Oleh : La Ode Muh Fardan ||Jurnal_45||
Ketum Golkar Terpilih : Inilah Pesan saya yang bisa kita baca bersama
Sejumlah anggota MKD - DPR , tanpa merasa malu dengan arogannya mempertontonkan sandiwara politik pembodohan.
Untuk membela kepentingan seorang Setya Novanto, sejumlah anggota Mahkamah Kehormatan Dewan ( MKD) Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR ), tanpa merasa malu dengan arogannya mempertontonkan sandiwara politik pembodohan.
Pembodohan politik itu dipertontonkan melalui media televisi. Kini sandiwara pembodohan itu menjadi buah bibir rakyat Indonesia di seantero nusantara. Rakyat yang menyaksikan sandiwara pembodohan itu melalui siaran televisi saat sidang etik oleh MKD berlangsung di gedung DPR, Senayan, Jakarta, sudah sangat marah, akan tetapi tidak tahu kemana kemarahan itu disalurkan.
Memang tidak semua anggota MKD yang menyidangkan kasus pelanggaran etik yang diduga dilakukan oleh Ketua DPR, Setya Novanto. Tengok saja sikap tegas Junimart Girsang, Wakil Ketua MKD dari Fraksi PDIP ( Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ). Namun sikap tegasnya itu nyaris tak berdaya, akibat sikap sejumlah anggota MKD dari Fraksi Golkar, yang tampak “mati-matian” membela Setya Novanto dengan menggiring sidang ke arah lain, bukan pada inti pokok masalah, yakni mengenai pelanggaran etika yang diduga dilakukan Setya Novanto.
Sikap sejumlah anggota MKD jelas tidak menggambarkan dirinya sebagai wakil rakyat, melainkan lebih mementingkan membela kelompoknya, bahkan secara jelas terlihat lebih mementingkan membela Setya Novanto dari pada kepentingan rakyat. Sandiwara pembodohan itu mereka pertontonkan semata-mata untuk menyelamatkan Setya Novanto, yang terancam bisa dipecat dari anggota DPR dan Ketua DPR-RI akibat pelanggaran kode etik yang dilakukannya.
Masih pantaskah anggota MKD yang lebih mengutamakan kepentingan golongannya atau dalam kasus ini lebih mementingkan membela Setya Novanto, itu disebut sebagai wakil rakyat ? Tentu tidak. Salahkah rakyat kalau nanti keputusan MKD itu tidak sesuai dengan rasa keadilan rakyat, lalu rakyat meminta bubarkan DPR atau setidak-tidaknya menyeret oknum anggota MKD itu ke peradilan rakyat ?
Para anggota MKD yang menyidangkan kasus Setya Novanto tentu sudah mengetahui, bahwa rakyat kini marah melihat sejumlah anggota MKD dalam sidang. Kiranya hal itu jangan dianggap remeh, dan jangan paksa rakyat turun ke jalan melakukan revolusi untuk membubarkan DPR. Rakyat sudah melihat apa yang dilakukan Setya Novanto. Oleh karenannya, jangan hanya karena seorang Setya Novanto, rasa keadilan ratusan juta rakyat Indonesia dikorbankan. Revolusi taruhannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar