
Wawancara dalam dunia jurnalistik dilakukan untuk penulisan berita,yang dilakukan dengan tanya jawab dengan seseorang untuk mendapatkan keterangan tentang suatu masalah.Wawancara juga dapat diartikan pertukaran informasi,opini,atau pengalaman dari satu orang ke orang lain.Orang yang mewawancara disebut juga interviewer sedangkan orang yang diwawancara disebut interviwee atau responden.Seorang pewawancara adalah orang yang mengendalikan dan menentukan arah dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
Adapun tujuan dari wawancara itu adalah mengumpulkan informasi yang lengkap akurat dan adil,menggali permasalahan yang ingin diketahui untuk disampaikan kepada khalyak,mencari pengungkapan atau wawasan,pikiran atau sudut pandang yang menarik.Sementara itu wartawan tidak boleh memaksa untuk melakukan proses wawancara sebaliknya membujuk agar bersedia memberikan keterangan karena itu sika pewawancara harus meredam ego namun pada saat yang sama harus melakukan pengendalian tersembunyi.
Selain sikap diatas,seorang pewawancara harus menciptakan suasana santai dan tidak mengancam sehingga wawancara berlangsung kondusif,ia juga mampu memantau semua yang diucapkan narasumber dan bahasa tubuh dari orang yang diwawancarai.Dalam proses wawancara yang berlangsung pewawancara juga harus mendengarkan,mengamati,menyelediki,menanggapi dan mencatatnya.Namun terkadang dalam mengintrogasi narasumber menyerang tajam dengan menunjukkan kesalahan yang diwawancara.
Sehingga agar wawancara menjadi sukses harus mengkombinasi kemampuan keterampilan tersebut yang sesuai tuntutan situasi dan yang diwawancarai.Tentang bagaimana cara memegang orang yang diwawancarai dan menangani situasi,merasakan,apa yang harus dilakukan saat wawancara,tentang kapan harus bersikap lemah lembut,ngotot atau bersikeras,mendengarkan tanpa komentar atau memancing dengan pertanyaan tajam.
B. KONSTRUKSI MEDIA
Suatu peristiwa berupa fakta yang dianggap penting dan menarik kemudian dikonstruksi menjadi sebuah berita.Namun berita sering kali berbeda dengan peristiwa sebenarnya sebab media bukan hanya saluran pasif tapi juga aktif mengkonstruksi peristiwa.Media juga berperan membentuk realitas dalam pemberitaan,yang mengkonstruksi realitas dari konseptualisasi peristiwa,isu,keadaan dll.Realitas ada karena diproduksi dan dikonstruksi wartawan menggunakan persfektif tertentu sehingga menjadi berita hingga melahirkan berita yang berbeda-beda meski ada pada satu peristiwa yang sama.
Sementara itu,berita pada media massa dikonstruksi secara kultural,dengan menggunakan kerangka tertentu dalam melihat dan memahami realitas sosial media,hingga media menyeleksi realitas yang ada dan memilih nara sumber tergantung dari kepentingan media itu.Salah satu cara yang digunakan dengan menyaring sebagian pengalaman dan menyoroti pengalaman lainnya,medi juga menafsirkan dan merangkai kembali kepingan-kepingan fakta sehingga membentuk kisah bermakna yang dapat dipahami khalayak.
Cara media membentuk realitas itu dengan membingkai peristiwa dalam bingkai tertentu,dengan memberikan simbol-simbol tertentu pada peristiwa dan aktor yang terlibat dalam berita,media juga berperang menentukan apakah peristiwa ditempatkan sebagai hal yang penting atau tidak.Berita mana yang baik dan mana yang buruk,siapa pahlawan dan siapa penjahat,apa yang layak dan apa yang tidak layak untuk dilakukan seseorang.
Sebagaimana Tony Bennet berpendapat bahwa media sebagai agen konstruksi sosial,dalam artian yang mengendalikan peristiwa yang ada lalu kemudian merekonstruksinya kembali membentuk berita.
C. PELIPUTAN BERITA
Dalam peliputan suatu berita,hal yang layak menjadi berita adalah fakta yang penting dan menarik membaca jadi yang berperang adalah orang yang meliput dan fakta yang diliput.Sehingga untuk merekonstruksi fakta diperlukan observasi,wawancara dan juga studi pustaka.Observasi adalah melihat fakta terkait objek yang berdasar pada kemampuan melakukan pengenalan dan pemilihan berbagai fakta.Fakta berita dapat dilihat dari apa yang terjadi mennyangkut hal-hal yang dilakukan sehingga menghasilkan berita yang layak.Siapa yang terlibat dalam kejadian,mengapa kejadian tersebut terjadi,dimana kejadian itu,kapan kejadian itu dan bagaimana kejadian itu terjadi.
Dari rangkaian proses peliputan berita diatas,sehingga dalam penulisan berita dikenal dengan unsur 5W+1H,diantaranya what,who,why,where,when and how ditambah dengan safety.Namun,pertanyaan lain yang sering muncul adalah apa yang mungkin terjadi kemudian atau dampak dari berita tersebut serta apa yang harus dilakukan pembaca menanggapi kejadian tersebut,apakah berupa solusi,kritik ataupun saran yang berdampak positif.
D. ORGANISASI DAN MANAJEMEN MEDIA MASSA
Media massa juga termasuk organisasi bagiannya mencakup media cetak dan elektronik.media dalam kehadirannya memiliki tujuan sebagai berikut:
· Tujuan organisasi media adalah memproduksi barang dan jasa kemudian mempertahankan pesanan lalu mengembangkannya dan dengan memelihara nilai budaya yang ada.
Sedangkan fungsi dari organisasi media massa ini adalah:
· Fungsi perusahaan sebagai jasa bisnis yanng mengharapkan keuntungan untuk menggaji para karyawannya.
· Menghasilkan produk dalam kuantitas dan kualitas yang berfungsi melayani khalayak.
Sementara media massa modern memiliki fungsi dimana sistem yang pesanannya diproduksi,lalu disiarkan,yang kemudian diterima khalayak dan ditanggapi.Sedangkan manejemen dari media massa sendiri yang diantaranya adalah surat kabar yang bemiliki sirkulasi yang luas.pada radio dan televisi siarannya ditujukan kepada umum,sedangkan pada film dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop.
Selain organisasi media massa,juga terdapat struktur organisasi penerbitan pers.Didalamnya ada pemimpin umum yang bertanggung jawab secara keseluruhan terrhadap perusahaan ke dalam maupun ke luar,pemimpin redaksi adalah pelaksan redaksional yang melayani hak jawab dan koreksi,sementara pemimpin perusahaan bertugas mengelola perusahaan,usaha penerbitan,menjabarkan kebijakan pemimpin umum di bidang usaha,serta pemimpin percetakan yang mengelola dalam hal percetakan.
E. JURNALISME INTERPRETASI
Jurnalisme interpretasi diperkenalkan oleh Curtis D.MacDougall(1938),yang menyatakan laporan yang tidak hanya mengemukakan fakta peristiwa tetapi menginterpretasi peristiwa yang dilaporkan.Namun jurnalistik interpretasi ini cenderung mengabaikan nilai-nilai baerita kedekatan,aktualitas dan konflik,tapi lebih menonjolkan aspek bagaimana dan mengapa sehingga dibutuhkan pengetahuan luas umtuk menggali berita secara mendalam.Langkah-langkahnya dapat dimulai dari bukti-bukti yang ditemukan di lapangan,lalu diinterpretasi kemudian dievaluasi,setelah itu dimulai dengan pengumpulan data yang cukup lama serta menganalisisnya,kemudian membuat rancangan berita,konsep-konsep awal,dan revisi-revisi untuk kemudian diinterpretasi agar mudah dimengerti.
Dalam menganalisi berita,kita berusaha ingin tahu sebab peristiwa itu terjadi,sehingga bagian penting dari analisis berita ini adalah laporan ulasan,biasanya dimuat teratur bersama-sama dengan liputan aktual dan biasa pula ditempatkan di halaman depan sebagai laporan panjang.Interpretasi juga melibatkan jawaban apa ini artinya menurut Edward Jay Frediander.
Adapun metode tertentu dari berpikir logis dapat dilihat diantaranya,sebab dan akibat yang menggambarkan suatu fenomena yang menunjukkan hubungan kausal secara jelas,penalaran deduktif yaitu langkah berfikir dari premis umum ke hal yang lebih khusus,sementara penalaran induktif yaitu yang menunjukkan suatu hal khusus ke kesimpulan umum,adapun analogi yaitu alat yang bersifat retoris dan literer untuk menyederhanakan masalah yang kompleks.Bobot relatif yaitu menjelaskan bobot penting relatif dari suatu masalah dan sifat manusia yakni perilakunya dan keyakinannya dipengaruhi oleh budaya,geografi dan lingkungan.
F. JURNALISTIK INVESTIGASI
· Definisi Jurnalistik Investigasi
Menurut Robert Greene yang juga bapak jurnalisme investigasi modern bahwa,jurnalistik investigasi adalah karya seseorang atau beberapa wartawan atas suatu hal yang penting buat kepentingan masyarakat namun dirahasiakan oleh mereka yang terlibat.
Menurut veven sp Wardhana reportase masalah ini menyangkut kepentingan dan penting diketahui masyarakat umum tetapi ingin dituupi oleh satu pihak,unsur utamanya adalah adanya ketidakberesan pelanggaran yang menyangkut kepentingan umum diamtaranya menyangkut manipulasi,korupsi dan nepotisme.
· Adapun elemen dasarnya adalah sebagai berikut:
Dalam melekukan suatu investigasi terhadap suatu masalah merupakan ide orisinil dari wartawan,bukan hasil dari orang lain yang ditindaklanjuti oleh media,subyek dari investigasi itu adalah merupakan kepentingan bersama untuk mempengaruhi kehidupan sosial mayoritas audience dimana dalam masalah ini ada pihak yang mencoba menyembunyikan dari hadapan publik.Adapun cara kejanya terbagi menjadi dua bagian.Bagian pertama dimulai dengan adanya petunjik awal,lalu investigai pendahuluan,pembentukan hipotesis dst.Bagian kedua dapat dilakukan dengan pengamatan langsung,pengorganisasian file,wawancara lebih lanjut,hingga pada penulisan dan yamng terakhir adalah pengecekan pencemaran nama baik.
Dalam menjalangkannya maka ada proses yang dilalui diantaranya menentukan tema yang ditentukan melalui rapat terencana,lalu merumuskan masalah,kemudian menggali bahan,komparasi atau membandingkan data yang satu dengan yang lain,menguji,hingga samapi pada tahap penulisan dan menyajikannya yang dilengkapi dengan data yang lengkap.
Send from L40De
Tidak ada komentar:
Posting Komentar