Minggu, 15 Mei 2016

Sengsara Dalam Politik

demarkasi antara politik dan ekonomi sangat tipis. Hubungan di antara keduanya teramat erat. Gonjang-ganjing politik bisa memicu kemerosotan ekonomi. Begitu sebaliknya, krisis ekonomi beresonansi dengan gejolak politik. Sulit sekali untuk tidak mengaitkan depresiasi rupiah dalam sepekan ini dengan kebisingan politik di gedung parlemen di Senayan.


Drama pengesahan pemilihan kepala daerah oleh DPRD pada Kamis hingga Jumat pekan lalu telah memicu sentimen negatif pasar. Sentimen negatif itu telah menghempaskan rupiah ke level 12.048 per dolar AS dari sebelumnya 11.979 per dolar AS pada akhir pekan lalu. Pergerakan rupiah yang terseok-seok itu berjalan paralel dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) di pasar modal, yang melemahnya Rupiah.


#Jurnalis Rakyat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar