinya sendiri. Tidak lagi orang seorang atau sekumpul orang pandai atau satu golongan kecil saja yang memutuskan nasib rakyat dan bangsa, melainkan rakyat sendiri.

Inilah artinya “Kedaulatan Rakyat”! Inilah suatu dasar demokrasi atau kerakyatan yang seluas-luasnya. Tidak saja dalam hal politik, melainkan juga dalam hal ekonomi dan sosial ada demokrasi: keputusan dengan mufakat rakyat yang banyak.

Di pengertian yang luas inilah ternyata perbedaan azaz kedaulatan rakyat, yang menjadi dasar  perkumpulan kita, dengan cita-cita volkssouvereiniteit atau demokrasi cara Barat. Dasarvolkssouvereiniteit atau demokrasi sekarang mengakui, bahwa hak si miskin sama dengan hak si kaya atau hak siburuh sama dengan hak orang bangsawan (ningrat). Pendeknya, sama rata sama rasa! Akan tetapi volkssouvereiniteit  menjadi pincang, karena cita-cita sama rata sama rasa itu hanya berlaku dalam politk saja.

Dalam perihal penghidupan rakyat atau dalam hal ekonomi, cita-cita itu jauh sekali. Malahan ternyata, bahwa di sini sama sekali tidak ada demokrasi. Penghidupan rakyat yang banyak semata-mata dikuasai oleh satu golongan kecil, yaitu kaum kapitalis.

Pendidikan Nasional Indonesia menuju kerakyatan dalam ekonomi! Bagaimana rakyat mesti hidup, apa yang harus dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan rakyat dan menambah kemakmuran rakyat, segala hal ini harus diputuskan dengan mufakat sama rakyat. Rakyat yang banyak turut bersuara dalam hal ini.

Pergaulan hidup rakyat yang seperti itu kita namai “kolektivisme” yaitu pergaulan hidup berdasar persamaan!

Sungguhpun perkataan “kolektivisme” adalah perkataan baru, berusia belum lagi seratus tahun, cita-citanya sudah tua betul, sudah lahir ke dunia semenjak Nabi Isa. Cita-cita penghidupan yang seperti itu terus-menerus dimajukan oleh Agama Islam, kemudian oleh penganjur-penganjur kaum buruh, dari Karl Marx sampai Lenin. Bagaimanapun bedanya jalan yang dianjurkan untuk mencapainya, tujuan semuanya  itu sama. Dan kalau masyarakat yang berdasar “kolektivisme” itu belum tercapai, ini bukan suatu tanda bahwa cita-cita itu kosong dan bohong atau utopia, melainkan menyatakan bahwa itulah suatu cita-cita yang paling tinggi, yang hanya boleh didapat kalau didikan manusia sudah sempurna dan kalau sifat manusia, yang kerapkali mengenal akan keperluannya sendiri, berubah. Perubahan itu akan lahir, berkat didikan dan kodrat zaman!

Oleh sebab banyak jalan yang menuju “kolektivisme” tadi, maka orang nanti akan bertanya: apakah kita hanya tahu meniru saja? Mengambil lagi satu “isme” barat  dan membawanya ke negeri kita ini?

Jauh daripada itu! Dari mulanya kita sudah menentukan sikap kita,[1] bahwa kita tidak tukang tiru, akan tetapi memajukan asas-asas kita yang cocok dengan semangat dan fi’il batin rakyat kita. Betul perkataan “kolektivisme” itu perkataan barat, akan tetapi yang menjadi isinya pada kita ialah dasar hidup sendiri. Memang rakyat kita biasa hidup dalam kolektiv. Sanubari rakyat kita penuh cita-cita persamaan: kalau orang desa hendak membuat rumah , atau mengerjakan sawah ataupun ditimpa bala kematian, maka ia tak perlu menggaji kuli atau lain-lainnya untuk menolong dia. Melainkan ia ditolong oleh kaummnya sedesa. Pendeknya dasar pergaulan kita ialah tolong-menolong! Diatas dasar itu haruslah disusun perekonomian baru, dimana machluknya bekerja bersama-sama untuk keperluan dan kemajuan bersama.

Sekarang kewajiban kita: meluaskan lingkungan dasar itu dan memperbaiki susunanya sampai cocok dengan dasar kemajuan dan zaman. Misalnya dasar tolong-menolong itu sudah memeluk cita-cita koperasi. Akan tetapi koperasi yang cocok dengan cita-cita Kedaulatan Rakyat ialah koperasi, yang didirikan tidak semata-mata untuk mencari untung, melainkan berusaha untuk pembela kebutuhan orang banyak. Misalnya didirikan beberapa koperasi; yang ini menolong lagi timbulnya koperasi yang lain. Dan semuanya itu mengumpulkan sebagian daripada untungnya buat keperluan orang banyak, rakyat jelata, misalnya untuk perguruan rakyat. Jadinya, barisan koperasi yang bertolong-tolongan dan tidak kooperasi yang bersaing-saingan satu sama lain.

Kemudian nyatalah pula, bahwa perekonomian yang berdasar kedaulatan rakyat, yang rakyat mempunyai kekuasaan menetapkan keperluannya, mestilah tidak boleh tidak bersandar kepada milik bersama terhadap perusahaan-perusahaan besar yang menguasai penghidupan orang banyak. Bukan milik bersama terhadap kepada barang pakaian sendiri atau rumah tangga sendiri!

Kita tahu, bahwa cita-cita baru dapat dicapai. Kalau Indonesia sudah merdeka, dan kalau rakyat sudah memerintah dirinya sendiri. Kalau sudah tercapai, yang hukum dan undang-undang negeri cocok dengan perasaan keadilan dan kebenaran yang hidup dalam sanubari rakyat yang banyak.

Demikianlah tujuannya dasar Kedaulatan Rakyat yang kita pahamkan. Rakyat menjadi raja atas dirinya sendiri, maupun dalam hal politik, perkara mengatur pemerintahan negeri, maupun dalam hal ekonomi perkara mengatur penghidupan rakyat. Negeri hanya dapat maju, kalau rakyat turut menimbang mana yang baik dan mana yang buruk untuk orang banyak. Pendeknya, kalau rakyat tahu memerintah diri sendiri, tahu mempunyai kemauan dan melakukakn kemauan itu. Rakyat yang tidak mempunyai kemauan yang hanya tahu menerima perintah, rakyat yang demikian tidak akan pernah merdeka. Sebab itu Pendidikan Nasional Indonesia mendidik rakyat, supaya insaf akan kedaulatan dirinya!

Negeri yang rakyatnya hanya thu menerima perintah dan tidak pernah turut memperhatikan atau mengatur pemerintahan negeri, negeri yang begitu tidak dapat mulia selama-lamanya dan akhirnya boleh jadi takluk kepada kekuasaan bangsa asing.

Kebenaran ini dapat dinyatakan dengan dua buah contoh, yaitu riwayat negeri Turki dan riwayat Tanah Air kita seendiri!

Kira-kira enam abad yang lalu, kerajaan Turki besar kekuasaannya sampai menaklukkan hampir separuh dari Eropa. Akan tetapi kekuasaan itu roboh kembali dengan cepat, sehingga orang Turki hampir diusir sama sekali dari Eropa, sedangkan negerinya yang asli di Anatolia hampir  menjadi jajahan Inggris.

Kita sebut misal ini bukan hendak menyukai imperialisme Turki yang menjalar ke Eropa Tengah tadi, atau masgul karena imperium itu roboh, melainkan hendak menunjukkan, bahwa kekuasaan dan kebesaran suatu bangsa lekas roboh, kalau bangsa itu tidak bersendi kepada rakyat, akan tetapi hanya dibimbing oleh kemauan orang seorang atau segolongan kecil saja.

Dan riwayat Turki pun menyatakan pula. Bahwa pergerakan kemerdekaannya berhasil bagus oleh karena dijunjung oleh rakyat yang banyak. Oleh karena pergerakan itu bukan pergerakan Mustafa Kemal saja dengan opsir-opsirnya, melainkan pergerakan rakyat Turki sendiri. Inilah jasa Mustafa Kemal yang diwaktu itu, bahwa ia tahu membangkitkan kesadaran rakyat dan tahu merasakan kepada rakyat, bahwa perjuangan yang dimajukan ialah perjuangan rakyat seumumnya.

Kita perhatikan sekarang sejarah Tanah Air Kita. Masih teringat kepada kita Kerajaan Majapahit, yang bukan saja memerintahi Indonesia sekarang ini, melainkan juga sebagian daripada Malaka dan Philipina. Kekuasaan dan kebesaran itu juga tidak kekal, karena ia bergantung kepada kemauan orang seorang, sedangkan rakyat tidak berhak apa-apa tentang urusan negeri. Jangankan kekal kekuasaan majapahit tadi, kedudukannyalah juga menjadi sebab, maka kita sekarang diperintah oleh bangsa lain. Tidak pernah rakyat kita diberi hak untuk turut bicara tentang urusan negeri, sebab itu bangsa kita tidak mempunyai semangat yang kuat.

Sekarang banyak lagi orang, terutama kaum cultuur-nationalisten, yang memimpi-mimpikan Kerajaan Majapahit di zaman yang akan datang. Kita menentang cita-cita itu! Bukan Indonesia merdeka dibawah kerajaan majapahit yang kita idamkan, melainkan Indonesia Merdeka sebagai kerajaan Rakyat Indonesia. Indonesia merdeka menurut dasar Kedaulatan rakyat!

Sekarang nyatalah, bagaimana duduknya asas Kedaulatan Rakyat yang kita majukan. Pun dalam perjuangan sekarang kelihatan besar manfaat  dan artinya. Ia merukunkan rakyat kepada kedaulatan dirinya, merasakan kepada rakyat akan harga dirinya. Kemudian ia mendidik rakyat supaya tahu berpikir, supaya tidak lagi hanya tahu membebek dibelakang pemimpin-pemimpin saja.

Kalau rakyat tahu berfikir, belajar mengetahui hak dan harga diri sendiri, rakyat pun tahu menyusun tenaga, yang paling perlu bagi pertahanan kita dalam menentang serangan Kapitalisme dan Imperialisme Barat yang mahahebat itu, seperti yang telah dibicarakan. Rakyat yang tak insaf akan kedaulatan dirinya, rakyat itu tidak akan sanggup berjuang dengan betul. Sebab itu Kedaulatan Rakyat!

(Daulat Rakyat, No. 37/38, tgl. 20/30-9-1932)

Sumber : BerdikariOnline ||Jurnal_45||